Wednesday, March 9, 2016

Kampung Nelayan di Tegal dan Pontianak Akan Dibenahi

Selain Bengkulu, Kampung Nelayan di Tegal dan Pontianak Akan Dibenahi 
 
Tahun ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Prumahan Rakyat (PUPR) punya program penataan kawasan pemukiman neyalan. Selain penataan kawasan pemukiman nelayan di Sumber Jaya, Kampung Melayu, Bengkulu, masih ada dua lokasi pemukiman nelayan lagi yang juga bakal digarap tahun ini.

"Bengkulu kan yang kita hadiri. Ada juga yang di Tegal dan Pontianak," ujar Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman, Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Rina Farida di lokasi pemukiman, Kamis (3/3/2016).

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Cipta Karya, digambarkan Kampung Nelayan di Tegal berlokasi di Kelurahan Tegal Sari, Kcamatan Tegal Barat, Kota Tegal, Jawa Tengah dengan luas kawasan mencapai 14,58 hektar

Kampung Nelayan yang diberi nama Kampung Tegal Sari ini masuk kategori kumuh berdasarkan Surat Keputusan (SK) Walikota Tegal Tahun 2014. Kawasan ini tidak memiliki fasilitas pengelolan air limbah, di mana limbah rumah tangga yang dihasilkan langsung dibuang ke sungai. Kawasan ini sebenarnya sudah memiliki fasilitas pengolahan sampah, namun tidak berfungsi.

Sedangkan kampung nelayan di Pontianak adalah Kampung Tambelan Sampit di Kelurahan Tambelan Sampit, Kecamatan Pontianak Timur, Kabupaten Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat seluas 7 hektar.

Kawasan ini dinyatakan kumuh berdasrkan Surat Keputusan Walikota tertanggal 7 Mei 2015. Kondisi fisik kawasan ini berdasarkan data Direktorat Jenderal Cipta Karya cukup mengkhawatirkan lantaran tak ada saluran drainase maupun saluran air limbah. Kawasan yang didominasi bangunan semi permanen ini tidak memiliki fasilitas pengolahan sampah bahkan tak memiliki Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Penataan pemukiman nelayan ini sendiri merupakan pelaksanaan janji Presiden Joko Widodo. Meski belum mendatangi seluruh kampung nelayan yang ada di tanah air, namun Presiden RI ke- 7 ini berkomitmen mengubah kesan kumuh di sentra pemukiman nelayan.

sumber : detik.com

Thursday, December 1, 2011

Peringati Hari AIDS, Tegal Kampanye di Jalan

Memperingati Hari AIDS, Dinas Kesehatan Kota Tegal, PMI Kota Tegal, mahasiswa, dan LSM Laskar Merah Putih menyelenggarakan kampanye simpatik, Kamis (1/12/2011). Kegiatan itu dilaksanakan pada tujuh lokasi, di pinggir-pinggir jalan Kota Tegal.

Dalam kampanye tersebut, mereka berorasi dan mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah penularan HIV/AIDS. Mereka juga mengajak masyarakat untuk tidak melakukan diskriminasi terhadap penderita HIV/AIDS.

Menurut Koordinator Peringatan Hari AIDS Kota Tegal, Agus Dwi Sulistyantono, kampanye simpatik dimaksudkan untuk mengajak masyarakat agar bersama-sama mencegah penyebaran HIV/AIDS.

Pada 2011, jumlah temuan kasus pengidap HIV/AIDS di Kota Tegal sebanyak 13 orang, terdiri dari 10 pengidap HIV dan tiga pengidap AIDS. Sementara pada 2010, jumlah temuan pengidap HIV/AIDS di Kota Tegal sebanyak 21 orang, terdiri 15 pengidap HIV dan enam pengidap AIDS.

Selama ini, golongan pengidap HIV/AIDS terbanyak berasal dari pelanggan pekerja seks komersial, PSK itu sendiri, pengguna narkoba jarum suntik, serta ibu rumah tangga yang merupakan isteri pelanggan PSK atau isteri pengguna narkoba jarum suntik. "Usia pengidap HIV/AIDS terbanyak yaitu usia 25 hingga 49 tahun," katanya.