<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8453728092349622393</id><updated>2011-12-01T14:54:57.732+08:00</updated><category term='Kondisi Umum'/><category term='Limbad'/><category term='kuliner'/><category term='Sejarah'/><category term='Jadwal PT KAI'/><category term='Tegalan'/><category term='Tokoh'/><category term='Hotel'/><category term='Budaya'/><category term='Galery'/><category term='News'/><title type='text'>TEGAL LAKA-LAKA</title><subtitle type='html'>Tegal Keminclong, Moncer Kotane</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://tegal-city.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Blogqu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SouNmwcGvvI/AAAAAAAACmc/QYcR4kMg-GE/S220/blogqu.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>49</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8453728092349622393.post-3218853319164524483</id><published>2011-12-01T14:53:00.001+08:00</published><updated>2011-12-01T14:54:57.741+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><title type='text'>Peringati Hari AIDS, Tegal Kampanye di Jalan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-89s4kPOE58k/Ttckpi7hlPI/AAAAAAAAFmc/KbDjzPBTp1o/s1600/1337033620X310.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="160" src="http://4.bp.blogspot.com/-89s4kPOE58k/Ttckpi7hlPI/AAAAAAAAFmc/KbDjzPBTp1o/s320/1337033620X310.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Memperingati Hari AIDS, Dinas Kesehatan Kota Tegal, PMI Kota Tegal, mahasiswa, dan LSM Laskar Merah Putih menyelenggarakan kampanye simpatik, Kamis (1/12/2011). Kegiatan itu dilaksanakan pada tujuh lokasi, di pinggir-pinggir jalan Kota Tegal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kampanye tersebut, mereka berorasi dan mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah penularan HIV/AIDS. Mereka juga mengajak masyarakat untuk tidak melakukan diskriminasi terhadap penderita HIV/AIDS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Koordinator Peringatan Hari AIDS Kota Tegal, Agus Dwi Sulistyantono, kampanye simpatik dimaksudkan untuk mengajak masyarakat agar bersama-sama mencegah penyebaran HIV/AIDS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 2011, jumlah temuan kasus pengidap HIV/AIDS di Kota Tegal sebanyak 13 orang, terdiri dari 10 pengidap HIV dan tiga pengidap AIDS. Sementara pada 2010, jumlah temuan pengidap HIV/AIDS di Kota Tegal sebanyak 21 orang, terdiri 15 pengidap HIV dan enam pengidap AIDS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini, golongan pengidap HIV/AIDS terbanyak berasal dari pelanggan pekerja seks komersial, PSK itu sendiri, pengguna narkoba jarum suntik, serta ibu rumah tangga yang merupakan isteri pelanggan PSK atau isteri pengguna narkoba jarum suntik. "Usia pengidap HIV/AIDS terbanyak yaitu usia 25 hingga 49 tahun," katanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8453728092349622393-3218853319164524483?l=tegal-city.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tegal-city.blogspot.com/feeds/3218853319164524483/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2011/12/peringati-hari-aids-tegal-kampanye-di.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/3218853319164524483'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/3218853319164524483'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2011/12/peringati-hari-aids-tegal-kampanye-di.html' title='Peringati Hari AIDS, Tegal Kampanye di Jalan'/><author><name>Blogqu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SouNmwcGvvI/AAAAAAAACmc/QYcR4kMg-GE/S220/blogqu.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-89s4kPOE58k/Ttckpi7hlPI/AAAAAAAAFmc/KbDjzPBTp1o/s72-c/1337033620X310.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8453728092349622393.post-8524887900125767287</id><published>2011-11-04T14:15:00.002+08:00</published><updated>2011-11-04T14:16:22.763+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><title type='text'>Walikota Tegal Cari Alamat Bintang Porno</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-flnkoq9YYkg/TrODK9AY6aI/AAAAAAAAD94/sPZ_fppTvZ4/s1600/walikota.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 144px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-flnkoq9YYkg/TrODK9AY6aI/AAAAAAAAD94/sPZ_fppTvZ4/s320/walikota.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5671020579987712418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Heboh bintang film porno terkenal di Amerika Serikat, Jade Marcela  dan Nyomi Marcela, yang tak lain si kembar dari Tegal, Jawa Tengah,  membuat masyarakat Tegal merasa gerah. Bahkan, Walikota Tegal, Ikmal  Jaya langsung menelusuri wilayahnya untuk mencari alamat Jade dan Nyomi.  Sayang belum ditemukan. &lt;p&gt;“Kalau ketemu alamatnya, kami ingin bicara dengan keluarganya supaya  bisa membujuk mereka kembali ke Tegal atau bekerja sesuai dengan norma  dan agama,” sambungnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pemilik bus Dewi Sri ini malah menjanjikan akan memberikan hadiah  bagi siapa saja yang bisa menemukan alamat Nyomi dan Jade di Tegal.  “Kami akan koordinasi dengan pejabat Kabupaten Tegal,” tegasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berita tentang Jade dan Nyomi juga membuat masyarakat penasaran untuk  mengetahui seberapa ‘hebat’ film pornonya itu. Maka, situs-situs porno  pun ramai dikunjungi netter untuk menonton aksi Jade dan Nyomi dengan  cowok-cowok bule dan negro.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;WARUNG TEGAL&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tak hanya situs porno yang ramai dikunjungi, masyarakat juga menyerbu  pedagang VCD untuk mendapatkan VCD porno ilegal tersebut. Bahkan, Jade  dan Nyomi jadi pembicaraan hangat di berbagai tempat, termasuk di warung  Tegal alias Warteg.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pemberitaan Pos Kota tentang dua cewek kembar tersebut juga menjadi  trending topic di Twitter. Kiprah Jade dan Nyomi di dunia esek-esek  bertaraf internasional, jadi bahan pembicaraan hangat di situs jejaring  sosial tersebut.&lt;/p&gt; Lebih dari 230 judul film porno telah dilakoni Jade.  Film pertama  yang dibintangi Jade berjudul Fresh Hot Babes # 17. Film itu  sukses di  pasaran dan membuat namanya melambung hingga banyak mendapatkan  tawaran  dari production house film porno di Amerika.    Namanya semakin  terkenal sejak membintangi film porno berjudul Up ‘Cummers n # 69. Salah  satu film Jade yang terlaris  adalah Dirty Little Sex Brats # 04.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8453728092349622393-8524887900125767287?l=tegal-city.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tegal-city.blogspot.com/feeds/8524887900125767287/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2011/11/walikota-tegal-cari-alamat-bintang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/8524887900125767287'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/8524887900125767287'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2011/11/walikota-tegal-cari-alamat-bintang.html' title='Walikota Tegal Cari Alamat Bintang Porno'/><author><name>Blogqu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SouNmwcGvvI/AAAAAAAACmc/QYcR4kMg-GE/S220/blogqu.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-flnkoq9YYkg/TrODK9AY6aI/AAAAAAAAD94/sPZ_fppTvZ4/s72-c/walikota.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8453728092349622393.post-2120860589893885925</id><published>2011-05-04T15:08:00.002+08:00</published><updated>2011-05-04T15:12:11.631+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><title type='text'>Diduga Teroris, Tiga Orang Ditangkap di Pasar Malam Tegal</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-m_kGJAqyi28/TcD7tGTH62I/AAAAAAAAD6c/0ruoRAi3rgQ/s1600/densus88.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 319px; height: 313px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-m_kGJAqyi28/TcD7tGTH62I/AAAAAAAAD6c/0ruoRAi3rgQ/s320/densus88.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5602754688652405602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Densus 88 menangkap sejumlah orang yang diduga teroris di arena pasar  malam di kawasan Pabrik Gula Pangka, Desa Pangkah, Kecamatan Pangkah,  Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, sekitar pukul 23.00, Minggu 2 Mei 2011.  Sejumlah orang yang diduga teroris tersebut meninggalkan senjata rakitan  dan granat yang disimpan di stan perdagangan yang sebelumnya disewa."Kejadiannya  sangat cepat, saat kondisi pasar malam mulai sepi,” ujar Herman, salah  seorang pedagang bakso yang berdekatan dengan lokasi stan tempat  penggerebekan, kepada &lt;em&gt;Tempo, &lt;/em&gt;Selasa, 3 Mei 2011. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata  Herman, penangkapan terjadi pada malam hari di stan salah seorang  pedagang pakaian yang sering dipanggil Borju, asal Desa Dukuhtengah,  Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes. "Polisi menangkap dua orang  karyawan Borju dan seorang pedagang sandal," ujarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Herman  sendiri mengaku tak mengenal dua orang yang ditangkap itu. Sebab,  keduanya pedagang musiman yang biasa memanfaatkan pasar malam menjelang  upacara giling tebu di pabrik gula.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan  seorang lainnya, menurut Herman, selama ini sering dipanggil Ipin. Ipin  adalah pedagang sandal yang kebetulan sedang singgah di stan Borju.  Borju dan Ipin sendiri baru berdagang di arena pasar malam PG Pangka  kurang lebih dua hari sebelum penangkapan.   "Mereka berpindah dari arena pasar malam PG Kersana yang sebelumnya telah membuka musim giling tebu lebih awal,” katanya.  Dari pantuan &lt;em&gt;Tempo,&lt;/em&gt;  lokasi itu sudah dipasangi garis pembatas berwarna kuning.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan  sejumlah anggota Detasemen Khusus 88 memeriksa di dalam stan hingga  membawa sejumlah barang milik pelaku yang konon berupa sejata api  rakitan dan granat.  Taryono,  panitia seksi kavling, mengaku Borju menyewa dua stan masing-masing  berukuran 3 kali 3 meter persegi. Stan berada di kavling G yang  berdekatan dengan arena hiburan anak. “Ia menyewa Rp 200 ribu per  kavling selama pasar malam dibuka,” ujarnya.  Taryono mengaku belum mengetahui penyewa stan tersebut karena belum membuka arsip pendaftaran pedagang.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8453728092349622393-2120860589893885925?l=tegal-city.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tegal-city.blogspot.com/feeds/2120860589893885925/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2011/05/diduga-teroris-tiga-orang-ditangkap-di.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/2120860589893885925'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/2120860589893885925'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2011/05/diduga-teroris-tiga-orang-ditangkap-di.html' title='Diduga Teroris, Tiga Orang Ditangkap di Pasar Malam Tegal'/><author><name>Blogqu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SouNmwcGvvI/AAAAAAAACmc/QYcR4kMg-GE/S220/blogqu.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-m_kGJAqyi28/TcD7tGTH62I/AAAAAAAAD6c/0ruoRAi3rgQ/s72-c/densus88.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8453728092349622393.post-2099501563521140520</id><published>2011-03-15T09:44:00.002+08:00</published><updated>2011-03-15T09:45:35.484+08:00</updated><title type='text'>Perbaikan Jalur Tegal-Brebes Rp 10 M</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-Jg7brjA1jQw/TX7EssALN9I/AAAAAAAAD50/mneBL5yp4e4/s1600/tegal.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 166px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-Jg7brjA1jQw/TX7EssALN9I/AAAAAAAAD50/mneBL5yp4e4/s320/tegal.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5584116859991177170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Perbaikan jalan di jalur utama Tegal-Kabupaten Brebes memerlukan anggaran sekitar Rp 10 miliar.&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;"Anggaran  sebesar Rp 10 miliar ini kami gunakan untuk penanganan tujuh titik  kawasan longsor di jalur utama Tegal-Brebes-Purwokerto," kata petugas  Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional Wilayah I Jawa Tengah Edi Sutarno.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kondisi ruas jalan di jalur utama Tegal-Brebes  hingga Purwokerto hampir 60 persen rusak sehingga rawan menimbulkan  kecelakaan dan kemacetan arus lalu lintas kendaraan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Fondasi jalan itu saat ini dalam kondisi struktur tanah yang labil dan cepat rusak jika diguyur hujan deras.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;"Selain itu, kendaraan berat yang melintas di jalur utama ini juga memicu kerusakan jalan di jalur utama tersebut," katanya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kawasan  tanah longsor di sepanjang jalur utama Tegal-Brebes yaitu tanjakan dan  tikungan Ciregol, Kecamatan Tonjong, serta di sekitar jembatan Kali  Keruh.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;"Kedua daerah tersebut sudah dua kali longsor dan kini  kondisinya juga cukup berbahaya bagi pengemudi kendaraan yang melintas  di daerah itu," katanya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pengajuan dana sebesar Rp 10 miliar itu  sudah disampaikan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan diharapkan  segera teralisasi sebelum jalur selatan penghubung  Tegal-Brebes-Purwokerto ini putus total.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Saat ini kondisi jalur  utama Tegal-Brebes-Purwokerto sudah memprihatinkan sehingga diharapkan  pengajuan dana sebesar Rp 10 miliar secepatnya terealisasi," katanya.           &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8453728092349622393-2099501563521140520?l=tegal-city.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tegal-city.blogspot.com/feeds/2099501563521140520/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2011/03/perbaikan-jalur-tegal-brebes-rp-10-m.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/2099501563521140520'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/2099501563521140520'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2011/03/perbaikan-jalur-tegal-brebes-rp-10-m.html' title='Perbaikan Jalur Tegal-Brebes Rp 10 M'/><author><name>Blogqu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SouNmwcGvvI/AAAAAAAACmc/QYcR4kMg-GE/S220/blogqu.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-Jg7brjA1jQw/TX7EssALN9I/AAAAAAAAD50/mneBL5yp4e4/s72-c/tegal.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8453728092349622393.post-6857510396753513161</id><published>2010-11-05T17:17:00.000+08:00</published><updated>2010-11-05T17:18:33.376+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><title type='text'>Inflasi Kota Tegal Terbesar Se-Jateng</title><content type='html'>SELAMA Oktober 2010, Kota Tegal mengalami inflasi  sebesar 0,06 persen. Hal ini dikarenakan harga beberapa komoditas,  seperti bawang merah, gula pasir, rokok kretek, emas perhiasan, dan  minyak goreng mengalami kenaikan.&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sedangkan laju inflasi Kota Tegal selama setahun  sebesar 5,51 persen.  Ini termasuk inflasi yang tertinggi di antara 4   kota di Jawa Tengah  (Jateng), yang secara nasional diukur tingkat  inflasinya. Inflasi di  Kota Semarang sebesar 5,69 persen, Purwokerto  5,29 persen, serta Kota  Surakarta  memiliki inflasi terendah yaitu  sebesar 4,32 persen. &lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kepala  Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tegal Eddy Prawoto Kamis  (4/11)  mengatakan, laju inflasi di 4 kota di Jateng yang secara nasional   diukur tingkat inflasinya untuk tahun kalender 2010 adalah Kota Tegal   sebesar 4,88 persen, Kota Surakarta 4,33 persen, Purwokerta 4,90 persen,   dan tertinggi Kota Semarang sebesar 5,69 persen.&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dari  4 kota yang diukur Indeks Harga Konsumen (IHK)-nya di Jateng  pada   Oktober 2010, semua kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi di   Purwokerto 0,28 persen, Kota Surakarta 0,10 persen, Kota Tegal 0,06   persen, dan terrendah di Kota Semarang sebesar 0,02 persen.&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;Lebih  lanjut dijelaskan Eddy, pada kelompok  makakan mengalami  deflasi  sebesar 1,38 persen, dengan pemicu deflasi terbesar adalah pada  sub  kelompok daging dan hasil-hasilnya 8,34 persen, sub kelompok telur,   susu dan hasilnya 5,48 persen, sub kelompok ikan segar 5,41 persen,   serta sub kelompok buah-buahan 3,54 persen.&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sedangkan  pada sub kelompok bumbu-bumbuan, sub kelompok lemak dan  minyak, serta  sub kelompok kacang-kacangan memicu inflasi masing-masing  sebesar 7,17  persen, 2,38 persen, dan 1,46 persen.&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;’’Inflasi  pada kelompok makanan jadi dan minuman, serta rokok dan  tembakau  sebesar 0,97 persen. Pemicu terbesar adalah sub kelompok  tembakau dan  minuman beralkohol 2,79 persen, sub kelompok minuman yang  tidak  beralkohol 1,73 persen, sub kelompok makanan jadi 0,29 persen,"  jelas  Eddy.&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sedangkan  Inflasi yang memiliki andil pada kelompok perumahan,  menurut Eddy,  antara lain air, listrik, gas, dan bahan bakar yaitu  sebesar 0,15  persen dengan pemicu kenaikkan terbesar adalah pada sub  kelompok  penyelenggara rumah tangga 1,01 persen, sub kelompok biaya  tempat  tingga 0,11 persen, dan sub kelompok perlengkapan rumah tangga  0,04  persen. Sedangkan sub kelompok bahan bakar, penerangan, dan air  stabil.&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;Inflasi  yang memiliki andil cukup besar adalah pada kelompok sandang,  yaitu  sebesar 1,15  persen dengan pemicu kenaikan terbesarnya adalah  pada sub  kelompok barang pribadi dan sandang lain 3,44 persen, sub  kelompok  sandang laki-laki 0,10 persen. Sedangkan sub kelompok lainnya  stabil.&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;’’Sedangkan  inflasi pada kelompok kesehatan, yaitu sebesar 0,41  persen dengan  pemicu kenaikan adalah pada sub kelompok perawatan jasmani  dan  kosmetika 4,15 persen, sub kelompok perawatan jasmani dan kosmetika   0,28 persen, sub kelompok obat-obatan 0,01 persen. Sedangkan sub   kelompok jasa kesehatan stabil," tuturnya.&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sementara,  kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga stabil.  Kelompok  transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan terjadi deflasi  sebesar  0,29 persen. Dengan pemicu terbesar adalah sub kelompok  transportasi  yaitu 0,42 persen. Tiga Sub kelompok lainnya stabil.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8453728092349622393-6857510396753513161?l=tegal-city.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tegal-city.blogspot.com/feeds/6857510396753513161/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2010/11/inflasi-kota-tegal-terbesar-se-jateng.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/6857510396753513161'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/6857510396753513161'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2010/11/inflasi-kota-tegal-terbesar-se-jateng.html' title='Inflasi Kota Tegal Terbesar Se-Jateng'/><author><name>Blogqu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SouNmwcGvvI/AAAAAAAACmc/QYcR4kMg-GE/S220/blogqu.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8453728092349622393.post-8420076990049885604</id><published>2010-09-15T10:29:00.001+08:00</published><updated>2010-09-15T10:31:15.101+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kuliner'/><title type='text'>Masuk Tegal Singgah Sejenak di RM Idolaku</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/TJAv4tLwqXI/AAAAAAAADvw/oBCMAGn7cDc/s1600/fb433d5e3e12da33ea3309ef1396a133.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 141px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/TJAv4tLwqXI/AAAAAAAADvw/oBCMAGn7cDc/s200/fb433d5e3e12da33ea3309ef1396a133.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5516962194776959346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Perjalanan jauh yang harus ditempuh saat mudik, dari Jakarta menuju sejumlah daerah di Jateng, memang cukup melelahkan.&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Incaran  pemudik untuk melepas penat adalah rumah makan yang tak hanya  mengidangkan makanan cukup merayu lidang, juga fasilitas pendukubng yang  ditawarkan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bagi pemudik yang terbiasa melintas di jalur pantura,  terutama saat masuk Kota Tegal, cobalah singgah sejenak di rumah makan  (RM) Idolaku di Jl Martoloyo atau sebelah timur Mapolres Tegal Kota.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Rumah  makan yang mampu menampung lebih dari 200 pengunjung itu, menyediakan  aneka masakan unggulan yang cukup akrab dengan lidah konsumen. Bahkan  menyediakan pula bermacam-macam masakan Chinnese Food yang dijamin  halal. Antara lain, mi goreng, cap cay, udang gulung, nasi goreng, nasi  bakar, ikan bakar, ayam bakar, ayam goreng Tanjung, sate kambing hot  plate khas Tegal dan masakan andalan ''Bakso Telor Asin''.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Di  rumah makan itu, selain disediakan tempat duduk santai, juga ditawarkan  tempat untuk lesehan bagi pengunjung atau konsumen. "Biasanya pemudik  senang memilih tempat lesehan. Karena kakinya bisa diluruskan dan  tidur-tiduran sejenak untuk melepas penat," ucap Manager RM Idolaku Eko  Sunarto.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Lesehan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, selain  menyediakan sarana lesehan, juga ada mushola, kamar mandi dan kamar  kecil lainnya. Juga selain jenis masakan dan makanan yang telah  disebutkan, juga ada makanan lain yang menjadi andalan. Antara lain Nasi  Bogana dan Lontong Cap Go Meh.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Selain itu ada yang menarik bila  singgah di rumah makan itu, konsumen atau pengunjung juga diberi pilihan  untuk menikmati Yoghurt Mix yang tersedia di Kafe di sisi selatan rumah  makan. Juga aneka oleh-oleh khas Brebes dan Tegal.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Terutama roti  kering, aneka roti basah dan empuk. Juga telur asin asli Brebes yang  berbeda dibanding produk lainnya. Namanya Telur Asin Madu. Sepintas dari  namanya orang akan berpikir telur asin itu berasa madu. Namun bukan  begitu maksudnya. Karena telur tersebut adalah, merah telurnya seperti  madu dan berbentuk bundar, berminyak dan enak rasanya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Telur  tersebut memang sungguh berbeda. Sebab untuk menghasilkan telur asin  madu, bebeknya harus diberi makanan khusus. Antara lain, makanan  tradisional. Bukan dari palet atau lainnya. Dengan demikian, maka warna  merah telurnya juga khas. Ya bundar seperti madu.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8453728092349622393-8420076990049885604?l=tegal-city.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tegal-city.blogspot.com/feeds/8420076990049885604/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2010/09/masuk-tegal-singgah-sejenak-di-rm.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/8420076990049885604'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/8420076990049885604'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2010/09/masuk-tegal-singgah-sejenak-di-rm.html' title='Masuk Tegal Singgah Sejenak di RM Idolaku'/><author><name>Blogqu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SouNmwcGvvI/AAAAAAAACmc/QYcR4kMg-GE/S220/blogqu.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/TJAv4tLwqXI/AAAAAAAADvw/oBCMAGn7cDc/s72-c/fb433d5e3e12da33ea3309ef1396a133.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8453728092349622393.post-3906121904393141116</id><published>2010-09-15T10:18:00.001+08:00</published><updated>2010-09-15T10:20:01.340+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><title type='text'>Arus Balik Tersendat di Tegal</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/TJAtQfQkIVI/AAAAAAAADvo/uUihb7GCfl0/s1600/3180576783_13c4950714_z.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 127px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/TJAtQfQkIVI/AAAAAAAADvo/uUihb7GCfl0/s200/3180576783_13c4950714_z.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5516959304820990290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Arus balik kendaraan menuju Jakarta, banyak  tersendat di jalur pantura Kota Tegal. Antrean ribuan kendaraan terlihat  padat merayap pelan sejak masuk kota mulai jembatan Sungai Ketiwon  hingga Jalan Raya Margadana menuju pintu gerbang masuk Kabupaten Brebes.&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Itu  terjadi sejak pukul 09.00 hingga sore hari. Kepadatan arus lalin dari  timur ke barat paling padat tercatat mulai sekitar pukul 11.00 hingga  pukul 13.30. Ribuan kendaraan pribadi, sepeda motor, bus dan truk  pengangkut barang terkadang sulit bergerak.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Di perempatan Pos  Maya, kendaraan harus berjalan pelan. Kemudian berhenti sejenak, dan  bergerak tersendat-sendat. Arus sedikit lancar bila petugas banyak turun  ke titik-titik kemacetan. Pada jam tersebut, tercatat jumlah kendaraan  pribadi mencapai 7.837 unit, sepeda motor (12.338), bus (162), truk  (64).&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Jalur pantura arah ke Jakarta mulai Jl Martoloyo, Jl Yos  Sudarso, Jl Gajah Mada, Jl Mayjen Sutoyo dan Jl Kolonel Sugiyono, juga  dipenuhi angkot dan mikrobus jurusan Tegal Pemalang. Bahkan becak dan  sepeda onthel juga terlihat melintas di jalur pantura.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Penyeberang Jalan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sejauh  pemantauan Suara Merdeka CyberNews, ketersendatan arus dan kemacetan di  jalur pantura, semula berawal dari banyaknya penyeberang jalan Jl  Kolonel Sugiyono. Tepatnya di depan pusat perbelanjaan moderen Rita Mal.  Ribuan warga dari Brebes, Pemalang, Slawi dan Kota Tegal sendiri  lalu-lalang menyeberang jalan untuk berbelanja di mal tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;''Setengah  menit saja, ada warga yang menyeberang dan kendaraan harus berhenti,  antrean langsung memanjang,'' ucap personel Sat Lantas Polres Tegal yang  siaga di Pos Maya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kapolres Tegal Kota AKBP Kalingga Rendra  Raharja SE mengatakan, keberadaan warga yang akan menyeberang jalan di  depan mal itu memang cukup banyak. Personelnya juga harus membantu  menyeberangkan mereka.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;''Kami juga melayani dan melindungi warga  yang akan berbelanja dan berekreasi di pusat perbelanjaan. Tapi  kelancaran arus lalu-lintas (lalin) di jalur pantura juga menjadi  prioritas perhatian kami,'' ucap dia didampingi Kasat Lantas AKP Wahyu P  SH SIK.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Untuk mengurangi ketersendatan arus lalin, penyeberangan  akan dilakukan bila jumlah warga yang akan menyeberang mencapai lebih  dari 100 orang. Sebab bila, tak memperhatikan kondisi itu, lalin bisa  macet total dan antrean kendaraan bisa cukup panjang.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8453728092349622393-3906121904393141116?l=tegal-city.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tegal-city.blogspot.com/feeds/3906121904393141116/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2010/09/arus-balik-tersendat-di-tegal.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/3906121904393141116'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/3906121904393141116'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2010/09/arus-balik-tersendat-di-tegal.html' title='Arus Balik Tersendat di Tegal'/><author><name>Blogqu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SouNmwcGvvI/AAAAAAAACmc/QYcR4kMg-GE/S220/blogqu.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/TJAtQfQkIVI/AAAAAAAADvo/uUihb7GCfl0/s72-c/3180576783_13c4950714_z.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8453728092349622393.post-777040815613277399</id><published>2010-09-10T14:08:00.000+08:00</published><updated>2010-09-10T14:08:00.850+08:00</updated><title type='text'>Mohon Maaf Lahir dan Batin</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/TISFa6ReOVI/AAAAAAAADvI/6W6O1K4jo_g/s1600/danasimpleman-ag1.gif"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 302px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/TISFa6ReOVI/AAAAAAAADvI/6W6O1K4jo_g/s400/danasimpleman-ag1.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5513678541173963090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8453728092349622393-777040815613277399?l=tegal-city.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tegal-city.blogspot.com/feeds/777040815613277399/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2010/09/mohon-maaf-lahir-dan-batin.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/777040815613277399'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/777040815613277399'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2010/09/mohon-maaf-lahir-dan-batin.html' title='Mohon Maaf Lahir dan Batin'/><author><name>Blogqu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SouNmwcGvvI/AAAAAAAACmc/QYcR4kMg-GE/S220/blogqu.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/TISFa6ReOVI/AAAAAAAADvI/6W6O1K4jo_g/s72-c/danasimpleman-ag1.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8453728092349622393.post-6058417311321285347</id><published>2010-08-30T16:45:00.001+08:00</published><updated>2010-08-30T16:46:44.511+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><title type='text'>Pertamina Siapkan Posko Mudik</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/THtv10uJlOI/AAAAAAAADsc/o2cTwX7CHj4/s1600/nnv5StZYGf.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 237px; height: 213px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/THtv10uJlOI/AAAAAAAADsc/o2cTwX7CHj4/s320/nnv5StZYGf.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5511121539493893346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;PT Pertamina (Persero) Depo Tegal akan mendirikan posko mudik dalam  menghadapi arus mudik Lebaran 2010 mulai 30 Agustus hingga 10 September  2010. Pendirian posko mudik guna membantu kenyamanan para pemudik  nantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendirian posko mudik akan dilokasikan di SPBU  strategis yang berada di sepanjang jalur pantura barat yakni di SPBU  Trengguli Tanjung Kabupaten Brebes dan SPBU MURI di Kabupaten Tegal Jawa  Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sales Area Manajer Pertamina Depo Tegal Nur Hadiya  mengungkapkan, para pemudik nantinya dapat memanfaatkan posko mudik  tersebut secara gratis. Pasalnya posko mudik Pertamina akan menyediakan  berbagai macam fasilitas yang dibutuhkan pemudik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Di antaranya  yakni disediakannya tim medis guna memeriksa kesehatan pemudik, ada pula  tenda untuk istirahat, pelayanan pijat, pemberian takjil, dan berbagai  pelayanan lainnya," katanya, kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga Selasa 24 Agustus  kemarin, aktivitas perjalanan mudik di sepanjang Brebes, Kota Tegal, dan  Kabupaten Tegal belum tampak geliatnya, namun sejumlah persiapan  menghadapi arus mudik gencar dilakukan. Seperti perbaikan jalur, baik  jalur utama pantura maupun jalur alternatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala BPT Bina  Marga Tegal Puryanto, mengatakan, seluruh persiapan jalan akan  ditargetkan selesai pada H-10 Lebaran. "Target Bina Marga terkait  perbaikan jalan, yakni hingga H-10," pungkasnya. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8453728092349622393-6058417311321285347?l=tegal-city.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tegal-city.blogspot.com/feeds/6058417311321285347/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2010/08/pertamina-siapkan-posko-mudik.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/6058417311321285347'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/6058417311321285347'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2010/08/pertamina-siapkan-posko-mudik.html' title='Pertamina Siapkan Posko Mudik'/><author><name>Blogqu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SouNmwcGvvI/AAAAAAAACmc/QYcR4kMg-GE/S220/blogqu.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/THtv10uJlOI/AAAAAAAADsc/o2cTwX7CHj4/s72-c/nnv5StZYGf.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8453728092349622393.post-2047270453810420311</id><published>2010-08-30T16:17:00.001+08:00</published><updated>2010-08-30T16:19:13.312+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><title type='text'>H-4 Kendaraan Berat Dilarang Melintas</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/THtpVXobJmI/AAAAAAAADsU/UpDwBaS57lc/s1600/h-4.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 177px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/THtpVXobJmI/AAAAAAAADsU/UpDwBaS57lc/s320/h-4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5511114384859670114" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kepadatan arus lalu lintas di sepanjang jalur  Pantura, pada minggu ketiga bulan puasa ini terus mengalami peningkatan.  Utamanya kendaraan-kendaraan berat, seperti jenis truk gandeng,  tronton, dan trailer.  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Selain itu, kendaraan-kendaraan pribadi dan speda  motor pemudik, juga sudah mulai nampak melintas, khususnya dari arah  Barat menuju Timur. Kepadatan arus lalu lintas ini diprediksi akan terus  meningkat hingga H-1 lebaran.&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kepala  Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Tegal  Chaerul Huda mengatakan saat ini arus lalu lintas lebih banyak dipadati  kendaraan berat. Karena mulai H-4 sampai dengan H+1, pemerintah  melarang kendaraan-kendaraan berat beroprasi. Kecuali yang mengangkut  sembako, Bahan Bakar Minyak (BBM) dan bahan baker gas.&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;“Pemberhentian  sementara operasi kendaraan berat itu dilakukan agar arus mudik lancar.  Kami juga sudah berkoordinasi dengan jajaran Polresta guna  mengantisipasi terjadinya kemacetan dan kecelakanan, pada musim mudik  nanti,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;Menurutnya,  ada beberapa langkah yang disiapkan, untuk mengantisipasi kemacetan dan  kecelakaan. Yaitu melakukan identifikasi lokasi yang menjadi daerah  rawan mavet dan kecelakaan serta solusi penanganannya.&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;“Sesuai  hasil identifikasi, di Kota Tegal ada 15 titik lokasi rawan macet dan  kecelakaan. Di antaranya perbatasan Kota Tegal-Brebes, Pasar Margadana,  Persimpangan Terminal, Rita Mall, Pacific Mall. Pertigaan Hotel  Pramesti, Mulyadana, Pasar Sore, Gudang Garam, Jalingkut, Pelabuhan,  Jalan masuk PAI, RSU Kardinah, dan Perlintasan KA Tirus,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;Solusinya,  lanjut Chaerul, menutup bukaan median dengan railing di perbatasan  kota, dapan Rita, dan Pacific Mall. Untuk SPBU hanya dizinkan melayani  kendaraan dari arah Barat ke Timur.&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;Selain  itu juga menyiapkan jalur-jalur alternatif. Khusus kendaraan kecil dari  arah Barat ke Timur diarahkan melalui Jl Mataram, Piere Tendean, dan  YOS Sudarso. Kendaraan besar melewati Jl Sutomo sampai dengan Jl Gajah  Mada. Dari arah Barat ke Selatan, kendaraan kecil dialihkan ke Jl  Kihajar Dewantoro, Cik Ditiro, dan Teuku Umar. Kendaraan besar melalui  Jl Gajah Mada, Mayjen Sutoyo, Kapten Sudibyo, Jl KS Tubun, serta Jl  Karang Anyar.&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;Sementara  kendaraan kecil dari arah Timur ke Selatan melalui Jl Perintis  Kemerdekaan, Arjuna, Sumbodro, Werkudoro, dan Karang Anyar. Kendaraan  besar dilewatkan Jl YOS Sudarso, MT Haryono, Gajah Mada, Mayjen Sutoyo,  Kapten Sudibyo, KS Tubun, hingga Karang Anyar. Sedang dari arah Timur  menuju Barat, kendaraan kecil melalui Jl Serayu, Setia Budi, DI  Panjaitan, dan Gajah Mada&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8453728092349622393-2047270453810420311?l=tegal-city.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tegal-city.blogspot.com/feeds/2047270453810420311/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2010/08/h-4-kendaraan-berat-dilarang-melintas.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/2047270453810420311'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/2047270453810420311'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2010/08/h-4-kendaraan-berat-dilarang-melintas.html' title='H-4 Kendaraan Berat Dilarang Melintas'/><author><name>Blogqu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SouNmwcGvvI/AAAAAAAACmc/QYcR4kMg-GE/S220/blogqu.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/THtpVXobJmI/AAAAAAAADsU/UpDwBaS57lc/s72-c/h-4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8453728092349622393.post-583843497501302448</id><published>2010-08-25T14:35:00.005+08:00</published><updated>2010-08-25T14:41:11.339+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jadwal PT KAI'/><title type='text'>Jadwal Kereta Api ( Jakarta  - Tegal )</title><content type='html'>Jadwal Kereta Api jurusan Jakarta ke Tegal per 25 Agustus 2010 yang diambil dari website &lt;a href="http://www.kereta-api.co.id/"&gt;PT KAI&lt;/a&gt; :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/THS6-cEBaII/AAAAAAAADnQ/eTg1Oq7fr4g/s1600/capture6.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 400px; height: 362px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/THS6-cEBaII/AAAAAAAADnQ/eTg1Oq7fr4g/s400/capture6.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5509233826028677250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/THS59n9LkmI/AAAAAAAADnI/_cIUjr5qHfU/s1600/capture6.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8453728092349622393-583843497501302448?l=tegal-city.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tegal-city.blogspot.com/feeds/583843497501302448/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2010/08/jadwal-kereta-api-jakarta-tegal.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/583843497501302448'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/583843497501302448'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2010/08/jadwal-kereta-api-jakarta-tegal.html' title='Jadwal Kereta Api ( Jakarta  - Tegal )'/><author><name>Blogqu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SouNmwcGvvI/AAAAAAAACmc/QYcR4kMg-GE/S220/blogqu.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/THS6-cEBaII/AAAAAAAADnQ/eTg1Oq7fr4g/s72-c/capture6.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8453728092349622393.post-7099251110967312279</id><published>2010-08-24T09:24:00.004+08:00</published><updated>2010-08-24T09:33:09.513+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Galery'/><title type='text'>Sore di Pantai Alam Indah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs396.snc4/45923_1409184839555_1530481785_31179534_403491_n.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 314px; height: 235px;" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs396.snc4/45923_1409184839555_1530481785_31179534_403491_n.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs396.snc4/45923_1409184879556_1530481785_31179535_155564_n.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 314px; height: 235px;" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs396.snc4/45923_1409184879556_1530481785_31179535_155564_n.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs196.ash2/45923_1409184919557_1530481785_31179536_557335_n.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 314px; height: 235px;" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs196.ash2/45923_1409184919557_1530481785_31179536_557335_n.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs372.snc4/45552_1409186559598_1530481785_31179537_764680_n.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 314px; height: 235px;" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs372.snc4/45552_1409186559598_1530481785_31179537_764680_n.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs396.snc4/45923_1409184799554_1530481785_31179533_1571585_n.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 314px; height: 235px;" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs396.snc4/45923_1409184799554_1530481785_31179533_1571585_n.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8453728092349622393-7099251110967312279?l=tegal-city.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tegal-city.blogspot.com/feeds/7099251110967312279/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2010/08/sore-di-pantai-alam-indah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/7099251110967312279'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/7099251110967312279'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2010/08/sore-di-pantai-alam-indah.html' title='Sore di Pantai Alam Indah'/><author><name>Blogqu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SouNmwcGvvI/AAAAAAAACmc/QYcR4kMg-GE/S220/blogqu.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8453728092349622393.post-4898137889144202643</id><published>2010-08-19T13:56:00.000+08:00</published><updated>2010-08-19T13:56:00.442+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><title type='text'>Eko Tunas</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/TGTe3NHd92I/AAAAAAAADjk/KQEZp43Lzso/s1600/2704NM---Monolog+Eko+Tunas---NM.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/TGTe3NHd92I/AAAAAAAADjk/KQEZp43Lzso/s320/2704NM---Monolog+Eko+Tunas---NM.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5504769684548745058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;Eko Tunas&lt;/strong&gt;  (lahir  di Kota Tegal, Jawa Tengah, 18 Juli 1956) adalah salah satu sastrawan  Indonesia. Seniman serbabisa, ini menulis, melukis, dan berteater sejak  masih duduk di bangku SMA. Saat ini tinggal dan menetap di Kota  Semarang. Ratusan tulisan (puisi, cerpen, novel, dan esai) tersebar di  berbagai media massa antara lain; Pelopor Yogya, Masa Kini, Bernas,  Kedaulatan Rakyat, Suara Merdeka, Wawasan, Cempaka, Bahari, Dharma,  Surabaya Pos, Jawa Pos, Sinar Harapan, Suara Pembaruan, Suara Karya,  Pelita, Republika, Kompas, dan Horison.  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tahun 1976 ia masuk Sekolah Tinggi Seni Rupa Indonesia (STSRI)  Yogyakarta jurusan Seni Lukis, dan bergabung di Sanggarbambu. Selama di  Yogya, ia bergaul akrab dengan Emha Ainun Nadjib, Ebiet G Ade, dan EH  Kartanegara. Beberapa kali mengikuti pameran besar Sanggarbambu, dan  pameran Tiga Muda di Tegal, tahun 1978 bersama Wowok Legowo dan Dadang  Christanto. Tahun 1981 masuk IKIP Semarang jurusan Seni Rupa, dan  mengikuti pameran mahasiswa di Semarang dan Jakarta.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Novelnya, Wayang Kertas, memenangkan Sayembara Cipta Cerita  Bersambung Suara Merdeka, tahun 1990. Beberapa cerpennya diterbitkan  bersama oleh Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) dalam buku Bidadari Sigarasa,  tahun 2002, dan dibacakan di Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta.  Kumpulan puisi yang pernah diterbitkan antara lain; Puisi-puisi Dolanan  (1978), dan Yang Terhormat Rakyat (2000).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tahun 1978, bersama Yono Daryono dan YY Haryoguritno mendirikan  Teater RSPD Tegal dan Studi Grup Sastra Tegal (SGST). Naskah pertama  yang dipentaskan adalah Martoloyo Martopuro, sebagai penulis, sutradara,  dan sekaligus pemeran utama. Hijrah ke Semarang pada tahun 1981 masih  menulis naskah drama untuk Teater RSPD yang disutradarai oleh Yono  Daryono, juga untuk Teater Lingkar Semarang. Bergabung di Teater Dhome  (1980) dan Teater Balling Semarang (2000). Mendirikan Teater Pedalangan  Semarang, tahun (1990). Kini acapkali mementaskan monolog di beberapa  kota di Indonesia. Menulis syair lagu untuk kelompok musik terapi jiwa  Jayagatra Ungaran (2000—sekarang). Sering kali diundang sebagai  juri/pembicara dalam kompetisi/diskusi-diskusi sastra, teater, maupun  seni rupa.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Naskah Drama&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;1. Martoloyo Martopuro&lt;br /&gt;2. Ronggeng Keramat&lt;br /&gt;3. Menunggu Tuyul&lt;br /&gt;4. Gerbong&lt;br /&gt;5. Sang Koruptor&lt;br /&gt;5. Langit Berkarat&lt;br /&gt;6. Rumah Tak Berpintu&lt;br /&gt;7. Palu Waktu&lt;br /&gt;8. Surat dari Tanah Kelahiran&lt;br /&gt;9. Meniti Buih&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8453728092349622393-4898137889144202643?l=tegal-city.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tegal-city.blogspot.com/feeds/4898137889144202643/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2010/08/eko-tunas.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/4898137889144202643'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/4898137889144202643'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2010/08/eko-tunas.html' title='Eko Tunas'/><author><name>Blogqu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SouNmwcGvvI/AAAAAAAACmc/QYcR4kMg-GE/S220/blogqu.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/TGTe3NHd92I/AAAAAAAADjk/KQEZp43Lzso/s72-c/2704NM---Monolog+Eko+Tunas---NM.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8453728092349622393.post-6137814509203782068</id><published>2010-08-19T13:41:00.001+08:00</published><updated>2010-08-19T13:43:04.412+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Limbad'/><title type='text'>Limbad Hilangkan Buah Zakar Wartawan saat Sidang Syaukani</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/TGzEV6RvvUI/AAAAAAAADls/g4X6KLO-sLg/s1600/Limbad5.jpg2_.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 219px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/TGzEV6RvvUI/AAAAAAAADls/g4X6KLO-sLg/s320/Limbad5.jpg2_.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5506992325067259202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Mbah Liem (Limbad saat belum bergelar master, red) terpejam, sementara  tangan kanannya menjabat erat tangan salah seorang wartawan asal Kaltim,  yang datang meliput sidang dugaan korupsi Syaukani.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Suasana berubah tegang, saat Mbah Liem meminta sang wartawan memegangi  buah zakarnya. Perintah itu pun dituruti, dan mendadak wajah wartawan  menjadi pucat pasi. "Loh, kemana? Kok bisa hilang. Kemana ya mbah?"  tanya wartawan tersebut sambil meraba-raba bagian bawah celananya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; "Mau kembali nggak?" tanya Mbah Liem sambil melempar senyum. "Mau dong  mbah. Ini kok bisa hilang bagaimana ini, nanti istriku bisa marah,"  pinta wartawan dengan nada memelas. Bukannya dikembalikan, Mbah Liem  malah meminta salah satu rekan wartawan yang lain, untuk ikut membantu  meraba-raba. Maksud Mbah Liem untuk membuktikan dirinya benar-benar  telah menghilangkan 'barang' milik kawannya itu. "Iya mbah, nggak ada,"  celetuknya sembari ikut meraba-raba celana temannya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Sejenak Mbah Liem lalu menutup matanya dan menundukkan kepala.  Rambutnya yang gimbal, panjang terurai sedikit menghalangi wajahnya yang  dihiasi kumis dan janggut lebat. "Sudah, sudah kembali. Coba aja  dicek," ujarnya kepada wartawan. "Iya mbah sudah ada, makasih ya sudah  dikembalikan," ucap wartawan. Melihat aksi hari itu, sosok Mbah Liem  langsung dikenal di persidangan Syaukani.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Tidak hanya aksi menghilangkan "barang" orang lain, pria kelahiran  Tegal 6 Juli 1972 ini juga memiliki banyak kemampuan yang susah untuk  dinalar. Mulai dari memotong tangan dan bisa tersambung kembali, makan  beling, sampai dengan terbang yang diakuinya pernah ditunjukkan di depan  Syaukani sewaktu di Tenggarong, sekitar 1 tahun lalu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; "Saya belajar ilmu ini dari sesepuhan ilmu Jawa yang didapat dari  penerus Wali Songo," ujarnya sembari menghisap rokoknya. Dirinya belajar  ilmu spiritual itu sejak duduk di SMP kelas 1. Tidak hanya berguru pada  satu orang, tapi Mbah Liem berguru dengan banyak orang dari Sabang  sampai Merauke, bahkan hingga ke Thailand.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Mbah Liem sering muncul di persidangan Syaukani karena dirinya telah  menjadi penasehat spiritual Syaukani. Ia kenal Bupati Kukar itu sekitar 2  tahun lalu di Tenggarong, diperkenalkan kawannya. "Awalnya teman saya  minta tolong diperlihatkan bagaimana sosok Syaukani itu. Dari hasil  ritual saya puasa 3 hari, saya melihat bahwa sosok Syaukani itu seorang  pemimpin berjiwa besar dan memiliki jiwa sosial yang tinggi," kata Mbah  Liem.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Mengenai kasus yang menimpa Syaukani, Mbah Liem tidak berani  berkomentar. Ia mengatakan semua itu ditentukan Allah, jadi tidak perlu  memprediksi. Akan tetapi ia sering mengingatkan dan memberi nasehat,  semisal Syaukani akan mengambil langkah. "Soalnya bapak ini diserang  banyak musuh politik. Mereka juga banyak yang pakai ilmu hitam. Saya  disini ikhlas untuk membantu beliau, tidak pernah minta bayaran," ucap  pria yang dikenal murah senyum ini.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Sosok Mbah Liem tidak seseram penampilannya yang senang mengenakan  jaket kulit dan busana serba hitam ini. Ia mengatakan bahwa dirinya  muslim yang taat dan takut kepada Allah. Selain menjadi penasehat  Syaukani, Mbah Liem juga sering menjadi penasehat spiritual pejabat dan  artis. Ia juga kerap menjadi pemain sinetron yang menghiasi layar kaca.  Sebut saja sinetron 'Begini Salah Begitu Benar' bareng 'Dewi Dewi Dokter  Cinta', Kuntilanak, dan Wanita Dzikir. "Peran saya kebanyakan jadi  figuran sih, jadi penjahat, jadi paranormal, tapi hati saya baik kok,"  ujar pria yang mendapat gelar Profesor dan Doktor dari Universitas  Kesejahteraan Muslim di Depok ini.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8453728092349622393-6137814509203782068?l=tegal-city.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tegal-city.blogspot.com/feeds/6137814509203782068/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2010/08/limbad-hilangkan-buah-zakar-wartawan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/6137814509203782068'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/6137814509203782068'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2010/08/limbad-hilangkan-buah-zakar-wartawan.html' title='Limbad Hilangkan Buah Zakar Wartawan saat Sidang Syaukani'/><author><name>Blogqu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SouNmwcGvvI/AAAAAAAACmc/QYcR4kMg-GE/S220/blogqu.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/TGzEV6RvvUI/AAAAAAAADls/g4X6KLO-sLg/s72-c/Limbad5.jpg2_.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8453728092349622393.post-3893443854064730419</id><published>2010-08-17T13:44:00.000+08:00</published><updated>2010-08-17T13:44:00.697+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><title type='text'>Yono Daryono - Seniman Teater</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/TGTdB11DDSI/AAAAAAAADjc/JcDxGgI-sJk/s1600/yono.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 127px; height: 154px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/TGTdB11DDSI/AAAAAAAADjc/JcDxGgI-sJk/s320/yono.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5504767668252773666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dikenal sebagai tokoh teater Jawa Tengah, lahir di Tegal, Jawa Tengah, 25 Maret 1955. Tahun 1978, bersama Eko Tunas dan YY Haryo Guritno serta kawan-kawan lainnya, mendirikan Teater RSPD. Teater RSPD yang dipimpinnya telah banyak menggarap lakon-lakon drama dan dipentaskan tidak saja di kotanya tetapi juga di beberapa kota antara lain, Pekalongan, Semarang, Surakarta, Banyumas, Cirebon, Padang, Sumatera Barat dan Solo (Temu Teater Nasional 1986 &amp;amp; 1993).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Sutradara terbaik tingkat Jawa Tengah tahun 1986 ini, tercatat beberapa kali pentas di Taman Ismail Marzuki &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Tahun 1986, pentas Roro Mendut di TIM. Tahun 1997, pentas dalam acara Pasar Tontonan Jakarta di TIM bersama N. Riantiarno.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Selain berkecimpung dalam dunia teater, Yono juga aktif menulis lakon drama, puisi dan cerpen. Mulai menulis ketika kelas dua SMA lewat karyanya berbentuk sajak, artikel, dan cerpen yang dimuat di beberapa surat kabar dan majalah seperti, Gadis, Kartini, Suara Karya, Jayakarta, Sinar Harapan, Mutiara, Merdeka, Suara Merdeka, Wawasan, Majalah Sastra Horison dll.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Tahun 1981, mendirikan Studi Group Sastra Tegal (SGST). Lakon drama yang ia tulis antara lain Umar Khatob (1982), Roro Mendut (1983), Masih Muda (1983), Ronggeng-Ronggeng (1986), Mandor (1987), Braen (1987), Adipati Anom (menjadi salah satu pemenang penulisan naskah drama terbaik se-Jateng,1988), Palagan Kurusetra (1991), Opera Gajah Atawa Abrahah (2003), Opera Sebayu (2006), Sunan Panggung (2007) pernah dipentaskan di Tegal, 9 Februari 2008, dan Taman Budaya Surakarta, 11 April 2008 , Opera Brandal Mas Cilik (2008), dll. Petilan naskah dramanya Ronggeng-Ronggeng masuk dalam Antologi Horison Sastra &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; (2002). Naskahnya Sunan Panggung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Beberapa karya puisinya masuk antologi antara lain, Antologi Puisi Jawa Tengah (1994), Dari Negeri Poci 1 (Pustaka Sastra 1994). Karya cerpen Seh Malang Sumirang, dimuat di Harian Suara Merdeka (1 Juli 2007) mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan sebagai cerpen sufi yang diperhitungkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Selain sastra dan teater, ia juga menekuni bidang film. Lulusan Kursus Sinematografi Yayasan Citra Jakarta 1991, ini beberapa kali membintangi film dan sinetron, baik sebagai pemain pembantu maupun pemain utama. Sebagai pemain utama, pernah masuk nominator pemeran utama pria terbaik Festival Sinetron tahun 1995 lewat judul Jejak Sang Guru, karya Imam Tantowi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Kini ia menetap di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; Tegal. Telah banyak aktivitas yang ia lakukan untuk kota kelahirannya antara lain mempelopori terbentuknya Dewan Kesenian kota Tegal dan menjadi pengurus Dewan Kesenian Kesenian Jawa Tengah, menyelenggarakan festival a la carte bersama Luluk Purwanto di Tegal (2004), menggagas dan menyelenggarakan Konggres Bahasa Tegal I (2006).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Dosen Luar Biasa di FKIP UPS Tegal, jurusan Bahasa dan Sastra, Bidang Studi Drama ini juga dipercaya menggarap drama kolosal di Alun-Alun Kota Tegal, Yang di pentaskan setiap hari Jadi Kota Tegal, 12 April, sejak tahun 2002. Tahun 2008, menyutradarai drama kolosal dalam bentuk opera berjudul Brandal Mas Cilik yang melibatkan 150 pemain. Kini, kegiatannya sehari-harinya sebagai Pengelola Radio Sebayu Pro FM, dan koresponden RCTI.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8453728092349622393-3893443854064730419?l=tegal-city.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tegal-city.blogspot.com/feeds/3893443854064730419/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2010/08/yono-daryono-seniman-teater.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/3893443854064730419'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/3893443854064730419'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2010/08/yono-daryono-seniman-teater.html' title='Yono Daryono - Seniman Teater'/><author><name>Blogqu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SouNmwcGvvI/AAAAAAAACmc/QYcR4kMg-GE/S220/blogqu.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/TGTdB11DDSI/AAAAAAAADjc/JcDxGgI-sJk/s72-c/yono.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8453728092349622393.post-5997944042403823052</id><published>2010-08-13T13:35:00.002+08:00</published><updated>2010-08-13T13:36:11.034+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><title type='text'>Ki Enthus Susmono</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/TGTZryMgNwI/AAAAAAAADjM/_oGuvdYl00s/s1600/enthus.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/TGTZryMgNwI/AAAAAAAADjM/_oGuvdYl00s/s320/enthus.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5504763990785406722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dilahirkan dari keluarga dalang, Enthus Susmono lahir pada tanggal 21  Juni 1966 di Desa Dampyak, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal. Ia adalah  anak satu-satunya Soemarjadihardja, dalang wayang golèk terkenal di  Tegal, dengan istri ketiga yang bernama Tarminah, bahkan R.M.  Singadimedja, kakek moyangnya, adalah dalang terkenal dari Bagelen pada  masa pemerintahan Sunan Amangkurat di Mataram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KI Enthus Susmono  dengan segala kiprahnya yang kreatif , inovatif serta intensitas  eksplorasi yang tinggi telah membawa dirinya menjadi salah satu dalang  kondang dan terbaik yang dimiliki negeri ini. Pikiran dan darah segarnya  mampu menjawab tantangan dan tuntutan yang disodorkan oleh dunianya,  yaitu jagad pewayangan. Gaya sabetannya yang khas kombinasi sabet wayang  golek dan wayang kulit membuat pertunjukannya berbeda dengan  dalang-dalang lainnya. Ia juga memiliki kemampuan dan kepekaan dalam  menyusun komposisi musik baik modern maupun tradisi (gamelan). Kekuatan  mengintrepretasi dan mengadaptasi cerita serta kejelian membaca isu-isu  up to date membuat gaya pakelirannya menjadi hidup dan interaktif.  Didukung eksplorasi pengelolaan ruang artisitik kelir menjadikannya  lakon-lakon yang ia bawakan bak pertunjukan opera wayang yang  komunikatif, spektakuler, aktual dan menghibur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia adalah salah  satu dalang yang mampu membawa pertunjukan wayang menjadi media  komunikasi dan dakwah yang efektif. Pertunjukan wayangnya kerap  dijadikan sebagai ujung tombak untuk menyampaikan program-program  pemerintah kepada masyarakat, seperti: kampanye anti narkoba, HIV/Aids,  HAM, Global Warming, program KB, kampanye pemilu damai,sosialisasi  Mahkamah Konstitusi RI dan lain-lain Disamping dia juga aktif mendalang  di beberapa pondok pesantren melalui media Wayang Wali Sanga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemahiran  dan “kenakalannya” mendesign wayang-wayang baru/kontemporer seperti  wayang Goerge Bush, Saddam Husein, Osama bin Laden, Gunungan Tsunami  Aceh, Gunungan Harry Potter, Batman, wayang alien, wayang tokoh-tokoh  politik dan lain-lain membuat pertunjukan wayangnya selalu segar, penuh  daya kejut dan mampu menembus beragam segment masyarakat. Ribuan  penonton selalu membanjiri saat ia mendalang. Keberaniannya melontarkan  kritik terbuka dalam setiap pertunjukan wayangnya, memposisikan tontonan  wayang bukan sekedar media hiburan melainkan adalah sebagai media  alternatif untuk menyampaikan aspirasi masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baginya,  wayang adalah sebuah kesenian tradisi yang tumbuh dan harus selalu  dimaknai kehadiriannya agar tidak beku dalam kemandegan. Daya kreatif  dan inovasinya telah mewujud dalam berbagai bentuk sajian wayang, antara  lain: wayang wali, wayang planet (2001-2002), Wayang Wali (2004-2005),  Wayang Prayungan,  Wayang Rai Wong (2004-2006), Wayang Blong (2007) dan  lain-lain. Museum Rekor Dunia Indonesia-pun (MURI) menganugerahi dirinya  sebagai dalang terkreatif dengan kreasi jenis wayang terbanyak (1491  wayang). Dan beberapa wayang kreasinya telah dikoleksi oleh beberapa  museum di dunia seperti TROPEN Museum di Amsterdam-Belanda, Museum of  Internasional Folk Arts (MOIFA) di New Meksiko dan Museum Wayang Walter  Angts di Jerman Semuanya tak lain dimuarakan untuk meningkatkan  apresiasi masyarakat luas terhadap wayang, penajaman pasar dan  membumikan kembali wayang kulit di tanah air tercinta ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada  tahun bulan Januari 2009, Karya Wayang Kulit Ki Enthus dipamerkan dalam  event bergengsi di Museum Tropen Belanda dengan tajuk “ Wayang Superstar  The Theatre World of Ki Enthus Susmono. Kemudian pada bulan Juni 2009  Ki Enthus menggelar serangkain tour pentas wayang “DEWA RUCI” di  beberapa Negara seperti Belanda, Perancis dan Korea Selatan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8453728092349622393-5997944042403823052?l=tegal-city.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tegal-city.blogspot.com/feeds/5997944042403823052/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2010/08/ki-enthus-susmono.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/5997944042403823052'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/5997944042403823052'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2010/08/ki-enthus-susmono.html' title='Ki Enthus Susmono'/><author><name>Blogqu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SouNmwcGvvI/AAAAAAAACmc/QYcR4kMg-GE/S220/blogqu.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/TGTZryMgNwI/AAAAAAAADjM/_oGuvdYl00s/s72-c/enthus.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8453728092349622393.post-4896698094120716226</id><published>2010-08-13T13:11:00.001+08:00</published><updated>2010-08-13T13:14:38.264+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tegalan'/><title type='text'>Babak belur nyolong sendal jepit</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/TGTUsMvoYQI/AAAAAAAADjE/IXgP38CcKFY/s1600/sandal-jepit.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 237px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/TGTUsMvoYQI/AAAAAAAADjE/IXgP38CcKFY/s320/sandal-jepit.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5504758500353925378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kiye maning crita si Jabrik karo Si Dasmad...&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Critane si Jabrik karo dasmad lagi mlaku laku neng alun-alun Tegal minggu esuk. Tembe separo ubengan Dasmad njaluk mandeg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Brik.. uwis brik, aja mlaku maning... enyong sikile wis kesel keh..." Keluhe Dasmad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lha kepriben, durung seubengan wis njaluk mandeg. Payah ente Mad". Jawabe Jabrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya kyeh, njagong delat yuh.. sekalian mangan kupat bongkok oh, oke.. tapi kowen sing bayar ya ". Ngomone Dasmad.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;        &lt;br /&gt;"Kuweh.. amak amak enyong sing bayar, mbok ya sekali kali ente sing mbayari enyong, Ya wis dari pada ente rewel bae".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhire  Jabrik karo Dasmad mangan kupat bongkok neng pinggir alun alun... Lagi  asik asik mangan, Si Dasmad mulai crita ngalor ngidul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Brik.. enak ya dadi koruptor, bisa mangan enak, duwe mobil trus duwe umah gede". Oceh Dasmad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Enak kepriwe Mad, Saiki pan korupsi kiye angel soale ana KPK. Trus kowen pan korupsi apa Mad, pejabat ya dudu.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ora kaya kuwe Brik... Wingi aku ndelengna bocah melasi temen... Sirae babak belur pan is dead.. wis cengap cengap ambekane..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Si kenapa Mad ??" Jabrik keheranan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya  wingi ana bocah konangan nyolong sendal jepit Brik. Trus dihajar massa  sampe babak belur ra karuan. Melasi ndelengnane... Beda karo koruptor  sing nyolong duit rakyat milyaran rupiah. Ora diapak apakna. Dipenjara  sih iya tapi ora suwe wis bebas. Duite esih akeh.." Celoteh Dasmad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya  ya brik, nyolong sepira ora, dadi bulan bulanan massa plus dipenjara,  nyolong milyaran rupiah mung dipenjara tok malah ana sing bebas..  kepriwe donge..., lah terus sing nyolong sendal ditulungi sapa Mad..  Ente ???"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, dudu aku lah sing nulung. Bapak polisi keburu  teka. Payah Brik padahal aku durung puas njotos sirae malinge ". Celoteh  Dasmad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lhah, jebule kowen melu melu njotos Mad ?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya lah, wong sing dicolong sendale enyong...". Jawab Dasmad nyante&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Halah.. ente, mbokan nulungi malah melu melu nggebuki, Dasmad - dasmad...&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8453728092349622393-4896698094120716226?l=tegal-city.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tegal-city.blogspot.com/feeds/4896698094120716226/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2010/08/babak-belur-nyolong-sendal-jepit.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/4896698094120716226'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/4896698094120716226'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2010/08/babak-belur-nyolong-sendal-jepit.html' title='Babak belur nyolong sendal jepit'/><author><name>Blogqu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SouNmwcGvvI/AAAAAAAACmc/QYcR4kMg-GE/S220/blogqu.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/TGTUsMvoYQI/AAAAAAAADjE/IXgP38CcKFY/s72-c/sandal-jepit.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8453728092349622393.post-664596418909280509</id><published>2010-07-23T17:16:00.001+08:00</published><updated>2010-07-23T17:17:59.584+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kuliner'/><title type='text'>Sauto Soto dengan Tauco</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/TEleMig06pI/AAAAAAAADgs/OWjOaO_K_o0/s1600/1530517p.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/TEleMig06pI/AAAAAAAADgs/OWjOaO_K_o0/s320/1530517p.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5497028389698333330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;JIKA&lt;/strong&gt; melintasi Kota Tegal di jalur pantai utara Jawa  Tengah, sempatkanlah singgah di warung soto Moro Tresno di kawasan  Alun-alun Tegal. Anda akan merasakan bagaimana kegemaran orang Tegal  terhadap tauco berpengaruh pada cita rasa soto.&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Karena soto versi  Tegal ini sering dicampur tauco, namanya jadi sauto. Suatu hari pada  awal Februari lalu, kami mengunjungi warung sauto terkenal yang terletak  agak tersembunyi di sudut timur laut Alun-alun Kota Tegal itu.  Ciri-cirinya, dekat kantor polisi, di sampingnya terdapat semacam pintu  celah kecil di sebuah tembok berwarna putih. Di balik tembok putih itu  terdapat kompleks jajanan khas Tegal yang dinamakan Pasar Senggol.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tak  lama setelah memesan, sauto khas Tegal itu sudah datang ke meja makan.  Tampangnya sih tidak beda-beda jauh dengan soto yang biasa ditemui di  kota mana pun di Nusantara. Kuah bening berwarna kecoklatan dengan  segala isian soto ditampung di sebuah mangkuk bulat.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Rasanya gurih  dan segar. Hanya saja, dengan tambahan tauco, ada sentuhan rasa asam  dan aroma eksotik khas tauco, yang mengingatkan pada masakan swike.  Tentu saja, bumbu beraroma tajam seperti tauco ini tidak disukai semua  orang. Itu sebabnya, warung Moro Tresno dengan senang hati akan  menyajikan soto standar tanpa tauco kepada mereka yang bukan penggemar  tauco.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Gemar&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;H Mohamad Ghufron Ridho (60),  pemilik warung Moro Tresno, mengaku tak tahu sejak kapan tauco menjadi  campuran bumbu soto di Tegal. Hanya saja, selama ini masyarakat Tegal  sangat lekat dengan tauco sebagai salah satu bumbu untuk jenis masakan  apa pun. ”Orang Tegal itu senang sama tauco. Masakan apa pun dikasih  tauco. Oseng-oseng kangkung saja dikasih tauco,” tutur Caup, panggilan  akrab Mohamad Ghufron.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Di Moro Tresno, yang sudah buka sejak 1976,  selain tauco yang sudah dicampurkan dalam soto sesuai porsi, Caup juga  menyediakan tauco tambahan di meja bagi pembeli yang menginginkan  ”sengatan” rasa tauco lebih tajam.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Bahan sauto di warung Moro  Tresno menggunakan dua pilihan isi, yakni daging ayam atau babat dan  jeroan sapi lainnya. Selain itu, pada semangkuk sauto juga ditambahkan  nasi, taoge, daun bawang, dan bawang goreng.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sebelum dimasukkan  dalam mangkuk, daging ayam atau jeroan sudah dimasak terlebih dahulu.  Taoge dan bawang goreng juga diguyur menggunakan air mendidih terlebih  dahulu sehingga sedikit layu.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Selain rasa khas tauco yang sedikit  asam dan gurih, pada masakan tersebut juga terselip rasa pedas, dari  bumbu merica halus yang ditaburkan di atas soto. Aroma rempah-rempah itu  juga menambah sedap dan gurih masakan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Menurut Caup, tauco di  warungnya ia datangkan dari Pemalang yang sudah jadi langganannya selama  ini. Dia mengaku, bumbu sautonya tak jauh beda dengan sauto-sauto lain  di Tegal, tetapi ia memberikan sentuhan resep rahasia spesial pada sauto  di warungnya. ”Saya dulunya kerja di warung sauto juga. Dari sana  belajar bikin sauto dengan melihat orang lain masak, lalu saya bikin  sendiri dengan ditambahi bumbu-bumbu sendiri,” ujar dia.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Pilihan  menu&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Meski menyandang nama warung sauto, tetapi Moro  Tresno juga menyediakan sederetan menu standar warung makan di kawasan  Jawa Tengah, mulai dari mi godog, gule dan sate kambing, sampai nasi  campur (rames) dan nasi lengko khas Tegal.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Waktu itu bukan malam  Minggu atau malam hari libur lainnya, tetapi pengunjung warung cukup  banyak. Menurut Caup, memang hampir setiap hari warungnya dipenuhi  pengunjung selama jam buka dari pukul 09.00-23.00. ”Omzetnya rata-rata  Rp 5 juta per hari dengan harga sauto sekarang ini Rp 8.000 per  mangkuk,” ungkapnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tentu saja pengunjungnya akan meningkat tajam  saat libur akhir pekan atau hari besar. Warung Moro Tresno buka  sepanjang tahun, bahkan saat Lebaran sekali pun. Menurut Caup, warungnya  hanya libur pada 15 hari pertama bulan puasa. Separuh kedua bulan puasa  sampai Lebaran, warungnya buka kembali dari pukul 17.00-24.00. ”Untuk  melayani orang yang berbuka puasa dan sahur,” kata Caup, yang menerapkan  filosofi pelayanan ”cepat, ramah, dan sopan” di warungnya itu.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hingga  saat ini, Caup masih menjaga sendiri warungnya meski sudah tidak  sepanjang hari seperti dulu. Kini, giliran jaga di warung tersebut  dibagi dalam tiga giliran dengan keponakan dan istrinya. ”Saya dapat  jatah jaga dari pukul 5 sore sampai 11 malam,” tutur Caup, yang  mempekerjakan 20 karyawan di Moro Tresno.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Saat ini, Caup sedang  mempersiapkan pembukaan cabang warung sauto Moro Tresno di kawasan Kota  Slawi, ibu kota Kabupaten Tegal, tahun depan.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8453728092349622393-664596418909280509?l=tegal-city.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tegal-city.blogspot.com/feeds/664596418909280509/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2010/07/sauto-soto-dengan-tauco.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/664596418909280509'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/664596418909280509'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2010/07/sauto-soto-dengan-tauco.html' title='Sauto Soto dengan Tauco'/><author><name>Blogqu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SouNmwcGvvI/AAAAAAAACmc/QYcR4kMg-GE/S220/blogqu.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/TEleMig06pI/AAAAAAAADgs/OWjOaO_K_o0/s72-c/1530517p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8453728092349622393.post-6845665751807911580</id><published>2010-07-23T17:12:00.001+08:00</published><updated>2010-07-23T17:14:50.687+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kuliner'/><title type='text'>"Moci Bae... Kayak Wong Tuwa"</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/TEldeQp87fI/AAAAAAAADgk/bJr8B83w1UM/s1600/3909921p.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/TEldeQp87fI/AAAAAAAADgk/bJr8B83w1UM/s320/3909921p.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5497027594630786546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;code&gt;Jangan mengaku  orang asli Tegal bila tidak suka minum teh. Bagi masyarakat pesisir  utara Jawa Tengah ini, teh menjadi bagian hidup sehari-hari. Tradisi ini  berakar sejak ratusan tahun lalu. &lt;/code&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;code&gt; &lt;/code&gt;&lt;br /&gt;&lt;code&gt; Begitu melekatnya teh dalam kehidupan masyarakat Tegal sampai ada  istilah ”moci bae, kayak wong tuwa” dalam bahasa percakapan sehari-hari  orang Tegal. Istilah dalam konteks olok-olok ini biasa dilontarkan anak  muda kepada teman seusianya yang gemar minum teh seduhan dalam poci.  Namun, bisa juga untuk menyindir seseorang yang gemar mengobrol tanpa  henti.&lt;/code&gt;&lt;br /&gt;&lt;code&gt; &lt;/code&gt;&lt;br /&gt;&lt;code&gt; Moci adalah kebiasaan orang Tegal yang suka minum teh seduh dalam poci  gerabah. Sebelum diminum, teh panas yang warnanya pekat itu dituang  lebih dulu ke dalam cangkir-cangkir kecil berisi gula batu. Kombinasi  teh pekat dengan manisnya gula batu ini yang membuat teh Tegal populer  dengan nama ”nasgitel”, kependekan dari panas, legi (manis), dan kenthel  (pekat) atau ”wasgitel”, yang artinya wangi, panas, legi, kenthel.&lt;/code&gt;&lt;br /&gt;&lt;code&gt; &lt;/code&gt;&lt;br /&gt;&lt;code&gt; Kebiasaan moci orang Tegal bisa dilihat di warung-warung makan, tempat  lesehan pinggir jalan, hingga rumah makan yang cukup besar di seluruh  Kota Tegal. Di sepanjang jalan protokol Kota Tegal, seperti Jalan Ahmad  Yani, Jalan Diponegoro, Jalan DI Panjaitan, dan Jalan Cokroaminoto,  tenda-tenda lesehan yang menyediakan teh poci buka hingga pukul 02.30.&lt;/code&gt;&lt;br /&gt;&lt;code&gt; &lt;/code&gt;&lt;br /&gt;&lt;code&gt; Di bagian lain, di Jalan Kapten Sudibyo, sebuah rumah makan besar yang  menjual sate kambing baru tutup sekitar pukul 24.00. Bagi orang Tegal,  sate kambing merupakan salah satu ”teman” paling pas untuk moci. ”Di  Tegal, makanan apa saja cocok untuk teman minum teh. Tidak ada  pakemnya,” ujar Yono Daryono, budayawan Tegal. Di kota itu, selain teh,  juga banyak ditemukan warung sate kambing.&lt;/code&gt;&lt;br /&gt;&lt;code&gt; &lt;/code&gt;&lt;br /&gt;&lt;code&gt; Biasanya orang baru moci bila ada teman untuk diajak minum teh. Pada  saat moci itulah obrolan bisa mengalir hingga menjelang dini hari. ”Ada  yang baru pergi setelah warung mau tutup,” kata Dani (24), pemilik tenda  lesehan Ropang di Jalan Ahmad Yani, Tegal.&lt;/code&gt;&lt;br /&gt;&lt;code&gt; &lt;/code&gt;&lt;br /&gt;&lt;code&gt; Meski harga satu set teh poci dengan dua cangkir cukup murah, yaitu Rp  6.000, selalu saja ada pembeli yang ”nakal” ingin mencari gratisan.  Rifai (48), pemilik Lesehan Ponggol Ibu Ranti Mejabung di Jalan Arjuna,  pernah mendapati seorang pembeli tak juga beranjak pergi meski sudah  lebih dari tiga jam moci di warungnya.&lt;/code&gt;&lt;br /&gt;&lt;code&gt; &lt;/code&gt;&lt;br /&gt;&lt;code&gt; Setelah ditelisik, ternyata pembeli tadi membawa teh dan gula batu  sendiri dari rumah. ”Saya melihat sendiri mereka mengeluarkan teh dan  gula batu dari kantong baju,” kata Rifai yang sejak saat itu kapok  menyajikan teh dalam poci.&lt;/code&gt;&lt;br /&gt;&lt;code&gt; &lt;/code&gt;&lt;br /&gt;&lt;code&gt; Membentuk selera&lt;/code&gt;&lt;br /&gt;&lt;code&gt; &lt;/code&gt;&lt;br /&gt;&lt;code&gt; Tegal, kota yang posisi geografisnya di dataran rendah, sebenarnya tidak  memiliki perkebunan teh. Namun, tradisi minum teh di daerah ini sangat  kental dibandingkan dengan di kota lain yang juga berada di pesisir  utara Jawa Tengah.&lt;/code&gt;&lt;br /&gt;&lt;code&gt; &lt;/code&gt;&lt;br /&gt;&lt;code&gt; Antropolog dari Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, Pande Made  Kutanegara, mengatakan, jauh sebelum tanaman teh datang ke Indonesia  sekitar abad ke-17, Tegal sudah memiliki budaya minum teh yang berakar  dari China.&lt;/code&gt;&lt;br /&gt;&lt;code&gt; &lt;/code&gt;&lt;br /&gt;&lt;code&gt; Pada masa lalu, daerah pantai utara Jawa Tengah, termasuk Tegal,  merupakan jalur perdagangan yang ramai karena Tegal memiliki pelabuhan  besar. Sebelum ada tanaman teh di Indonesia, teh yang dikonsumsi di  Tegal didatangkan langsung dari China.&lt;/code&gt;&lt;br /&gt;&lt;code&gt; &lt;/code&gt;&lt;br /&gt;&lt;code&gt; Belanda yang membawa masuk tanaman teh ke Indonesia kemudian menetapkan  sistem tanam paksa dan salah satu komoditasnya adalah teh. Produk teh  yang berkualitas sebagian besar diekspor ke Belanda dan Eropa, sementara  teh sisa yang mutunya rendah diambil oleh para pekerja pribumi.&lt;/code&gt;&lt;br /&gt;&lt;code&gt; &lt;/code&gt;&lt;br /&gt;&lt;code&gt; ”Kondisi itu membentuk selera konsumsi orang Tegal terhadap teh. Sampai  sekarang mereka terbiasa minum teh yang sepet dan pekat,” kata Pande,  yang pernah melakukan penelitian tentang teh. Rasa sepet itu, menurut  Pande, berasal dari batang teh yang ikut digiling bersama daun teh  sehingga menghasilkan teh berkualitas rendah. Dalam perkembangannya, teh  di Tegal kemudian diolah dengan aroma bunga melati agar lebih enak  dinikmati.&lt;/code&gt;&lt;br /&gt;&lt;code&gt; &lt;/code&gt;&lt;br /&gt;&lt;code&gt; Sejarah boleh membentuk selera. Yang jelas, selera terhadap cita rasa  teh yang agak sepet itu justru membuka peluang bagi pengusaha untuk  membuka pabrik teh di Tegal. Sekarang ini di Tegal ada empat pabrik teh  besar yang menguasai pasar dalam negeri, yaitu teh 2 Tang, Teh Poci, Teh  Tong Tji, dan Teh Gopek. Keempat pabrik teh itu berdiri hampir  bersamaan, yaitu sekitar tahun 1940-an.&lt;/code&gt;&lt;br /&gt;&lt;code&gt; &lt;/code&gt;&lt;br /&gt;&lt;code&gt; Kehadiran empat pabrik teh di Tegal, menurut Eko Handoko (34), generasi  ketiga pemilik teh 2 Tang, karena posisi Tegal dekat dengan Pekalongan  yang menjadi daerah perkebunan melati. Sebagian besar teh yang diproses  di Tegal adalah teh beraroma bunga melati. Di wilayah Tegal sendiri  sekarang sudah ada perkebunan bunga melati yang dikelola oleh  masyarakat, yaitu di Desa Suradadi dan Sidoharjo.&lt;/code&gt;&lt;br /&gt;&lt;code&gt; &lt;/code&gt;&lt;br /&gt;&lt;code&gt; Citra Tegal sebagai kota teh dimanfaatkan oleh keempat pabrik teh  tersebut untuk berebut memasang logo pabrik mereka di setiap rumah  makan. Sepanjang pengamatan, tidak ada warung makan yang tidak memasang  logo teh 2 Tang, Teh Poci, Teh Tong Tji, atau Teh Gopek di warungnya.&lt;/code&gt;&lt;br /&gt;&lt;code&gt; &lt;/code&gt;&lt;br /&gt;&lt;code&gt; Bagi orang Tegal, teh bukan sekadar bahan baku untuk membuat minuman,  melainkan juga memiliki fungsi lain, salah satunya adalah sebagai  cendera mata. Ketika seseorang menggelar hajatan, bubuk teh dalam  kemasan kecil, yaitu sebesar kotak korek api, dibagikan kepada tamu  sebagai kenang-kenangan. Itulah bentuk cinta orang Tegal terhadap teh.&lt;/code&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8453728092349622393-6845665751807911580?l=tegal-city.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tegal-city.blogspot.com/feeds/6845665751807911580/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2010/07/moci-bae-kayak-wong-tuwa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/6845665751807911580'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/6845665751807911580'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2010/07/moci-bae-kayak-wong-tuwa.html' title='&quot;Moci Bae... Kayak Wong Tuwa&quot;'/><author><name>Blogqu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SouNmwcGvvI/AAAAAAAACmc/QYcR4kMg-GE/S220/blogqu.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/TEldeQp87fI/AAAAAAAADgk/bJr8B83w1UM/s72-c/3909921p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8453728092349622393.post-45681979071634159</id><published>2010-07-21T14:14:00.002+08:00</published><updated>2010-07-21T14:16:47.464+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><title type='text'>Cereal Band Dewa Musik Kota Tegal</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/TEaQnDUKFvI/AAAAAAAADf8/-H53ZqWMXLE/s1600/CrJcnkcwVo.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 250px; height: 171px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/TEaQnDUKFvI/AAAAAAAADf8/-H53ZqWMXLE/s320/CrJcnkcwVo.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496239395831420658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kota Tegal bukan  seperti kota-kota besar lainnya seperti Bandung, Jakarta, Surabaya, dan  Yogyakarta yang selalu menghasilkan musisi ternama. Namun lewat Cereal  band, Tegal bisa diakui punya musisi berkualitas. Cereal band disebut  dewa musik Kota Tegal.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;Cereal band dengan personel Deva (vokal),  Arinal (gitar), Joe (bas), Fian (gitar/keyboard), dan Yoki (drum) memang  sudah cukup terkenal di kawasan Tegal, Pekalangon, Brebes, dan  sekitarnya.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;Diakui Deva, dengan adanya Cereal band kota Tegal  menjadi kota terpandang khususnya di industri musik tanah air yang  selama ini belum ada yang menelurkan karya di musik.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;“Kami sudah  berdiri sejak 2001. Dengan adanya cereal band, Kota Tegal jadi punya  musisi, meskipun masih dibilang sebatas pendatang baru,” kata Deva saat  ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;Dengan  rasa percaya diri yang tinggi itulah, grup band pendatang baru ini  tidak ingin mengikuti tren musik melayu yang sedang berada di atas  angin.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;“Kami punya pilihan tersendiri dalam menghasilkan sebuah  karya, karena kami tidak ingin dibilang hanya ikut-ikutan saja,”  ungkapnya.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;Genre musik yang dipilih pun bisa terbilang sangat  ringan di telinga para pendengar. Mereka mengusung musik ”brithpop”,  seperti Coldplay dan Muse yang menjadi inspirasi dalam bermusik.&lt;span id="advenueINTEXT" name="advenueINTEXT"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="advenueINTEXT" name="advenueINTEXT"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="advenueINTEXT" name="advenueINTEXT"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;“Kami  memilih genre pop karena bagi genre itu paling mudah untuk dicerna dan  ada sentuhan &lt;em&gt;brithpop&lt;/em&gt;-nya, tapi kami tidak menjiplak karya &lt;em&gt;brithpop&lt;/em&gt;,”  pungkasnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8453728092349622393-45681979071634159?l=tegal-city.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tegal-city.blogspot.com/feeds/45681979071634159/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2010/07/cereal-band-dewa-musik-kota-tegal.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/45681979071634159'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/45681979071634159'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2010/07/cereal-band-dewa-musik-kota-tegal.html' title='Cereal Band Dewa Musik Kota Tegal'/><author><name>Blogqu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SouNmwcGvvI/AAAAAAAACmc/QYcR4kMg-GE/S220/blogqu.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/TEaQnDUKFvI/AAAAAAAADf8/-H53ZqWMXLE/s72-c/CrJcnkcwVo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8453728092349622393.post-5671318560961051409</id><published>2010-07-12T10:15:00.001+08:00</published><updated>2010-07-12T10:16:38.483+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><title type='text'>Batik Tegalan Butuh Perhatian</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/TDp68K-Eo6I/AAAAAAAADcw/iA0tBCWVTEU/s1600/batik.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 261px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/TDp68K-Eo6I/AAAAAAAADcw/iA0tBCWVTEU/s320/batik.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5492837869687186338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Banyaknya pengusaha menengah, kecil dan mikro  yang mengalami pengurangan karyawan yang mengakibatkan kurangnya  produksi atau penghasilan bagi usaha UMKM. Hal ini disebabkan kurangnya  modal bagi pengusaha dan perlunya bantuan modal dari pemerintah atau  pihak terkait untuk menjalankan usahanya. Hal ini dikatakan Kepala Desa  Pasangan M Irfan, yang juga pengusaha batik kepada Radar Kamis (7/7)  kemarin.   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Menurut Irfan panggilan akrabnya, banyak pengusaha  kecil dan menengah yang mengalami penyusutan produksi akibat pengurangan  karyawan. Ini bukan hanya sekedar kekurangan modal, akan tetapi juga  karena pemasaran yang tidak begitu jalan.&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;“Kami sebagai pengsuha kecil  dan kebetulan menjadi kepala desa mengharapkan kepada pemerintah untuk  bisa membantu kesulitan yang ada pada kami dan warga kami,” katanya.  Irfan juga menambahkan, para pengusaha menengah ini sebenarnya juga  tidak hanya perlu bantuan modal. Tetapi juga perlu pembinaan agar dalam  pemasaran bisa lebih baik. Karena itu juga diperlukan suapaya usaha itu  tidak hanya mengandalkan produksi saja, pemasaran juga penting agar  produknya bisa laku. &lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;“Sebenarnya tidak hanya butuh  bantuan dana, akan tetapi pembinaan terhadap pengusaha UMKM sangat perlu  sekali,” imbuhnya. Di Desa Pasangan sendiri, ada beberapa UMKM yang  didirikan secara kelompok dan perorangan. Dari beberapa UMKM itu sudah  minta kepada inas terkait agar ada bantuan, akan tetapi sampai sekarang  belum ada yang dibantu. Saat itu katanya ada yang tidak sesuai dengan  UMKM, makanya kurang tepat misalnya kalau dibantu, padahal bantuan modal  itu sangat diperlukan untuk usaha.&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;”Ada yang sudah pernah disurvei, akan tetapi katanya  tidak sesuai dengan UMKM,” tuturnya. Harapan dia agar UMKM yang dimiliki  perseorangan maupun kelompok bisa ada perhatin dari pemerintah. Baik  modal maupun pembinaan, agar para pengusaha menengah dan kecil tidak  mengalami kebangkrutan. "Kami berharap ada perhatian dari pemerintah  agar tidak mengalami kebangkrutan,” harapnya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8453728092349622393-5671318560961051409?l=tegal-city.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tegal-city.blogspot.com/feeds/5671318560961051409/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2010/07/batik-tegalan-butuh-perhatian.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/5671318560961051409'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/5671318560961051409'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2010/07/batik-tegalan-butuh-perhatian.html' title='Batik Tegalan Butuh Perhatian'/><author><name>Blogqu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SouNmwcGvvI/AAAAAAAACmc/QYcR4kMg-GE/S220/blogqu.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/TDp68K-Eo6I/AAAAAAAADcw/iA0tBCWVTEU/s72-c/batik.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8453728092349622393.post-32258110160345377</id><published>2010-07-12T09:56:00.001+08:00</published><updated>2010-07-12T10:06:06.119+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><title type='text'>Membangun Tegal lewat Dunia Virtual</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/TDp4gBGzb_I/AAAAAAAADco/8tmTwN0e09g/s1600/tcc_295_222.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 295px; height: 222px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/TDp4gBGzb_I/AAAAAAAADco/8tmTwN0e09g/s320/tcc_295_222.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5492835186979860466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pesatnya teknologi komunikasi dan informasi telah menciptakan berbagai  keajaiban di dunia. Jarak yang jauh terasa semakin dekat. Kemudahan  akses pun menjadi semakin mudah. Demikian pula dengan biaya dan tenaga  yang dibutuhkan, menjadi jauh lebih efektif dan efisien. Keajaiban ini  bermula dari ditemukannya piranti bernama komputer pada tahun 1940  ketika Dr John Mauchly dan Prosper Eckert menciptakan ENIAC (Electronic  Numerical Integrator and Calculator). ENIAC yang memiliki total berat 30  ton memerlukan ruangan seluas 140 m2 dan 130 KW tenaga listrik untuk  mengoperasionalkannya. Kemudian, komputer terus mengalami revolusi  eksponensial hingga seperti yang kita lihat saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bukunya,  Friedman mengemukakan bahwa salah satu hal yang membuat dunia ini  menjadi flat (datar) adalah the new age of connectivity (era baru  jaringan) pada tahun 1990-an. Inilah salah satu milestones dalam  perkembangan teknologi informasi saat ini. Ada tiga peristiwa penting  yang menandai era tersebut. Peristiwa tersebut adalah munculnya internet  sebagai alat jaringan global berbiaya rendah; hadirnya World Wide Web  dimana setiap orang dapat mem-posting sesuatu untuk dapat diakses oleh  orang banyak; dan meluasnya penggunaan web browser komersial yang dapat  mengambil dokumen pada suatu web pages serta menampilkannya ke layar  monitor kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta inilah yang mendorong generasi muda Tegal untuk  menciptakan komunitas bernama Tegal Cyber Community (TCC). Komunitas ini  adalah komunitas dari, oleh, dan bagi warga Tegal dan sekitarnya yang  memanfaatkan internet untuk mengobrol dan berdiskusi. Setiap pengunjung  dapat mengakses TCC dengan mengetikkan http://forum.tegalcyber.web.id di  web browser-nya. Setelah mendaftar dan login, pengunjung baru dapat  menggunakan fasilitas ngobrol dan diskusi interaktifnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media TCC  berbasis forum. Forum dipilih karena memiliki dua kelebihan dibandingkan  mailing list (milis). Pertama, diskusi melalui forum tidak akan  memenuhi email inbox anggotanya. Forum ini di-install di sebuah web  hosting berbasis mySQL dan PHP. Memori penyimpanan yang dipakai adalah  web hosting tersebut. Kedua, diskusi melalui forum terklasifikasikan  dengan rapi dan jelas. Administrator telah membagi per kategori sehingga  pengguna dapat memilih berpartisipasi di topik diskusi (dopokan) yang  sesuai keinginannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota terdaftar forum ini sudah lebih dari 580  orang meskipun baru dibentuk pada akhir 2009 lalu. Forum ini unik  karena menggunakan bahasa Tegal sebagai bahasa diskusinya sehingga  hubungan antaranggota menjadi lebih akrab, meskipun hanya baru mengenal  di dunia virtual. Selain itu, berbeda dengan forum-forum lainnya, TCC  memiliki smilies yang lucu dan ekspresif, yang lagi-lagi  direpresentasikan dengan bahasa Tegal. Keberanian mengusung bahasa Tegal  sebagai bahasa utama di forum inilah yang menjadi kekuatan dan  keunggulan TCC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan utama TCC adalah untuk menjalin silaturahim  antarwarga Tegal dan sekitarnya di dunia virtual. Selain itu, TCC juga  ingin menjadi salah satu sarana berbagi ilmu dan pengetahuan serta  sarana diskusi dan pengumpulan ide untuk membangun Tegal.  Meskipun  terlihat serius, tujuan-tujuan tersebut direalisasikan oleh pengurus dan  anggota TCC melalui bahasa-bahasa santai dan ringan di forum diskusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di  website tersebut, kita dapat mengikuti berbagai topik dopokan menarik.  Mulai dari dopokan sekitar teknologi seperti database, software, dan  internet hingga gagasan atau informasi tentang Tegal di bidang politik,  sosial, budaya, dan ekonomi. Di forum juga tersedia dopokan tentang  musik, dapur, sastra, desain, game, dan pernak-pernik lain yang terkait  dengan hobi. Bahkan informasi lowongan kerja, curhat, dan gasak-gasakan  pun dapat ditemui di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai bukti keseriusan dalam mengelola  TCC, kami telah menyelenggarakan muktamar pertama pada tanggal 27  Februari 2010 lalu. Bertempat di kempleks balaikota lama, muktamar ini  telah membentuk divisi dan para pengurusnya. Untuk saat ini, TCC telah  memiliki tiga divisi, yaitu maintenance, promosi dan pendanaan. Di  divisi maintenance sendiri ada dua subdivisi yaitu programming dan  desain. Dengan total 16 pengurus, saat ini target utama TCC adalah  melakukan penataan internal dan promosi intensif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai upaya  untuk promosi telah dilakukan. Melalui facebook, kami membuka group  bernama “Tegal Cyber Community”. Selain itu, juga mengajak melalui  wall-to-wall kepada teman-teman yang berasal dari Tegal. Tak lupa, kami  juga telah membuat slide perkenalan TCC dan tutorial cara menggunakan  TCC kemudian meng-upload-nya di file sharing dan berbagai milis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membangun  komunitas memang bukan jalan yang mudah. Apalagi jika tak berorientasi  keuntungan materiil. Kami menyadari sepenuhnya itu. Namun, kesulitan itu  tak mengendurkan semangat kami. Mungkin terdengar retoris, namun kami  menjadikan forum ini sebagai salah satu bukti kecintaan dan pengabdian  kami kepada Tegal. Paling tidak, sebagaimana tertulis dalam tagline TCC,  ben wong Tegal ora picek teknologi.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8453728092349622393-32258110160345377?l=tegal-city.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tegal-city.blogspot.com/feeds/32258110160345377/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2010/07/membangun-tegal-lewat-dunia-virtual.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/32258110160345377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/32258110160345377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2010/07/membangun-tegal-lewat-dunia-virtual.html' title='Membangun Tegal lewat Dunia Virtual'/><author><name>Blogqu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SouNmwcGvvI/AAAAAAAACmc/QYcR4kMg-GE/S220/blogqu.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/TDp4gBGzb_I/AAAAAAAADco/8tmTwN0e09g/s72-c/tcc_295_222.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8453728092349622393.post-1847950078860653470</id><published>2010-07-06T17:06:00.001+08:00</published><updated>2010-07-06T17:08:29.578+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><title type='text'>Wali Kota Tegal Dikritik Karena tampil di ‘Bukan Empat Mata’</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/TDLyeKKJuxI/AAAAAAAADaU/l2pI89OWTcQ/s1600/walikota+tegal,+H.Ikmal+Jaya+SE,AK.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/TDLyeKKJuxI/AAAAAAAADaU/l2pI89OWTcQ/s320/walikota+tegal,+H.Ikmal+Jaya+SE,AK.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5490717495654988562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Tegal, Jawa Tengah mengritik  kehadiran Wali Kota Ikmal Jaya bersama sejumlah pejabat pemerintah  setempat pada acara “Bukan Empat Mata” yang disiarkan salah satu stasiun  televisi swasta belum lama ini. &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Anggota Komisi III DPRD Kota Tegal, Rofii Ali, di Tegal, Senin,  menilai, tujuan wali kota mengikuti acara itu tidak jelas dan tidak ada  korelasi dengan kebutuhan warga setempat.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Kami menilai kegiatan Wali Kota Tegal hanya menghamburkan anggaran  pendapatan belanja daerah saja karena urgensinya tidak jelas,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ia mengatakan, Pemerintah Kota Tegal harus bisa  mempertanggungjawabkan seluruh kegiatan yang menggunakan APBD tersebut.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dewan, kata Rofii yang berasal dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera  itu, tidak akan melarang kegiatan pemkot jika programnya dapat  menghasilkan manfaat terhadap tata kelola pemerintahan dan masyarakat. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Saya mengimbau wali kota, pejabat publik, dan satuan kerja perangkat  daerah agar bisa menjaga nama baik institusi pemkot. Jika kegiatan itu  hanya untuk melihat acara `Bukan Empat Mata` jelas tak ada manfaatnya  dan terkesan hanya hura-hura,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sekretaris Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Penata Musik  Rekaman Indonesia (PAPPRI), Jateng, Dhimas Riyanto, mengatakan, kegiatan  wali kota menonton acara tersebut tidak ada korelasi dengan pembangunan  di daerah itu.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8453728092349622393-1847950078860653470?l=tegal-city.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tegal-city.blogspot.com/feeds/1847950078860653470/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2010/07/wali-kota-tegal-dikritik-karena-tampil.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/1847950078860653470'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/1847950078860653470'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2010/07/wali-kota-tegal-dikritik-karena-tampil.html' title='Wali Kota Tegal Dikritik Karena tampil di ‘Bukan Empat Mata’'/><author><name>Blogqu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SouNmwcGvvI/AAAAAAAACmc/QYcR4kMg-GE/S220/blogqu.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/TDLyeKKJuxI/AAAAAAAADaU/l2pI89OWTcQ/s72-c/walikota+tegal,+H.Ikmal+Jaya+SE,AK.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8453728092349622393.post-1800880449193894085</id><published>2010-06-09T09:58:00.002+08:00</published><updated>2010-06-09T09:59:38.180+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kuliner'/><title type='text'>Durian Cenggini, Makyus Manise</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/TA71YlDy0AI/AAAAAAAADZU/bbsU1PTYNUs/s1600/editduren44.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 207px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/TA71YlDy0AI/AAAAAAAADZU/bbsU1PTYNUs/s320/editduren44.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5480587599170162690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;BAGI&lt;/strong&gt; masyarakat umum, nama durian Cenggini, Kecamatan  Balapulang Kabupaten Tegal ini mungkin tidak begitu dikenal. Tapi, bagi  penggemar buah yang memiliki bau yang khas ini, nama durian asal Desa  Cenggini sudah sangat akrab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, durian cenggini memiliki  perbedaan dengan durian dari daerah lain. Durian Cenggini isinya jauh  lebih tebal dari durian pada umumnya. Bahkan, dari satu lobang, isi  durian rata-rata lebih dari lima biji. Karena isinya lebih tebal, maka  biji duriannya sangat kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amir (32) penggemar durian asal  Maragsari mengatakan, rasa manis buah durian asal Cenggini jika  dibandingkan dengan durian asal Pekalongan, Bumiayu dan Rajawetan jauh  lebih manis durian Cenggini. Selain itu, perbedaan lain durian Cenggini  adalah tektur isi buahnya yang tidak benyek meskipun buah durian sudah  masak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau durian dari daerah Pekalongan, Bumiayu atau  Rajawetan saat sudah matang pasti isi buahnya benyek. Nah durian  cenggini tidak. Makanya saat dimakan, durian cenggini tidak menempel  pada tangan," ujar Amiri yang mengaku sering membeli buah durian asal  Cenggini, Rabu (29/12).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syukur (35) penggemar lainnya  menambahkan, meski memiliki keunggulang dengan durian dari daeral lain,  harga durian cenggini jauh lebih murah. Untuk satu buah ukuran sedang,  harga yang ditawarkan pemilik durian berkisar antara Rp 7.500 sampai Rp  9.000. Sedangkan ukuran besar, harganya Rp 10.000 sampai Rp 12.500  perbuahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Harga ini jika dibandingkan dengan durian dari  daerah lain tentu lebih murah," ujar Syukur sambil mencium buah durian  yang akan dibelinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syukur mengaku, setiap kali musim durian  tiba, ia selalu membeli durian asal cenggini. Selain dikonsumsi pribagi,  durian yang dibelinya juga dibawa ke rumah untuk keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya  kalau beli di Tegal atau Slawi, mending beli di Cenggini. Selain dekat,  harganya juga masih terjangkau. Dan yang penting lagi, durian cenggini  rasanya makyuss," kata Syukur&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8453728092349622393-1800880449193894085?l=tegal-city.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tegal-city.blogspot.com/feeds/1800880449193894085/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2010/06/durian-cenggini-makyus-manise.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/1800880449193894085'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/1800880449193894085'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2010/06/durian-cenggini-makyus-manise.html' title='Durian Cenggini, Makyus Manise'/><author><name>Blogqu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SouNmwcGvvI/AAAAAAAACmc/QYcR4kMg-GE/S220/blogqu.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/TA71YlDy0AI/AAAAAAAADZU/bbsU1PTYNUs/s72-c/editduren44.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8453728092349622393.post-3286746677491898525</id><published>2010-01-23T20:10:00.001+08:00</published><updated>2010-01-23T20:12:00.254+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><title type='text'>Agil Riyanto , dari Anggota Dewan ke Bebek Goreng</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/S1rnb8pXxsI/AAAAAAAADQA/riR3f4bajoI/s1600-h/agil.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 111px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/S1rnb8pXxsI/AAAAAAAADQA/riR3f4bajoI/s320/agil.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5429906768070690498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Banyak mantan anggota Dewan yang hidupnya  “ limbung “ setelah lepas dari jabatan mereka sebagai wakil rakyat, habis Apa lagi saat masih duduk di kursi empuk itu lupa diri dengan jabatannya ditambah dia tidak memiliki background keahlian apapun. Berbeda dengan mantan anggota dewan yang satu ini begitu lepas dari jabatannya, mbanting setir seratus delapan puluh drajat beralih profesi sebagai pengusaha restoran, dengan membuka rumah makan  yang dikasih merek rumah makan “ ABG “ alias Agil Bebek Goreng.  Itulah Agil Riyanto mantan anggota DPRD Kota Tegal . “ Sebetulnya saya juga bingung mas kita mau kerja apa selepas jadi anggota dewan, lah timbang kepepet akhirnya saya ngontrak tanah disini mbuka rumah makan bebek goreng. Jelasnya kepada Kominfo Agil memang nekad dia berani ngontrak tanah yang harganya cukup mahal karena menempati lokasi yang sangat strategis yaitu di jalan Gajahmada Tegal, tapi dia yakin prospeknya cukup bagus. Tempat atau bangunannya  juga di design sedemikian rupa dengan matrial cukup bahan bambu dan rumbia sehingga kelihatan nyeni dan nyaman bagi setiap pengunjung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak dibukanya rumah makan  “ ABG “ ini para pengunjung tidak pernah putus selalu datang dan pergi silih berganti . Kenapa Agil pilih menu bebek goreng, menurutnya menu tersebut masih jarang “ kalau ayam kan banyak tapi bebek jarang “ tutur Agil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bebek yang dipotong juga sembarangan tapi bebek yang masih dibawah lima bulan sehingga kolesterol dan bau anyir atau amis berkurang . banyak memang yang mengatakan kalau daging bebek banyak mengandung kolesterol amis atau berlendir tapi tidak usah khawatir setelah bebek masuk ke dapur  “ ABG : dijamin pasti konsumen kelangenan karena diramu dengan racikan resep masakan yang setiap orang tidak menguasai resepnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum genap satu bulan omset setiap harinya berkisar Rp. 5 sampai 10 juta pengunjung kebanyakan dari luar kota dan para pegawai apa lagi kalau jam istirahat mas kadang sampai nda muat “ tutur Agil . Setiap hari menghabiskan 100 ekor bebek. Satu ekor dibagi empat bagian dada dan paha sedangkan rempela dan kepala sebagain dikonsumsi sendiri dan dipesan. Agil mempekerjakan 30 karyawan yang semuanya warga Kota tegal . Dalam waktu dekat ia akan melebarkan usahanya dengan membuka cabang di daerah Kabupaten Tegal dan Brebes&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8453728092349622393-3286746677491898525?l=tegal-city.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tegal-city.blogspot.com/feeds/3286746677491898525/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2010/01/agil-riyanto-dari-anggota-dewan-ke.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/3286746677491898525'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/3286746677491898525'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2010/01/agil-riyanto-dari-anggota-dewan-ke.html' title='Agil Riyanto , dari Anggota Dewan ke Bebek Goreng'/><author><name>Blogqu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SouNmwcGvvI/AAAAAAAACmc/QYcR4kMg-GE/S220/blogqu.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/S1rnb8pXxsI/AAAAAAAADQA/riR3f4bajoI/s72-c/agil.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8453728092349622393.post-3511211411284710693</id><published>2009-10-23T07:13:00.002+08:00</published><updated>2009-10-23T07:16:13.803+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><title type='text'>Keluarga dan Sahabat Minta Suswono Tetap Istikomah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SuDnZHCD0KI/AAAAAAAADKY/CiwY9J9u-NY/s1600-h/suswono.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 250px; height: 249px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SuDnZHCD0KI/AAAAAAAADKY/CiwY9J9u-NY/s320/suswono.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5395566772160286882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kepastian Suswono menjadi Menteri Pertanian dalam Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II disambut hangat keluarga dan sahabat dekat. Meski demikian, pihak keluarga tetap berharap agar amanat yang diberikan itu dapat dilaksanakan sesuai semestinya.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;Mereka merasa bangga dengan terpilihnya putra pertama pasangan H Asyraf dan Hj Suratni ini untuk membantu tugas-tugas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menangani masalah pertanian.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;Adik ipar Suswono, Amar Syamsi mengatakan kepastian terpilihnya Suswono dalam KIB Kedua diketahui setelah menerima telepon dari sang Menteri.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;"Setelah pengumuman menteri yang dilakukan Presiden SBY, Mas Sus langsung telepon ke rumah. Dia (Suswono) mau bicara sama ibu (Suratni). Tapi karena ibu sedang istirahat akhirnya tidak jadi," kata Amar Syamsi, Kamis (22/10/2009).&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;Menurut dia, pihak keluarga semula tidak terlalu optimis jika Suswono bakal terpilih menjadi salah satu menteri dari 34 menteri yang akan membantu tugas Presiden. "Kita (keluarga) biasa saja. Kalau jadi ya syukur tidak juga &lt;em&gt;ndak&lt;/em&gt; apa-apa," jelas pengelola Yayasan Pendidikan Ulin Nuha yang didirikan Suswono ini.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;Amar Syamsi mengatakan setelah resmi menjadi menteri pertanian keluarga sudah bersiap jika harus jarang bertemu dengan Suswono. "Kami sudah memahami kalau jadi menteri pasti lebih sibuk dibandingkan saat masih jadi anggota DPRD," katanya.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;Ketua DPD PKS Kabupaten Tegal, Toto Waryanto mengaku optimistis Suswono mampu mengemban amanat dengan baik. "Saya yakin dia (Suswono) mampu mengemban tugas, Dia merupakan tipe orang yang konsekuen dengan apa yang diucapkan," ujarnya.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;Toto menerangkan, sejak resmi ditetapkan sebagai menteri pihaknya banyak mendapat ucapan selamat dari para sahabat Suswono melalui pesan layanan singkat atau SMS. Selain ucapan selamat, beberapa SMS di antaranya berisikan peringatan bahwa amanat bukan anugerah melainkan cobaan.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;SMS itu dilayangkan beberapa sahabat Suswono baik yang merupakan kawan sepermainan maupun rekan Pelajar Islam Indonesia (PII) Slawi. Ada sekitar 20 SMS yang berisi pesan 'inna lillahi wa inna ilaihi rajiun' atas terpilihnya Suswono sebagai menteri.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;"Ini adalah bentuk perhatian sahabat Pak Sus agar dia tetap istiqomah dalam bertugas," kata Toto.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8453728092349622393-3511211411284710693?l=tegal-city.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tegal-city.blogspot.com/feeds/3511211411284710693/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2009/10/keluarga-dan-sahabat-minta-suswono.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/3511211411284710693'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/3511211411284710693'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2009/10/keluarga-dan-sahabat-minta-suswono.html' title='Keluarga dan Sahabat Minta Suswono Tetap Istikomah'/><author><name>Blogqu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SouNmwcGvvI/AAAAAAAACmc/QYcR4kMg-GE/S220/blogqu.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SuDnZHCD0KI/AAAAAAAADKY/CiwY9J9u-NY/s72-c/suswono.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8453728092349622393.post-8374285755770707634</id><published>2009-10-14T16:00:00.001+08:00</published><updated>2009-10-14T16:03:52.819+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><title type='text'>Gerakan Serentak Tegal Peduli, Berbagi untuk Sesama</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/StWFmH2-ulI/AAAAAAAADJg/_I9GCGHgeu4/s1600-h/gempa+pbb.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 298px; height: 225px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/StWFmH2-ulI/AAAAAAAADJg/_I9GCGHgeu4/s320/gempa+pbb.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5392363018837211730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bencana alam yang terjadi secara beruntun di Tasikmalaya, Jawa Barat; Padang, Sumatera Barat; dan Jambi menggugah rasa simpati berbagai kalangan. Duka dan tangis korban, membangkitkan semangat untuk saling menguatkan.&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ada banyak upaya guna meringankan penderitaan korban bencana alam, di antaranya melalui penggalangan dana. Hal tersebut antara lain menjadi acara bersama Forum Radio Tegal, PMI Cabang Kota Tegal, dan Pemerintah Kota Tegal, dalam Gerakan Serentak Tegal Peduli, di Pendopo Ki Gede Sebayu, Kota Tegal, Senin (12/10) pukul 09.00.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Melalui gerakan tersebut, mereka menggalang dana dari berbagai instansi dan lembaga, untuk kemudian disalurkan kepada korban gempa di Tasikmalaya, Sumatera Barat, dan Jambi. Semua satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pemkot Tegal, perusahaan-perusahaan swasta, sekolah-sekolah, hingga perguruan tinggi di Kota Tegal secara bersama-sama datang ke Pendopo Ki Gede Sebayu untuk menyumbangkan uang mereka.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dari kegiatan itu terkumpul dana Rp 35.442.200. Selanjutnya, Pemkot Tegal di bawah pimpinan Wakil Wali Kota Tegal Habib Ali Zaenal Abidin bersama dengan anggota Forum Radio Tegal dan PMI Cabang Kota Tegal mendatangi sejumlah instansi, seperti RSU Islam Harapan Anda, Universitas Pancasakti, FIF, dan BRI Cabang Tegal, untuk mengumpulkan sumbangan dari mereka.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mereka kemudian menyalurkan semua sumbangan yang terkumpul untuk para korban bencana di ketiga daerah tersebut melalui BRI Cabang Tegal. Total, penyaluran uang hari itu sebanyak Rp 58.180.200.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;"Kegiatan ini bukan masalah terlambat atau tidak. Namun, merupakan gerakan moral untuk memancing kepedulian masyarakat," kata Chairul Huda, Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkot Tegal.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Menurut dia, ide kegiatan tersebut berawal dari Forum Radio Tegal dan PMI, dan pemkot menjadi fasilitator.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dia berharap, Gerakan Serentak Tegal Peduli memacu kepedulian masyarakat Tegal terhadap derita masyarakat lain yang sedang terkena bencana. Kegiatan itu sekaligus demi perekat persatuan bangsa Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Selain pengumpulan dana secara serempak, mereka masih membuka kesempatan bagi masyarakat untuk menyalurkan sumbangan mereka hingga akhir Oktober. Sumbangan tersebut dapat melalui rekening PMI Cabang Tegal. Selain itu di luar penggalangan dana tersebut, Pemkot Tegal menyumbang Rp 50 juta, yang diambilkan dari dana APBD 2009.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dani Rumangsa dari Radio DLC Tegal menuturkan, penggalangan dana tersebut merupakan bentuk semangat kebersamaan para praktisi radio. Selama ini, mereka membentuk Forum Radio Tegal, meliputi 10 radio swasta dan pemerintah. "Forum itu intinya untuk kebersamaan," ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sosialisasi Gerakan Serentak Tegal Peduli disiarkan lewat radio sejak empat hari sebelumnya. Sejumlah instansi dan lembaga pemerintah dan swasta, mengumpulkan dana secara intern. Kemudian menyerahkan melalui gerakan tersebut. Selama sosialisasi empat hari, dana yang terkumpul lebih dari Rp 50 juta. Foto: 1 Kompas/Siwi Nurbiajanti Wakil Wali Kota Tegal Habib Ali Zaenal Abidin (kiri) menyerahkan sumbangan untuk korban gempa di tiga daerah, kepada Pimpinan BRI Cabang Tegal, Bambang Edi Mulyono.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8453728092349622393-8374285755770707634?l=tegal-city.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tegal-city.blogspot.com/feeds/8374285755770707634/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2009/10/gerakan-serentak-tegal-peduli-berbagi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/8374285755770707634'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/8374285755770707634'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2009/10/gerakan-serentak-tegal-peduli-berbagi.html' title='Gerakan Serentak Tegal Peduli, Berbagi untuk Sesama'/><author><name>Blogqu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SouNmwcGvvI/AAAAAAAACmc/QYcR4kMg-GE/S220/blogqu.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/StWFmH2-ulI/AAAAAAAADJg/_I9GCGHgeu4/s72-c/gempa+pbb.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8453728092349622393.post-791070712512608008</id><published>2009-09-17T10:52:00.000+08:00</published><updated>2009-09-17T10:52:00.134+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><title type='text'>Tegal Waspada Ayam Tiren</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masyarakat Kabupaten Tegal diminta mewaspadai penjualan ayam bangkai atau ayam mati kemarin (tiren) yang beredar di pasaran selama Ramadan.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;Penjualan ayam tiren itu bisa saja dilakukan pedagang untuk mengeruk keuntungan seiring meningkatnya permintaan konsumen terhadap daging ayam.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;Kasi Kesehatan Hewan Dinas Perikanan Kelautan dan Peternakan (PKP) Kabupaten Tegal Abdi Manaf mengakui, daging ayam tiren kerap ditemukan saat bulan puasa.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;"Seperti puasa  tahun-tahun sebelumnya, ayam tiren kerap beredar di pasaran. Karena itu, masyarakat harus mewaspadai dan melaporkan jika menemukan pedagang yang jual ayam bangkai itu," kata dia saat dihubungi via telepon, Minggu (23/8/2009).&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;Guna mencegah peredaran ayam tiren itu, pihaknya sudah membentuk tim razia daging. Tim beranggotakan 10 orang ini akan merazia peredaran daging ayam dan hewan ternak lain di sejumlah pasar yang ditengarai banyak terjadi penjualan daging bangkai. Yakni, di Sentral Banjaran, Pasar Trayeman, dan kawasan ruko Jalan Letjen Suprapto.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;"Kita akan razia daging mulai pekan kedua Ramadan. Razia daging dilakukan hingga akhir puasa atau menjelang Lebaran," tandasnya.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;Dia menjelaskan, daging ayam tiren itu apabila dikonsumsi dapat menimbulkan penyakit, sebab kondisi daging tidak sehat dan masih banyak gumpalan darah. "Meski sudah dimasak dengan matang, tapi gumpalan darah masih tetap ada," jelasnya.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;Menurutnya, ciri-ciri ayam tiren itu daging berwarna merah, dijual dengan harga murah, berbau anyir dan terdapat gumpalan darah meskipun ayam tersebut sudah dimasak. "Masyarakat harus tahu ciri-ciri daging ayam bangkai dan jangan tergiur dengan harga murah," pungkasnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8453728092349622393-791070712512608008?l=tegal-city.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tegal-city.blogspot.com/feeds/791070712512608008/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2009/09/tegal-waspada-ayam-tiren.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/791070712512608008'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/791070712512608008'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2009/09/tegal-waspada-ayam-tiren.html' title='Tegal Waspada Ayam Tiren'/><author><name>Blogqu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SouNmwcGvvI/AAAAAAAACmc/QYcR4kMg-GE/S220/blogqu.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8453728092349622393.post-6138698914073456625</id><published>2009-09-16T10:48:00.002+08:00</published><updated>2009-09-16T10:50:52.934+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><title type='text'>20 Kilogram Ayam Tiren Disita di Tegal</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebanyak 20 kilogram bangkai daging ayam atau ayam mati kemarin (tiren) disita petugas Dinas Peternakan Kelautan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Tegal di kawasan Ruko Slawi Jalan Letjen Suprapto.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;Puluhan kilogram bangkai ayam itu disita dari Tiah (43), warga Slawi Wetan, Kecamatan Slawi. Sedangkan seorang pedagang lain yang belum diketahui identitasnya kabur begitu saja saat melihat kedatangan petugas.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;Kasi Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas PKP Kabupaten Tegal Abdi Manaf mengatakan, razia daging ayam tiren itu dilakukan mendadak setelah pihaknya menerima informasi adanya penjualan daging ayam bangkai di kawasan itu.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;"Begitu dapat informasi adanya penjualan ayam tiren, petugas kami langsung bergerak menuju lokasi. Hasilnya, ditemukan dua orang penjual ayam bangkai. Tapi, hanya satu yang tertangkap basah, sedangkan seorang lain sudah kabur," katanya, Rabu (16/9/2009).&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;Menurut dia, daging ayam tiren sebanyak 20 kilogram itu disita dari Tiah. Jumlah daging yang dijual pedagang tersebut diduga lebih dari 20 kilogram karena sudah membuka usaha sejak kemarin pagi sekira pukul 09.00 WIB.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;"Kami hanya menyita 20 kilogram daging ayam tiren. Kemungkinan pedagang ini bawa stok lebih dari 20 kilogram, karena sudah melayani pembeli sejak kemarin pagi," tegasnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8453728092349622393-6138698914073456625?l=tegal-city.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tegal-city.blogspot.com/feeds/6138698914073456625/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2009/09/20-kilogram-ayam-tiren-disita-di-tegal.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/6138698914073456625'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/6138698914073456625'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2009/09/20-kilogram-ayam-tiren-disita-di-tegal.html' title='20 Kilogram Ayam Tiren Disita di Tegal'/><author><name>Blogqu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SouNmwcGvvI/AAAAAAAACmc/QYcR4kMg-GE/S220/blogqu.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8453728092349622393.post-1138638893314161581</id><published>2009-09-08T19:13:00.001+08:00</published><updated>2009-09-08T19:16:39.817+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><title type='text'>15 Lokasi di Kota Tegal Rawan Kemacetan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SqY84hK3juI/AAAAAAAAC-E/opHwjxYAA7E/s1600-h/kemacetan-lalu-lintas.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 204px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SqY84hK3juI/AAAAAAAAC-E/opHwjxYAA7E/s320/kemacetan-lalu-lintas.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5379053746614931170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);font-size:100%;" &gt;Sebanyak 15 lokasi di Kota Tegal rawan kemacetan dan kecelakaan, pada arus musik dan arus balik lebaran. Kerawanan tersebut di nya disebabkan bukaan median yang cukup panjang, aktivitas angkutan umum dalam menaikkan dan menurunkan penumpang, aktivit as SPBU, permukaan jalan tidak rata, serta tikungan tajam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);font-size:100%;" &gt;Data dari Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Kota Tegal, Rabu (26/8), 15 lokasi tersebut terdiri dari perbatasan Kota Tegal dengan Kabupaten Brebes, pasar Margadana, Persimpangan terminal bus Kota Tegal, depan Rita Mall, perempatan Pasific Mal l, pertigaan hotel pramesti, pertigaan mulyadana, perempatan pasar sore, perempatan gudang garam, perempatan Jalan Yos Sudarso dengan jalur lingkar utara, pelabuhan Tegal, pertigaan tempa, simpang lima pasar Anyar, perempatan RSU Kardinah, dan perlintasan sebidang dengan kereta api di Tirus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);font-size:100%;" &gt;Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Kota Tegal, Sumito mengatakan, untuk mengantisipasi kerawanan tersebut, pihaknya akan berkoordinasi dengan polisi dan instansi terkait lainnya."Beberapa titik rawan akan ditempatkan personil, di nya dari dinas perhubungan, polisi, dan orari," ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);font-size:100%;" &gt;Menurut dia, salah satu upaya yang akan dilakukan yaitu memanjangkan median jalan atau menutup bukaan median dengan pagar. Selain itu, dilakukan pengaturan aktivitas ekonomi di pinggir-pinggir jalan, seperti pengaturan pelayanan SPBU. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);font-size:100%;" &gt;Jalur Alternatif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);font-size:100%;" &gt;Untuk mengurangi kepadatan, pemerintah telah menyiapkan empat jalur alternatif. Keempat jalur tersebut melayani pengendara dari empat arah, yaitu arah barat ke timur, arah barat ke selatan, arah timur ke selatan, dan arah timur ke barat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);font-size:100%;" &gt;Rencananya mulai empat hari sebelum lebaran hingga satu hari setelah lebaran, akan dilakukan pembatasan operasional truk pengangkut bahan bangunan, truk bersumbu lebih dari dua, truk tempelan, truk gandengan, dan kontainer. Pengecualian berlaku bagi angku tan bahan bakar minyak (BBM), bahan kebutuhan pokok, dan barang antar pos.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);font-size:100%;" &gt;Sumito mengatakan, dalam menghadapi arus mudik dan arus balik lebaran, pihaknya juga menyiapkan armada angkutan, untuk menghindari terjadinya penumpukan penumpang di terminal. Jumlah armada yang berangkat dari Terminal Bus Tegal mencapai 406 bus, dengan k apasitas 24.400 orang per hari. Tetapi memang ada kendala, orang-orang yang fanatik naik bus tertentu, katanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);font-size:100%;" &gt;Diperkirakan, jumlah penumpang angkutan lebaran tahun ini naik sekitar delapan persen bila dibandingkan tahun lalu, yang mencapai sekitar 13.844 orang per hari. Puncak angkutan lebaran diperkirakan berlangsung mulai tiga hari hingga satu hari sebelum lebaran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8453728092349622393-1138638893314161581?l=tegal-city.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tegal-city.blogspot.com/feeds/1138638893314161581/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2009/09/15-lokasi-di-kota-tegal-rawan-kemacetan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/1138638893314161581'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/1138638893314161581'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2009/09/15-lokasi-di-kota-tegal-rawan-kemacetan.html' title='15 Lokasi di Kota Tegal Rawan Kemacetan'/><author><name>Blogqu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SouNmwcGvvI/AAAAAAAACmc/QYcR4kMg-GE/S220/blogqu.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SqY84hK3juI/AAAAAAAAC-E/opHwjxYAA7E/s72-c/kemacetan-lalu-lintas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8453728092349622393.post-2836172411657476322</id><published>2009-09-08T19:05:00.001+08:00</published><updated>2009-09-08T19:08:17.303+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><title type='text'>Ribuan Permen di Tegal Ditemukan Belatungan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SqY6vmGlLDI/AAAAAAAAC98/xV6pRN7T2Io/s1600-h/tegalpermen.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 250px; height: 207px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SqY6vmGlLDI/AAAAAAAAC98/xV6pRN7T2Io/s320/tegalpermen.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5379051394297048114" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ribuan permen ditemukan dalam kondisi berbelatung dan berkutu oleh tim pemantau makanan dan minuman Pemkot Tegal, Jawa Tengah, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sebuah supermarket ternama di Kota Tegal, hari ini.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;Selain permen, tim juga menemukan makanan ringan berupa jelly yang dinilai tidak laik konsumsi, serta beberapa makanan lain yang tidak sesuai standar kesehatan.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;Makanan jelly itu diketahui kemasannya sudah rusak, sehingga muncul gelembung udara di dalam makanan. Selain itu makanan tersebut tidak mencantumkan tanggal kedaluarsa.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;Sidak makanan ini beranggotakan Dinas Kesehatan dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tegal. Tim yang diketuai Kasi Penyehatan Lingkungan Dinkes, Hari Purnomo menginspeksi dua mal terbesar, yakni Pasific Mal dan Rita Mal.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;Tim mengawali sidak di pusat penjualan makanan lantai dasar Pasific Mal. Di lokasi ini, tim memeriksa satu per satu makanan, minuman, dan kue lebaran. Namun sidak yang berlangsung hampir satu jam lebih itu tidak menemukan makanan maupun minuman yang tidak laik konsumsi.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;"Tidak ada makanan yang kedaluarsa. Kami hanya menemukan minuman yang tanggal kedaluarsanya sudah dekat. Minuman susu itu kami minta segera ditarik dan jangan dijual," kata Ketua tim sidak Hari Purnomo, Selasa (8/9/2009).&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;Tim kemudian melanjutkan inspeksi ke Rita Mal. Di pusat perbelanjaan terbesar itu, tim menemukan ribuan permen nuggets berisi susu dan kacang dalam kondisi belatungan. Permen yang dijual per satuan itu juga sudah berkutu.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;Selain permen, tim juga menemukan produk makanan anak-anak lain, yakni jelly yang diketahui kemasannya rusak. Tim juga mendapati kue lebaran berupa nastar yang hampir semuanya tidak mencantumkan tanggal kedaluarsa.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;Kasi Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan KotaTegal, Hari Purnomo mengatakan produk makanan anak itu berbelatung dan berkutu diduga karena tercemar bakteri. "Bakteri itu masuk melalui udara, karena kemasan makanan itu sudah rusak," katanya&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8453728092349622393-2836172411657476322?l=tegal-city.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tegal-city.blogspot.com/feeds/2836172411657476322/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2009/09/ribuan-permen-di-tegal-ditemukan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/2836172411657476322'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/2836172411657476322'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2009/09/ribuan-permen-di-tegal-ditemukan.html' title='Ribuan Permen di Tegal Ditemukan Belatungan'/><author><name>Blogqu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SouNmwcGvvI/AAAAAAAACmc/QYcR4kMg-GE/S220/blogqu.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SqY6vmGlLDI/AAAAAAAAC98/xV6pRN7T2Io/s72-c/tegalpermen.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8453728092349622393.post-7857378859807760300</id><published>2009-08-23T19:19:00.001+08:00</published><updated>2009-08-23T19:22:38.658+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><title type='text'>Pasar Trayeman Dilalap Si Jago Merah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SpEmSkWdcBI/AAAAAAAACuU/wipxHhdrl_I/s1600-h/ed.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 250px; height: 250px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SpEmSkWdcBI/AAAAAAAACuU/wipxHhdrl_I/s320/ed.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373117930867093522" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pasar Trayeman yang terletak di Jalan KH Samanhudi, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Rabu (19/8) sekitar pukul 19.00 tadi, terbakar. Sedikitnya 75 kios di bagian tengah ludes dilalap api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga pukul 20.30 tadi, petugas pemadam kebakaran masih mencoba memadamkan api yang masih terus membesar. Para pedagang juga masih terlihat sibuk menyelamatkan barang-barang mereka yang tertinggal di dalam pasar. sebagian besar kios yang terbakar merupakan kios makanan ringan, sembako, sate, dan pakaian. Secara keseluruhan, jumlah kios di pasar tersebut mencapai sekitar 200 unit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebakaran tersebut diduga terjadi dari hubungan arus pendek listri salah satu kios makan. PMK (Pemadam Kebakaran) yang didatangkan dari Pemkab Tegal, Pemkot Tegal, dan Pemkab Brebes.Bantuanpun berdatangan, sejumlah Tentara Nasional Indonesai (TNI Angkatan Darat (AD) dari satuan Brigif Dewa Ratna dan Kesatuan AD dari Padkusuma Zipur dierjunkan untuk membatu para pedagang mengamankan dan mengevakuasi barang dagang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Sumber api diduga muncul dari warung sate kambing, yakni di sebelah selatan los pasar. Saat kejadian, kondisi pasar sepi karena banyak pedagang yang meninggalkan lokasi kejadian. Selama ini, para pedagang berjualan di pasar mulai pukul 06.00 hingga pukul 17.00, sehingga saat kejadian kondisi pasar sudah sepi dari pedagang. Aparat Polres Tegal menegaskan bahwa pihak aparat masih menyelidiki penyebab kebakaran ini.&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;           &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;           &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8453728092349622393-7857378859807760300?l=tegal-city.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tegal-city.blogspot.com/feeds/7857378859807760300/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2009/08/pasar-trayeman-dilalap-si-jago-merah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/7857378859807760300'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/7857378859807760300'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2009/08/pasar-trayeman-dilalap-si-jago-merah.html' title='Pasar Trayeman Dilalap Si Jago Merah'/><author><name>Blogqu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SouNmwcGvvI/AAAAAAAACmc/QYcR4kMg-GE/S220/blogqu.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SpEmSkWdcBI/AAAAAAAACuU/wipxHhdrl_I/s72-c/ed.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8453728092349622393.post-3663972364607426170</id><published>2009-08-19T12:42:00.000+08:00</published><updated>2009-08-19T12:46:19.432+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><title type='text'>Poci Teh dari Tegal</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kota Tegal merupakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;salah satu &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; yang terletak di provinsi Jawa Tengah. Kota Tegal memiliki potensi yang besar dalam sektor industri rumah tangga, dan salah satunya adalah penghasil gerabah ( barang pecah belah ). Membahas tentang barang pecah belah, maka kita akan teringat dengan poci tanah liat kecil yang biasa di gunakan untuk menyeduh teh, poci dari tanah liat ini sangat terkenal di kabupaten Tegal. Nikmatnya minum teh dari poci tanah liat ini bukan hanya isapan jempol belaka, karena khususnya bagi anda pecinta teh ketika anda menikmati teh yang di seduh dari poci tanah liat ini maka anda akan merasakan suatu kenikmatan dan rasa lain dari yang lain, dan dipercaya oleh masyarakat Tegal, semakin lama usia poci tanah liat tersebut akan membuat rasa teh yang diseduh semakin nikmat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SouDLHlFkmI/AAAAAAAACmQ/y9xgpKmCs4Q/s1600-h/poci-tegal-05-isi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SouDLHlFkmI/AAAAAAAACmQ/y9xgpKmCs4Q/s320/poci-tegal-05-isi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5371531207605850722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SouDKxhqdsI/AAAAAAAACmI/-NvWLH1Stng/s1600-h/poci-tegal-04-isi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SouDKxhqdsI/AAAAAAAACmI/-NvWLH1Stng/s320/poci-tegal-04-isi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5371531201685911234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SouDKdrgdjI/AAAAAAAACmA/vx4YnO4l3wU/s1600-h/poci-tegal-03-isi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SouDKdrgdjI/AAAAAAAACmA/vx4YnO4l3wU/s320/poci-tegal-03-isi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5371531196358489650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SouDKL15U9I/AAAAAAAACl4/rVbUVl0qIAE/s1600-h/poci-tegal-02-isi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SouDKL15U9I/AAAAAAAACl4/rVbUVl0qIAE/s320/poci-tegal-02-isi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5371531191570224082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SouDJrObuqI/AAAAAAAAClw/jHxEofVel04/s1600-h/poci-tegal-01-isi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SouDJrObuqI/AAAAAAAAClw/jHxEofVel04/s320/poci-tegal-01-isi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5371531182814771874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8453728092349622393-3663972364607426170?l=tegal-city.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tegal-city.blogspot.com/feeds/3663972364607426170/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2009/08/poci-teh-dari-tegal.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/3663972364607426170'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/3663972364607426170'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2009/08/poci-teh-dari-tegal.html' title='Poci Teh dari Tegal'/><author><name>Blogqu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SouNmwcGvvI/AAAAAAAACmc/QYcR4kMg-GE/S220/blogqu.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SouDLHlFkmI/AAAAAAAACmQ/y9xgpKmCs4Q/s72-c/poci-tegal-05-isi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8453728092349622393.post-755334076739942281</id><published>2009-08-19T10:55:00.000+08:00</published><updated>2009-08-19T10:58:46.151+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><title type='text'>PK Pasar Pagi  :  Hak Aang Hanya Ganti Rugi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SotqFuvfNRI/AAAAAAAAClQ/t7dBWu10ZSc/s1600-h/140809-pasar1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 250px; height: 166px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SotqFuvfNRI/AAAAAAAAClQ/t7dBWu10ZSc/s320/140809-pasar1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5371503627248547090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Terkit putusan Peninjauan Kembali (PK) dari Mahkamah Agung (MA) yang memenangkan Aang Gunawan Direktur PT Sinar Permai selaku investor pembangunan pasar pagi. Dijelaskan dalam pokok perkara  menghukum Pemkot Tegal untuk membayar ganti rugi sekitar Rp 11 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan putusan PK itu, Pemkot Tegal melalui kuasa hukumnya Fajar Ari Sudewo SH MH dan Eddhie Praptono SH MH akan melakukan upaya hukum lain, dengan harapan agar putusan PK tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat sehingga tidak terjadi eksekusi yang notabene menggunakan uang rakyat. Namun demikain putusan PK itu sudah mempunyai kekuatan hukum tetap (inkrah). Tinggal keberanian dari Pengadilan Negeri (PN) Tegal berani atau tidak melakukan eksekusi ganti rugi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Fajar, nominal yang disebutkan pada putusan PK itu adalah hitung-hitungan Aang. Padahal dalam pokok perjanjian Nomor 573/00882, pasal 7 disebutkan, pembangunan blok C dalam waktu 360 hari sejak dikeluarkan surat perintah kerja (SPK). Pembangunan blok A dan B dalam waktu 450 hari dan pembangunan blok A,B dan C merupakan satu paket pembangunan yang tidak dapat dipisahkan. “Ternyata Aang tidak melaksanakan sesuai dengan perjanjian, sehingga ia kena denda, sebagaimana disebutkan dalam pasal berikutnya,” kata Fajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pasal 8 disebutkan denda keterlambatan sebesar Rp 100 ribu untuk setiap hari. Dapat dilakukan pemutusan sepihak tanpa perantara pengadilan. Dengan pembatalan itu maka semua bangunan dan sarana pendukungnya yang telah ada tetap menjadi milik pihak pertaama. Dalam ayat 4 juga disebutkan bahwa pihak lain yang ditunjuk pihak pertama dan sanggup melanjutkan pembangunan wajib memberikan ganti rugi kepada pihak kedua sebesar nilai investasi yang telah ditanamkan olehpihak kedua dengan terlebih dahulu melakukan penilaian tim yang terdiri unsur-unsur pemerintah daerah (Pemda) terkait, pihak kedua dan bila perlu dengan memakai jasa konsultan di bidangnya. Dalam pasal 5 juga disebutkan pembangunan baru dapat dilanjutkan setelah ganti rugi diselesaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dalam hitung-hitungan itu Aang menghitung sendiri tanpa melibatkan pihak pertama dan konsultan di bidangnya, sehingga terjadi selisih angka yang dimiliki pemkot,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut kata Fajar, melihat putusan PK itu Aang hanya mendapat ganti rugi, sedangkan hak pengelolaan pasar pagi tetap Pemkot Tegal. “Jadi tidak benar jika Aang mendapat hak pengelolaan, karena sesuai dalam pokok perkara pemkot membayar ganti rugi,” imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara PN Tegal telah memanggil Pemkot sebanyak dua kali, Senin (15/6) dan Rabu (15/7) untuk mencari &lt;em&gt;win win solution&lt;/em&gt;. Namun pemkot tidak pernah datang, sehingga akan dilakukan pemanggilan ketiga, Kamis (20/8). Terakhir Pemkot akan melakukan upaya hukum lain, agar putusan PK itu tidak mempunyai kekuatan hukum yang mengikat&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8453728092349622393-755334076739942281?l=tegal-city.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tegal-city.blogspot.com/feeds/755334076739942281/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2009/08/pk-pasar-pagi-hak-aang-hanya-ganti-rugi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/755334076739942281'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/755334076739942281'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2009/08/pk-pasar-pagi-hak-aang-hanya-ganti-rugi.html' title='PK Pasar Pagi  :  Hak Aang Hanya Ganti Rugi'/><author><name>Blogqu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SouNmwcGvvI/AAAAAAAACmc/QYcR4kMg-GE/S220/blogqu.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SotqFuvfNRI/AAAAAAAAClQ/t7dBWu10ZSc/s72-c/140809-pasar1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8453728092349622393.post-5292344803789662838</id><published>2009-08-19T09:31:00.000+08:00</published><updated>2009-08-19T09:36:24.482+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><title type='text'>Per 17 Agustus 2009 KA Kaligung Diberangkatkan Dari Brebes</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SotWrzlLQ-I/AAAAAAAAClI/id_G36FrMcE/s1600-h/bisnis.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 250px; height: 250px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SotWrzlLQ-I/AAAAAAAAClI/id_G36FrMcE/s320/bisnis.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5371482291149947874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bertepatan dengan HUT RI ke 46 atau per17 Agustus 2009, Kaligung bisnis berangkat dari Kota Brebes. Hal ini dilakukan untuk memenuhi permintaan pengguna jasa Kereta Api (KA) Kaligung Bisnis di Brebes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Stasiun Tegal, Joko Mardi Gautomo, melalui wakilnya, Hari Supriyono, Minggu (16/8) mengatakan, perjalanan KA kaligung tersebut masih menggunakan Kereta Luar Biasa (KLB). Karena perjalanannya belum tercantum pada grafik, sehingga dinamakan KLB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini untuk memenuhi permintaan pengguna jasa Kaligung dari dan ke Brebes. Bukan kompensasi karena KA Cirebon Ekspres (Cirek) diberangkatkan dari Tegal per 3 Agustus kemarin,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijelaskannya teknis pemberangkatan Kaligung Bisnis sekarang. Yakni dari Tegal pukul 04.00 WIB berangkat ke Brebes kosong tanpa penumpang. Kemudian sampai Brebes 04.15 dan diberangkatkan lagi pukul 04.30 WIB.  Sampai kembali di Tegal pukul 04.45, sekitar 04.50 berangkat ke Semarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Semarang kembali ke Tegal lalu masuk Depo. Selanjutnya kembali diberangkatkan siang hari ke Slawi, kembali lagi ke Tegal dilanjut Semarang. Terus dari Semarang kembalil  agi ke Tegal, pukul 19.33 berangkat lagi 19.47 sampai Brebes. Pukul 19.47 kembali ke Tegal tanpa membawa penumpang, masuk pukul 20.37 WIB dilanjutkan masuk Depo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jadi ada dua kali perjalanan yang kosong tanpa ada penumpang. Yakni pukul 04.00 dan 19.47 WIB atau kali pertama berangkat dan pulang. Namun demikian perjalanan Kaligung Tegal Semarangnya tidak ada perubahan jadwal, masih tetap sepertibiasa,” paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu pada HUT RI ini, Tiket KA Eksekutif habis terjual. per 17 Agustus tiket semua KA eksekutif produk Daop IV Semarang habis terjual. Diantaranya, Argo Muria, Sindoro, Kamandanu, dan Harina. Juga tiket untuk Fajar Bisnis sampai Senin habis. Sedang Argo Muria pemberangkatan Minggu sore masih tinggal 21 tiket.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Habis disini seluruh penjualan tiket secara on line, bukan seluruhnya habis di Tegal, namun seluruh atau gabungan dari seluruh stasiun,” pungkasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : nirmalapost&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8453728092349622393-5292344803789662838?l=tegal-city.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tegal-city.blogspot.com/feeds/5292344803789662838/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2009/08/per-17-agustus-2009-ka-kaligung.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/5292344803789662838'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/5292344803789662838'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2009/08/per-17-agustus-2009-ka-kaligung.html' title='Per 17 Agustus 2009 KA Kaligung Diberangkatkan Dari Brebes'/><author><name>Blogqu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SouNmwcGvvI/AAAAAAAACmc/QYcR4kMg-GE/S220/blogqu.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SotWrzlLQ-I/AAAAAAAAClI/id_G36FrMcE/s72-c/bisnis.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8453728092349622393.post-2233736349388033105</id><published>2009-08-17T14:33:00.000+08:00</published><updated>2009-08-17T14:34:04.680+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tegalan'/><title type='text'>Tikus-tikus neng gedung DPR</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kaya biasane, saben malem jum'at si Dasmad karo Jabrik (kaya laka nama liyane) lagi cipok (moci karo ndopok) neng lesehan jalan A. Yani Tegal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang enak temen yen bengi bengi ndopok dikancani karo teh poci anget plusss mendoan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Critane Jabrik sing notabene pelajar tingkat tinggi lagi crita masalah korupsi ning tubuh DPR, masalae sing diajak crita si Dasmad sing notabene IQne cuman ndodok dok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;          "Mad, ente wingi ndeleng brita ora !", Jarbik nyoba mbuka suasana ngobrol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lha, kpriwe Brik. Ente ngerti kan ? Wingi daerahe nyong kena pmadaman listrik bergilir. Kepriben bisa nonton tipi? Mang ana apa Mad ", Jawabe Jabrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kuwe lho, wingi neng berita ana maning kecekel tikus sing nggrogoti duit rakyat neng gedung DPR".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ealah, tak kira mung neng umae nyong tok sing ana tikuse, jebule neng DPR ana juga ya ?, ajib maning kyeh tikus bisa ngrogoti duit. Yen nang umah kah mung ngrogoti sendal jepite nyong sing mambu trasi oh.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Mad, bener bener keterlaluan, masa wis dipercaya rakyat malah berhianat, untunge KPKne tanggap, dadine bisa kecekel."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Weh.. neng ndi ndi tikus kue ora bisa dipercaya, masa ana tikus bisa dipercaya, piben sih brik ente" jawab Dasmad karo nyruput teh pocine,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Wah ajib kweh KPK, bisa nyekel tikuse, dibayar pira ya brik ben bisa nyekel tikus neng umae nyong, soale sendale nyong sering ilang." Lanjut Dasmad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"??? Maksude kowen priben Mad ?", Tanya Jabrik heran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lha ente kepriben sih, ente kan mau crita tikus neng gedung DPR kan ? sing kupinge jeber trus cangkeme manyun ?" , Jawab Dasmad nyante..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dasar gebleg kowen Mad, sing mau tak kira mudeng nyong crita apa, jebule ra mudeng...!!! Wis lah tak bali disit, pan turu." Bentak Jabrik sewot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"??? enyong salah apa Brik... Lha kepriwe, daning lunga. Trus sing bayar sapa ????????"......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kie mau mung dagelan tok, yen ana sing tersinggung nyuwun ngapurane sing akeh ya ?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8453728092349622393-2233736349388033105?l=tegal-city.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tegal-city.blogspot.com/feeds/2233736349388033105/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2009/08/tikus-tikus-neng-gedung-dpr.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/2233736349388033105'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/2233736349388033105'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2009/08/tikus-tikus-neng-gedung-dpr.html' title='Tikus-tikus neng gedung DPR'/><author><name>Blogqu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SouNmwcGvvI/AAAAAAAACmc/QYcR4kMg-GE/S220/blogqu.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8453728092349622393.post-351549936148852173</id><published>2009-08-17T14:09:00.001+08:00</published><updated>2009-08-17T14:09:03.620+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><title type='text'>Pembangunan Tol Trans Jawa Di Tegal Batal</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pembangunan jalan tol trans-Jawa di Kota Tegal dibatalkan sesuai keputusan Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wali kota Tegal, Ikmal Jaya, di Tegal, mengatakan, Kota Tegal tidak dilintasi tol trans-Jawa ataupun mendapatkan pintu masuk tol yang rencananya dibangun di wilayah Kalinyamat Wetan Kota Tegal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rencananya akan dialihkan ke daerah Kabupaten Brebes, meski Kota Tegal berada di jalur pantura yang menjadi perlintasan bagi mereka yang akan menuju ke Semarang ataupun Purwokerto," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengatakan, pembatalan pembangunan gerbang masuk tol trans- Jawa yang sedianya dibangun di Kota Tegal diharapkan tetap menjadikan Kota Tegal sebagai kota tujuan kunjungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana visi dan misi walikota Tegal 2009-2014, kata dia, untuk menjadikan Kota Tegal menjadi salah satu kota tujuan yang layak dikunjungi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jalan tol yang melalui Kota Tegal sepanjang kurang lebih 2,5 kilometer, yang terdiri dari dua cabang dan dua pintu atau gerbang tol," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengatakan, pintu masuk pertama akan dibangun di wilayah Kalimati Adiwerna Kabupaten Tegal, sedangkan pintu gerbang kedua akan dibangun persis di depan pintu keluar Terminal Kota Tegal sebelah timur, tepatnya di Kelurahan Sumur Panggang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, pembangunan gerbang tol tersebut dibatalkan, sehingga membuat beberapa pihak penasaran dengan penyebabnya.      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekretaris komisi C DPRD Kota Tegal, Hadi Sucipto, mengatakan, akan memanggil dinas terkait seperti Dinas Pekerjaan Umum Kota Tegal terkait pembatalan pembangunan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pemanggilan ini untuk mengetahui penyebab gagalnya pembangunan gerbang pintu masuk tol trans-Jawa di wilayah Kelurahan Sumur Panggang atau tepatnya di depan Terminal Bus Kota Tegal. Dengan tidak dibangunnya gerbang pintu masuk tol ini dikhawatirkan Kota Tegal terisolir," katanya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8453728092349622393-351549936148852173?l=tegal-city.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tegal-city.blogspot.com/feeds/351549936148852173/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2009/08/pembangunan-tol-trans-jawa-di-tegal.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/351549936148852173'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/351549936148852173'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2009/08/pembangunan-tol-trans-jawa-di-tegal.html' title='Pembangunan Tol Trans Jawa Di Tegal Batal'/><author><name>Blogqu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SouNmwcGvvI/AAAAAAAACmc/QYcR4kMg-GE/S220/blogqu.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8453728092349622393.post-8429935539142781367</id><published>2009-08-17T13:49:00.000+08:00</published><updated>2009-08-17T13:54:27.262+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><title type='text'>"Sisa Sisa Ikan"  Diputar di Pendapa Tegal</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/Sojv-nQOZZI/AAAAAAAACiw/Xs044I2SvLY/s1600-h/tegal.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 250px; height: 188px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/Sojv-nQOZZI/AAAAAAAACiw/Xs044I2SvLY/s320/tegal.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5370806414607279506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;FILM&lt;/strong&gt; bukan sebuah kemewahan. Tidak selalu pembuatan film harus menelan biaya ratusan juta bahkan sampai menguras kocek hingga miliaran rupiah. Membuat film, bisa  juga dilakukan dengan biaya seirit mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu contoh adalah pembuatan film &lt;em&gt;Ikan Sisa Sisa&lt;/em&gt; produksi Bagian Humas dan Protokol Sekda Kota Tegal, hanya menelan biaya 50 juta rupiah. Sebuah angka terbilang kecil, namun film dokumentasi Kota Tegal itu mampu dihasilkan dan laik ditonton, lantaran digarap oleh tangan-tangah profesional yang kesemuanya berasal dari warga Tegal. Dan semua itu, Pemkot Tegal sesungguhnya ingin menunjukkan bahwa warga Tegal pun bisa main film. Meski dengan biaya kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jadi pembuatan sebuah film itu bukanlah sebuah kemewahan, tapi yang terpenting adalah pesan yang ingin dicapai.” Demikian Kepala Bagian Humas dan Protokoler Sekda Kota Tegal, Drs. Khaerul Huda MSi menandaskan hal itu kepada &lt;em&gt;NP&lt;/em&gt;, Jumat (14/8) sehubungan dengan akan diputarnya film tersebut, bertepatan pada malam tasyakuran HUT Ke-64 Kemerdekaan RI, di Pendapa Ki Gede Sebayu Tegal, pada Minggu (16/8) malam pukul 20.00 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khaerul Huda lebih lanjut mengatakan, film besutan sutradara Wicaksono Wisnu Legowo itu sengaja diputar di tempat terhormat Pendapa Ki Gede Sebayu Tegal karena Pemkot Tegal sangat menghargai karya warga sendiri yang mengangkat dokumentasi Kota Tegal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dipilihnya tempat pemutaran film di Pendapa Ki Gede Sebayu, karena di sana merupakan tempat berkumpulnya semua elemen masyarakat Kota Tegal, dan malam itu semua elemen diundang,” tuturnya lebih jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu sang penulis naskah film, Yono Daryono, mengatakan, ada tiga tahapan saat memproduksi sebuah film. Untuk tahapan pertama, katanya, dilakukan pra produksi yakni survey lapangan, buat cerita dan skenario, kasting dan hunting lokasi memakan 3 bulan. Tahapan ke dua, yaitu pelaksanaan produksi syuting memakan 6 hari kerja. Dan tahapan paling akhir adalah pasca  produksi editing memakan waktu 6 hari. “Jadi untuk tahapan pembuatan film memakan waktu 12 hari, diluar tahapan pertama,” tutur Yono Daryono yang juga selaku Supervisor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Yono, film &lt;em&gt;Ikan Sisa Sisa&lt;/em&gt; itu mengisahkan seorang ibu bernama Bik Rohilah (Damayanti) memiliki dua anak cerdas yakni Yanti (Yolla Pamela) dan Unggul (Haryanto -pelajar SMPN 8 Kota Tegal). Sepeninggal Katono suaminya, akibat diterjang badai, praktis Bik Rohilah banting tulang untuk memenuhi kebutuhan hidup dua anaknya. Mereka tinggal di perkampungan nelayan di pesisir Tegal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia yang berpendidikan rendah hanya bisa bekerja di tempat Pak Duljalil (H. Tambari Gustam) sebagai buruh pengolah ikan yang mengurusi pembuatan ikan asin. Karena kekreatifan dan keuletannya itu, mendorong dirinya untuk kreatif dengan membuat ikan-ikan sisa yang tidak diolah di tempat kerjanya agar tidak terbuang percuma. Ia mengumpulkan ikan-ikan itu untuk dibuat makanan ringan seperti kerupuk dan lainnya. Bersama kedua anaknya, dia merangkai kerang laut atau membuat jala ikan mini untuk dijadikan hiasan. Kesemuanya dia titip jual-kan di warung Bik Kodrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai ibu, Bik Rohilah sering merasa sedih karena ketika anaknya Yanti terancam tidak bisa masuk kuliah karena harus membayar uang sumbangan pembangunan yang cukup besar. Keinginan yang besar agar bisa menyekolahkan Yanti sering jadi omongan para tetangga, mereka menganggap dia tidak berkaca diri. Tapi dengan tekad besar dia menambah porsi kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibantu oleh dua anaknya, ia mengumpulkan ikan sisa tak hanya dari tempatnya bekerja, tapi diambil dari tempat lain. Produksi kerupuk ia naikkan dan dipasarkan kemana-mana. Tapi akibat kerja kerasnya ia jatuh sakit. Dalam kesusahannya itu, datanglah Pak Duljalil bermaksud membantu, namun secara terang-terangan ia mengajukan syarat untuk menikahi Yanti. Bik Rohilah menolak secara sopan. Yanti yang prihatin akan keadaan itu mengatakan untuk tidak usah kuliah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Bik Rohilah menolak dengan bermacam alasan. Dalam kegalauannya itu, ia pun sempat tergoda untuk kembali meminjam uang dari Ibu Imroh, rentenir yang beberapa kali menawari pinjaman dalam jumlah besar. Namun bila teringat beratnya mengembalikan utang yang berbunga-bunga, ia mengurungkan niat itu. Lalu bagaimana kelanjutan kisah Bik Rohilah yang berkeinginan menyekolahkan Yanti sampai keperguruan tinggi? Saksikan saja pada pemutaran perdana film tersebut&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8453728092349622393-8429935539142781367?l=tegal-city.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tegal-city.blogspot.com/feeds/8429935539142781367/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2009/08/sisa-sisa-ikan-diputar-di-pendapa-tegal.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/8429935539142781367'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/8429935539142781367'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2009/08/sisa-sisa-ikan-diputar-di-pendapa-tegal.html' title='&quot;Sisa Sisa Ikan&quot;  Diputar di Pendapa Tegal'/><author><name>Blogqu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SouNmwcGvvI/AAAAAAAACmc/QYcR4kMg-GE/S220/blogqu.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/Sojv-nQOZZI/AAAAAAAACiw/Xs044I2SvLY/s72-c/tegal.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8453728092349622393.post-8327460524216957562</id><published>2008-11-09T22:51:00.001+08:00</published><updated>2010-08-25T14:43:46.551+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>Sejarah Teh Botol</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Slawi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merek SOSRO yang sudah dikenal di masyarakat, sebenarnya merupakan singkatan dari nama keluarga yaitu Sosrodjojo yang mulai merintis usaha Teh Wangi Melati pada tahun 1940 di sebuah kota kecil di Jawa Tengah bernama Slawi. Teh Wangi Melati yang diperkenalkan pertama kali itu bermerek Cap Botol&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2. Ekspansi Bisnis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pada tahun 1965, Teh Wangi Melati merek Cap Botol yang sudah terkenal didaerah Jawa mulai diperkenalkan di Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pada waktu itu, teknik mempromosikan Teh Wangi Melati merek Cap Botol di Jakarta dinamakan strategi Promosi Cicip Rasa dimana secara rutin beberapa staf yang dikoordinir oleh Bapak Soetjipto Sosrodjojo mendatangi tempat-tempat keramaian dengan menggunakan mobil dan alat-alat propaganda seperti memutar lagu-lagu untuk menarik perhatian dan mengumpulkan penonton.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Setelah berhasil mengumpulkan penonton cukup banyak, penonton yang ada tersebut dibagikan secara cuma-cuma contoh Teh Wangi Melati merek Cap Botol ( Sekarang disebut teknik Sampling).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Setelah itu, staf yang ada juga mendemokan cara menyeduh Teh Wangi Melati merek Cap Botol untuk kemudian dibagikan agar dapat dicicipi langsung oleh penonton sehingga mereka yakin bahwa ramuan Teh Wangi Melati merek Cap Botol adalah Teh yang memiliki mutu dan kualitas yang baik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Teknik merebus Teh langsung di tempat keramaian itu ternyata membutuhkan waktu yang cukup lama, sehingga menimbulkan kendala. Penonton yang sudah berkumpul menjadi tidak sabar dan banyak yang meninggalkan arena demo sebelum sempat mencicipi seduhan teh tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Untuk menanggulangi kendala tersebut maka sebelum dibawa ke tempat keramaian Teh Wangi Melati merek Cap Botol diseduh terlebih dahulu di kantor dan dimasukkan ke dalam panci untuk kemudian dibawa dengan kendaraan menuju tempat-tempat keramaian untuk dipromosikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Namun ternyata teknik yang kedua ini juga masih mengalami kendala, yaitu air teh yang dibawa dalam panci banyak yang tertumpah sewaktu dalam perjalanan karena kondisi kendaraan dan jalan-jalan di Jakarta pada saat itu belum sebaik sekarang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Akhirnya ditempuh cara lain, yaitu air teh yang telah diseduh dikantor kemudian ditaruh didalam botol-botol bekas limun/kecap yang telah dibersihkan terlebih dahulu untuk selanjutnya dibawa ketempat tempat kegiatan promosi Cicip Rasa berlangsung. Ternyata cara yang ketiga ini berjalan baik dan terus di pakai selama bertahun tahun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;3. Teh Botol SOSRO&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Setelah bertahun-tahun dilakukan teknik promosi Cicip Rasa, akhirnya pada tahun 1969 muncul gagasan menjual air teh siap minum dalam kemasan botol dengan merek Teh Botol Sosro. Merek tersebut dipakai untuk mendompleng merek Teh seduh Cap Botol yang sudah lebih dulu populer dan mengambil bagian dari nama belakang keluarga Sosrodjojo.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Untuk kemunculan desain botol pertama, adalah pada tahun 1970 dan desain botol tidak berubah, lebih dari 2 tahun. Untuk desain botol kedua yaitu pada tahun 1972 juga bertahan sampai dengan 2 tahun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dan pada tahun 1974, dengan didirikan PT. Sinar Sosro di kawasan Ujung Menteng (waktu itu masuk wilayah Bekasi, tetapi sekarang masuk wilayah Jakarta), maka desain botol Teh Botol Sosro berubah dan bertahan sampai sekarang. Pabrik tersebut, merupakan pabrik teh siap minum dalam kemasan botol pertama di Indonesia dan pertama di Dunia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;(Sumber: www.sosro.com)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8453728092349622393-8327460524216957562?l=tegal-city.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tegal-city.blogspot.com/feeds/8327460524216957562/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2008/11/sejarah-teh-botol.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/8327460524216957562'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/8327460524216957562'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2008/11/sejarah-teh-botol.html' title='Sejarah Teh Botol'/><author><name>Blogqu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SouNmwcGvvI/AAAAAAAACmc/QYcR4kMg-GE/S220/blogqu.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8453728092349622393.post-3254989024640714805</id><published>2008-11-03T20:34:00.001+08:00</published><updated>2010-08-25T14:44:26.213+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hotel'/><title type='text'>Hotel dan Penginapan</title><content type='html'>&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Alexander Hotel , Jl Jend Sudirman 30 TEGAL 52113 , 0283-358401&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Anugerah Hotel , Jl Udang 4 TEGAL 52111 , 0283-351316&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Taguya Hotel , Jl Raya Kramat Km 7 TEGAL 52181 , 0283-355243&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bahari Inn Hotel , Jl Dr Wahidin Sudirohusodo 1 TEGAL 52116 , 0283-343399&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Brama Lestari Hotel , Jl Raya Pertiwi Kawasan Wisata Guci TEGAL , 0283-352249&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Duta Wisata Hotel , Jl Raya Pertiwi Kawasan Wisata Guci TEGAL , 0283-352770&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Farah Hotel , Jl Gajah Mada 63 TEGAL 52121 , 0283-353773&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Graha Wisata Hotel , Jl Dr Wahidin Sudirohusodo 1 TEGAL 52141 , 0283-356765&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gren Hotel , Jl Jend Sudirman 19 TEGAL 52131 , 0283-353678&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Guci Kencana Hotel , Jl Raya Pertiwi II 4 RT 009/02 TEGAL  , 0283-352229&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Irian Hotel , Jl Gajah Mada 56 TEGAL 52123 , 0283-350509&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Karlita International Hotel , Jl Brigjen Katamso 31 TEGAL 52111 , 0283-353314&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Karlitam Hotel , Jl Brigjen Katamso Slawi Wetan Slawi 31 TEGAL , 0283-358050&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kencana Hotel , Jl Pancasila 39 TEGAL 52122 , 0283-342636&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kota Hotel , Jl Brigjen Katamso 28 TEGAL 52111 , 0283-351136&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kuningan Hotel , Jl Letjen Suprapto 27 TEGAL 52111 , 0283-350711&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Margadana Hotel , Jl Raya Sumur Panggang 9 RT 003/01 TEGAL 52141 , 0283-357297&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Maya Hotel , Jl Kol Sugiono 3 TEGAL 52114 , 0283-356235&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Muria Hotel , Jl Brigjen Katamso 16 TEGAL 52111 , 0283-351598&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Palapa Hotel , Jl Mayjen Sutoyo 11-A TEGAL , 0283-351053&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Paramita Hotel , Jl Raya Maribaya 81 RT 001/01 TEGAL , 0283-352253&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pelangi Ayu Hotel , Jl Raya Maribaya Km 11/78 TEGAL , 0283-354795&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Plaza Hotel , Jl Dr Wahidin Sudirohusodo 2 TEGAL , 0283-343888&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pramesthi Tegal Hotel , Jl Mayjen Sutoyo 1 TEGAL 52113 , 0283-356883&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Purin Hotel , Jl Raya Purwahamba Indah TEGAL , 0283-340892&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Putra Hotel , Jl Brigjen Katamso 23 TEGAL 52111 , 0283-358489&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Salero Hotel , Jl Raya Maribaya Kramat 5 RT 002/05 TEGAL , 0283-352250 &lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Samudra Hotel , Jl Jawa 7 TEGAL 52121 , 0283-353759&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Saudara Hotel , Jl Raya Dampyak 148 TEGAL 52181 , 0283-356840&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Semeru Hotel , Jl Jend A Yani 168 TEGAL 52121 , 0283-356226&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Surabaya Hotel , Jl Durian 2 TEGAL 52112 , 0283-353155&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Susana Baru Hotel &amp;amp; Restaurant , Jl Mayjen Sutoyo 27 TEGAL 52125 , 0283-356036&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Taguya Hotel , Jl Raya Kramat Km 7 TEGAL , 0283-355243&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Trio Hotel , Jl Kapt Ismail 6 TEGAL , 0283-357650&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;sumber : http://www.yellowpages.co.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8453728092349622393-3254989024640714805?l=tegal-city.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tegal-city.blogspot.com/feeds/3254989024640714805/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2008/11/hotel-dan-penginapan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/3254989024640714805'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/3254989024640714805'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2008/11/hotel-dan-penginapan.html' title='Hotel dan Penginapan'/><author><name>Blogqu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SouNmwcGvvI/AAAAAAAACmc/QYcR4kMg-GE/S220/blogqu.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8453728092349622393.post-6165531518034048513</id><published>2008-11-03T18:28:00.001+08:00</published><updated>2010-08-25T14:44:46.849+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kuliner'/><title type='text'>Asal usul Martabak Lebaksiu</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Martabak adalah sejenis makanan khas dari negeri India sejak dahulu hingga sekarang. Di Indonesia ada dua jenis martabak.&lt;br /&gt;Pertama adalah martabak telor, yang kedua adalah martabak terang bulan atau biasa disebut martabak manis.Di India martabak, susunannya adalah sebagia berikut :&lt;br /&gt;Adonan tepung terigu yang dibentuk sebesar telur bayam, dibanting, dilebarkan diatas kaca, marmer atau seng, setelah membentuk ukuran berdiameter kurang lebih 40 cm, kemudian diisi telur/kentang dan digoreng. Setelah itu dihidangkan dengan kare kambing/gulai. Itulah aslinya martabak telur atau di India disebut moortaba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negeri India, makanan lain sejenis martabak telur adalah : Nan, Roti Cane, Chappaty, Purata, Poory, Samosa. Makanan-makanan teresbut masuk pada kategori makanan sedang/ringan. Dan bisa juga menjadi menu makanan utama disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian bagaimana dengan martabak terang bulan/martabak manis ? jenis ini baik bentuk, isi dan rasanya sama sekali tidak ditemukan di negeri India. Makanan yang rasanya manis ini, adalah sejenis roti/kue manis – cake atau pasta. Yang di hidangkan sebagai sarapan pagi /santai bersama minum kopi atau teh maupun teh susu atau “Chaa” yang biasa juga disebut di Malaysia namanya Teh Tarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;ASAL USUL MARTABAK DARI LEBAKSIU&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pada sekitar awal tahun 1930-an, beberapa pemuda asal daerah lebaksiu kabupaten Tegal mengadu nasib dengan berjualan makanan atau mainan anak-anak pada setiap ada perayaan di kota-kota, seperti kota Semarang. Di kota inilah salah seorang pemuda yang bernama Ahmad bin Kyai Abdul Karim berkenalan dengan seorang pemuda berasal dari negeri India bernama Abdullah bin Hasan Almalibary.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil persahabatan mereka, maka Abdullah diajaklah berkunjung ke kampung halaman Ahmad di desa Lebaksiu kidul kecamatan Lebaksiu Kabupaten Tegal Jawa Tengah. Abdullah berkenalan dengan adik perempuan Ahmad yang bernama Masni binti Kyai Abdul Karim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Abdullah mempersunting Masni adik perempuan Ahmad pada tahun 1935. Abdullah atau biasa disebut Tuan Duloh adalah seorang saudagar/pengusaha pada zaman itu. Salah satu keahlian Abdullah adalah membuat makanan yang terbuat dari adonan terigu yang bernama Martabak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam kisah perjalanan Abdullah ini, dari beberapa narasumber baik yang sudah meninggal maupun yang masih hidup diantaranya : Abdul Wahid bin Kyai Abdul Karim 85 tahun, Mawardi bin Kyai Abdul Karim 80 tahun, H. Abdul Kadir Bayasut 80 tahun (keturunan Arab), H. Katikaren Abdul Kadir 80 tahun (keturunan India), dan beberapa tokoh-tokoh lainnya membenarkan kisah tersebut diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah suatu kenyataan bahwa martabak yang dibuat oleh Abdullah, sangat berbeda dengan martabak yang aslinya dari India.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Susunan Bahan Dasar Martabak Telor.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Adonan tepung terigu yang dibentuk bulat sebesar telur ayam, kemudian dibanting, dilebarkan diatas kaca, marmer atau seng. Setelah membentuk lingkaran berdiameter kurang lebih 40 cm, kemudian diisi dengan campuran telur, sayuran, irisan-irisan kecil daging yang telah dimasak dengan bumbu-bumbu. Kemudian digoreng, dan kemudian bisa langsung dihidangkan tanpa kare kambing/gulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialah salah satu diantar pemuda-pemuda India yang berhasil membuat perubahan atau modifikasi Martabak dari aslinya. Menurut narasumber hal ini disesuaikan dengan cita rasa maupun kebiasaan masyarakat di Indonesia khususnya di Tanah Jawa yang pada umumnya gemar makan sayur-sayuran dan tidak terlalu suka mengkonsumsi daging berlebihan. Itulah yang menjadi alasan utama mengapa modifikasi martabak itu terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai sekarang ini, jenis Martabak telor yang beredar hampir diseluruh pelosok Indonesia, adalah merupakan hasil modifikasi dari yang aslinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Martabak terang bulan/martabak manis. Konon menurut kisah disebut terang bulan, karena bentuknya bulat seperti bulan purnama. Martabak manis ini dibuat dengan bahan-bahan dasar adonan tepug terigu, gula, telor, dan lain-lain. Dan dicetak dengan cetakan piring seng dengan ukuran kurang lebih 20 cm dan dipasang tangkai pipa besi. Dipanggang dan digoyangkan diatas bara api, arang kayu, maupun kompor minyak. Sering martabak terang bulan ini disebut juga martabak “goyang”. Isi atau bumbu-bumbunya adalah olesan mentega/margarine, susu, selai pepaya, selai nanas, meises, kacang dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pada sekitar tahun 1950-an, terjadilah modifikasi baik bentuk maupun ukuran dan rasa martabak manis. Cetakannya terbuat dari besi cor / cor perunggu,cor kuningan dengan ukuran 18/20 cm, 20/22 cm, 22/24 cm, 24/26 cm, 26/28 cm, 28/30 cm. Dengan isi atau bumbu-bumbunya adalah susu, kacang, keju, meises, wijen, kismis, durian, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keahlian Abdullah diajarkan kepada kerabat dekat istrinya maupun tetangga-tetangganya. Tercatatlah nama-nama sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Ahmad bin Kyai Abdul Karim (Alm)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Abdul Manaf bin Kyai Abdul Karim (Alm)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Abdul Wahid bin Kyai Abdul Karim&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mawardi bin Kyai Abdul Karim&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rifai bin Kyai Abdul Karim (Alm)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Djari (Haji Umar) bin Haji Mas’ud (Alm)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Maktub bin Haji Mas’ud (Alm)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dja’i bin Haji Sueb (Alm)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ali bin Haji Sueb (Alm)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rumli bi Sanadi (Alm)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tamyid&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tuwuh&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Dan masih banyak lagi nama-nama yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Ini adalah merupakan generasi kedua setelah Abdullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah bersama mereka-merekalah yang memperkenalkan martabak pada setiap ada keramaian di pasar-pasar malam di kota-kota besar khususnya di pulau jawa. Keramaian-keramaian seperti Sekatenan di Jogjakarta, Dugderan di Semarang, Mauludan di Cirebon-Trusmi, dan pasar malam di pabrik-pabrik tebu pada perayaan permulaan giling (metik).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisnis-bisnis Abdullah yang ditekuninya sekitar tahun 1935 – 1955 antara lain : “Rumah Makan India Moslem” di Slawi, “Meubeler” di Lebaksiu dan pengelola dibeberapa pasar malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersebutlah nama-nama rekan-rekan Abdullah senegara dari India pada kurun waktu antara 1930 – 1960 adalah :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Tuan Hasan di Semarang&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tuan Muhammad di Yogya&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tuan Haji Sayeed Ali di Jakarta&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tuan Salam di Jakarta&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;dan masih banyak nama-nama lain.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Ketika rekan-rekan Abdullah memilih tinggal di kota-kota besar, tidak demikian halnya dengan Abdullah yang memilih tinggal di salah satu kampung bernama Lebaksiu Kidul Kab. Tegal yang berjarak sekitar 21 km arah selatan kota Tegal bersama isteri dan anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan Martabak di Indonesia pada kurun waktu sekitar 1950 – 1990, tercatatlah nama-nama tokoh sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Tegal : Dja’i bin Haji Sueb, Haji Urip, Haji Abdur Rohim, Sumyad, Muhidin, Gendon, Masan, Dahlan, dan rekan-rekan.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jakarta : Rumli bin Sanadi, Mahsud, Mali, Tabud, Matlab, Haji Hambali, Muanas, Haji Tobroni, Luri, Muri, Tarmudi, Usup, Hudi, H. Muripin, H. Tabri, H. Nur Abdullah Hasan, Umar Hanafi, H. Toni Dartam, Dakyani, dan rekan-rekan.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bogor : Rifai, Mawardi, Abdul Wahid, Abdul Gofur, Maskam, Haji Umar Sahir, dan rekan-rekan.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bandung : Dasir, Mukdi, Salim, Haji Mahun, dan rekan-rekan&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Cianjur : Haji Surur, Makbul Tamyid, dan rekan-rekan.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Yogya : Keluarga Besar Tuan Muhammad, Haji Muhammad Abdullah, Suud, Haji Bahroni, dan rekan-rekan.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Makasar : Haji Imam Abdul Manaf, Mashur Dja’i, Muhidin, Tori Dannya, Haji Muanas Maad, H. Wartono, H. Jurani, dan rekan-rekan.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Manado : Haji Susalit, Matlub, Haji Bedi, Warno, Haji Suyatno, Narto, dan rekan-rekan.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pontianak : Haji Abdul Kadir Ali, Bambang Wage, Tori, dan rekan-rekan.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Singkawang : Haji Jeni Saleh, dan rekan-rekan.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Banjarmasin : Haji Muta’alim, Paluruni Tori, H. Bedi, Sunarto, dan rekan-rekan.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Semarang : Keluarga Besar Tuan Hasan, dan rekan-rekan.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Palembang : Keluarga Besar Tuan Haji Abdul Rozak (HAR) dan rekan-rekan&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bekasi : Makmur Darnya, Otong, Anwar, H. Saehudin, Saepudin, dan rekan-rekan&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kuningan : H. Midi, dan rekan-rekan&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tangerang : H. Tris, Heriyanto Dja’i, Muhammad Abdul Bayasut, Wahyu Patehi dan rekan-rekan&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sampit : Rozak Bayasut, Abdullah Bayasut, Yazid Bayasut, dan rekan-rekan.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bontang : Haji Muhammad, Untung, H. Sunarto, Saepu Torik, dan rekan-rekan.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jayapura : Haji Juremi, Haji Waud Umar, Haji Tono Umar, dan rekan-rekan.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mataram : Haji Sahuri, Agus, dan rekan-rekan.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Denpasar : Haji Mashur Dakup, H. Toni, Luruh, Patehi, dan rekan-rekan.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kupang : Ruslan Sanusi, dan rekan-rekan&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tasikmalaya : Djubaidi Ali, Balhi, Maksudi, Sungib, Sopi, dan rekan-rekan&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pekanbaru : H. Isro, dan rekan-rekan&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bukittinggi (Sumbar) : Harar, dan rekan-rekan&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Itulah generasi kedua dan ketiga, pada generasi keempat, sekarang telah menyebar keseluruh pelosok Indonesia. Menu dagangannya pun tidak hanya martabak saja namun beberapa jajanan yang lain, antara lain : donat, onde-onde, pukis, pisang goreng, gandasturi, tahu goreng, ayam goreng, dan aneka macam makanan dan jajanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk luar negeri seperti Jeddah, Saudi Arabia, para tokoh-tokohnya adalah : Haji Adnan Sowi, Haji Kana, Haji Mustakin, Haji Agus Warto, Haji Zainudin bin Ahmad, Haji Syaiful Bahri, Haji Humaedi, dan rekan-rekan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh-tokoh wanita (Srikandi) Lebakksiu:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Ibu Saimah Marjen&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ibu Hajjah Mary Wahid&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Namun demikian sejarah martabak Lebaksiu dapat berkembang pesat seperti sekarang ini tidak terlepas dari dukungan moril maupun materil dari tokoh-tokoh Lebaksiu non martabak seperti:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Tabri (Mantan Lurah Lebaksiu Lor)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;H. Ikna Tjokroharsono&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;H. Bahrun (Mantan Lurah Lebaksiu Lor)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;KH. Samlawi (Mantan Lurah Lebaksiu Kidul)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;KH.Mafhud Thoha&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kamali rusbad (PLN)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bang Ahmad (Mantan Lurah Kajen)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;H. DJubaidi Ahmad Baedowi (PLN)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Drs. H. imam Sofwan&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Drs. Kaprawi&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pandi (Gang Tongkang) Jakarta&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Drs. H. Bachruddin Nasori, Msi&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;H. Ali DJured&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Khozin Tamjid&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;H. Abdul Malik Tamjid&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ir. H. Ismaun Tjokroharsono&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Marjono (Yon Kav)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Hasil kunjungan penulis di sebagian kota-kota besar di Amerika, Eropa, Afrika, Asia dan Australia tidak ditemukan jenis Martabak Lebaksiu seperti yang sudah diutarakan diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah bin Hasan Almalibary lahir di daerah Payoli, Distric Meladi, “Kerala State South of India” pada tahun 1901.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meninggal dunia pada 1956 dan dimakamkan di desa Lebaksiu Kidul kecamatan Lebaksiu Kabupaten Tegal Jawa Tengah. Meninggalkan seorang isteri dua anak laki dan dua anak perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isterinya bernama Masni ( Hajjah Hasanah Masni ) binti Kyai Abdul Karim, lahir di Lebaksiu Kidul tahun 1918 dan meninggal dunia pada tahun 2000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila ilmu membuat martabak adalah sebuah ilmu yang bermanfaat ( Al IlmuNafi ) dan berguna bagi kemaslahatan umat, maka dengan mengharap ridho Allah Subhanahu wata’ala semoga Abdullah bin Hasan Almalibary beserta pengikut-pengikutnya diterima amal ibadahnya dan diampuni dosa-dosanya. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : http://tegal.wordpress.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8453728092349622393-6165531518034048513?l=tegal-city.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tegal-city.blogspot.com/feeds/6165531518034048513/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2008/11/asal-usul-martabak-lebaksiu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/6165531518034048513'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/6165531518034048513'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2008/11/asal-usul-martabak-lebaksiu.html' title='Asal usul Martabak Lebaksiu'/><author><name>Blogqu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SouNmwcGvvI/AAAAAAAACmc/QYcR4kMg-GE/S220/blogqu.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8453728092349622393.post-8721667564929713601</id><published>2008-11-03T18:21:00.001+08:00</published><updated>2010-08-25T14:45:06.982+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kuliner'/><title type='text'>Makanan Khas Tegal</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;strong&gt;Kupat Glabed&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Merupakan salah satu makanan khas Tegal. Ketupat disajikan dengan kuah kental dan biasanya ditambah dengan hidangan pelengkap yaitu sate kerang. Bila kita ingin menikmati kupat glabed, kita bisa menjumpainya di Pasar Malam Kota Tegal, di pusat kota atau pedagang keliling yang masuk ke jalan - jalan kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kupat Blengong&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tidak jauh berbeda dengan kupat glabed. Yang membedakan adalah dalam hal penyajian, pada kupat blengong ketupatnya menggunakan pembungkus daun pisang, kuahnya tidak terlalu kental. Sedangkan hidangan pelengkapnya berupa sate blengong (blengong merupakan hewan hasil perkawinan silang antara itik dengan mentok).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sate Kambing&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ciri khasnya yaitu, menggunakan daging kambing muda, ukuran sate yang cukup besar dan proses pembakaran dan cara penyajiannya. Daerah yang banyak dijumpai warung - warung sate di kota Tegal yaitu di daerah Debong Kecamatan Tegal Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sate Ayam&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Selain sate kambing, sate ayam juga merupakan salah satu makanan yang banyak dijumpai di kota Tegal. Dengan bumbu kacang yang khas menjadikan sate ayam banyak digemari oleh masyarakat kota Tegal sendiri maupun para pendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ikan Bakar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebagai kota pantai, Tegal kaya akan berbagai jenis ikan sehingga masyarakat dapat menjumpai warung atau rumah makan yang menyajikan menu ikan bakar. Adapun jenis ikan yang biasa disajikan yaitu : ikan kakap, bawal, prapu, pihi, dorang, udang, cumi dan kerang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Soto Tegal&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Soto bukan hanya makanan khas Tegal saja, tetapi daerah - daerah lain seperti Semarang, Jakarta, Lamongan, Banyumas juga memiliki makanan khas berupa soto. Tapi yang membedakan antara Soto Tegal dengan soto - soto daerah lainnya adalah karena rasa dan aroma tauco yang tidak bisa dijumpai pada soto - soto dari daerah lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Nasi Lengko&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bahan pokok pembuatannya berupa nasi dan beberapa sayuran segar (timun, kubis, dan kecambah) yang diiris kecil - kecil lalu diberi bumbu kacang dan kecap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Latopya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mirip bakpia Yogyakarta. Kalau dilihat sepintas bentuknya hampir sama, namun bila dimakan rasanya jauh berbeda yaitu pada latopya terasa gurih dan ada beberapa pilihan isinya, antara lain isi kacang hijau, buah dan coklat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : http://www.kota-tegal.go.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8453728092349622393-8721667564929713601?l=tegal-city.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tegal-city.blogspot.com/feeds/8721667564929713601/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2008/11/makanan-khas-tegal.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/8721667564929713601'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/8721667564929713601'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2008/11/makanan-khas-tegal.html' title='Makanan Khas Tegal'/><author><name>Blogqu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SouNmwcGvvI/AAAAAAAACmc/QYcR4kMg-GE/S220/blogqu.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8453728092349622393.post-4725509252948753217</id><published>2008-11-02T12:43:00.000+08:00</published><updated>2008-11-02T12:46:24.919+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><title type='text'>Mohammad Ma’ruf</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/m/mohammad-maruf/moh_maruf.jpg"&gt;&lt;img src="http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/m/mohammad-maruf/moh_maruf.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Nama: H. Letnan Jenderal TNI (Purn) Mohammad Ma’ruf AR, SE&lt;br /&gt;Jabatan: Menteri Dalam Negeri RI&lt;br /&gt;Lahir: Tegal, 20 September 1942&lt;br /&gt;Agama: Islam&lt;br /&gt;Istri: Hj. RR. Susiyati Hasmeng Mohammad Ma’ruf&lt;br /&gt;Anak: Tiga (3) Putri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan:&lt;br /&gt;AMN 1962&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karir Militer:&lt;br /&gt;- Kepala Staf Kodam IX Udayana, 1990&lt;br /&gt;- Kepala Staf Kodam IV Diponegoro, 1991&lt;br /&gt;- Gubernur AMN Magelang, 1992&lt;br /&gt;- Assospol Kasospol ABRI, 1993&lt;br /&gt;- Kasospol ABRI, 1995&lt;br /&gt;- Dubes RI untuk Vietnam, 1996&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jabatan Lain:&lt;br /&gt;- Pembina Organisasi Pertahanan Sipil/Perlindungan Masyarakat (HANSIP/LINMAS)&lt;br /&gt;- Ketua Tim Sukses Kampanye SBY-JK 2004&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8453728092349622393-4725509252948753217?l=tegal-city.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tegal-city.blogspot.com/feeds/4725509252948753217/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2008/11/mohammad-maruf.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/4725509252948753217'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/4725509252948753217'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2008/11/mohammad-maruf.html' title='Mohammad Ma’ruf'/><author><name>Blogqu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SouNmwcGvvI/AAAAAAAACmc/QYcR4kMg-GE/S220/blogqu.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8453728092349622393.post-1054901767702672876</id><published>2008-11-02T12:34:00.000+08:00</published><updated>2008-11-02T12:47:24.699+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><title type='text'>Dr Fuad Bawazier</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/f/fuad-bawazier/fuad_bawazier.jpg"&gt;&lt;img src="http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/f/fuad-bawazier/fuad_bawazier.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama: Dr Fuad Bawazier&lt;br /&gt;Lahir: Tegal, Jawa Tengah, 22 Agustus 1949&lt;br /&gt;Agama: Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan:&lt;br /&gt;= S1 FE UGM&lt;br /&gt;= S3 (doktor) ekonomi University of Maryland, Amerika Serikat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karir:&lt;br /&gt;= Asisten dosen FE UGM&lt;br /&gt;= Dirjen Pajak Depkeu&lt;br /&gt;= Menteri Kuangan Kabinet Pembangunan VII (1998)&lt;br /&gt;= Anggota MPR-RI dari PAN 1999-2004&lt;br /&gt;= Anggota DPR-RI dari PAN (2004-2009)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Organisasi:&lt;br /&gt;= Pelajar Islam Indonesia (PII)&lt;br /&gt;= Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)&lt;br /&gt;= Ketua Korps Alumni HMI (KAHMI)&lt;br /&gt;= Ikatan Akuntan Indonesian (IAI)&lt;br /&gt;= Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI).&lt;br /&gt;= Ketua DPP Partai Amanat Nasional&lt;br /&gt;= Pengurus YPI Al-Azhar Jakarta&lt;br /&gt;= Ketua Pengurus Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya 2002-2007&lt;br /&gt;= Ketua Persahabatan Indonesia-Malaysia (Prima)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8453728092349622393-1054901767702672876?l=tegal-city.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tegal-city.blogspot.com/feeds/1054901767702672876/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2008/11/dr-fuad-bawazier.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/1054901767702672876'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/1054901767702672876'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2008/11/dr-fuad-bawazier.html' title='Dr Fuad Bawazier'/><author><name>Blogqu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SouNmwcGvvI/AAAAAAAACmc/QYcR4kMg-GE/S220/blogqu.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8453728092349622393.post-5535849470443793562</id><published>2008-11-02T11:15:00.000+08:00</published><updated>2008-11-02T11:17:35.921+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><title type='text'>Enam Seniman Terima Penghargaan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;BARU-BARU ini ini Walikota Tegal Adi Winarso, memberikan penghargaan pada lima orang seniman yang selama ini banyak berkpirah di bidang seni. Salah satu yang menerima penghargaan itu Lanang Setiawan. Lanang panggilan akrabanya masuk kategori sebagai penggiat seni. Khususnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seni daerah Tegalan, yang memang disemangatinya sejak lama. Bahkan saking fantatiknya ia sampai menterjemahkan puisi sastrawan Indonesia WS Rendra ke dalam bahasa Tegalan, itu terjadi sekitar tahun 2001. Selain itu ia juga pernah menulis buku dinamika kegiatan seni di Kota Tegal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya atas kerja budayanya sehingga Walikota Tegal Adi Winarso memberikan sebuah apresiasi pada Lanang. Tapi sejatinya sebelum itu sebuah penghargaan pernah diterimanya. Tepatnya saat tahun baru 1994, tropong budaya Tegal memberi kado istimewa pada Lanang Setiawan sebagai man of the year '94.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penobatan itu karena Lanang Setiawan selain banyak menulis sastra dalam bahasa Tegalan. Karya-karyanya banyak dimuat di majalah yang dibuat sendiri, seperti Literasi dan Muara Budaya. Sikap peduli pada tanah kelahiran dibuktikan dengan dibukukannya sejarah jatuhnya Wali Kota Tegal HM Zakir. Buku yang ia tulis itu bahkan sebagai salah satu rujukan peneliti sosial Australia Anton Lucas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lanang masih tetap menulis, dan tengah merampungkan buku yang berisi karya-karya yang pernah dipentaskan oleh para seniman Kota Tegal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diingat, pada tanggal 20 Oktober 2008 enam seniman berprestasi dari berbagai kategori menerima penghargaan terhormat Walikota Tegal Adi Winarso SSos. Adapun penghargaan itu sesuai Keputusan dari Dewan Kesenian Kota Tegal No. 019/DKT/09/2008, tentang penghargaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uniknya penyerahan itu tidak diberikan di Kota Tegal, tapi diberikan di Jakarta. Penganugerahan dilaksanakan saat pentas seni, pameran produk unggulan, serta halal bilhalal Pemerintah Kota Tegal dan dengan warga Kota Tegal yang tinggal di Jakarta. Kegiatan tersebut berlangsung di Anjungan Jateng, Taman Mini Indonesia Indah (TMII).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seniman berprestasi itu Piek Ardijanto Soeprijadi (alm) sebagai sastrawan mendapatkan anugerah bintang putra seni, karena jasanya yang besar pada pengembangan kesenian dan karya seni serta aktivitas yang dilakukan membawa citra baik dan mengharumkan nama Kota Tegal di tingkat nasional atau internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghargaan sama diberikan pada S.N. Ratmana dan Yono Daryono, dengan kategori Pekerti Seni, yakni penghargaan untuk seniman karena karya seni dan aktivitas kesenian yang dilakukan membawa citra baik dan mengharumkan nama Kota Tegal di tingkat nasional atau internasional, dan ia hingga kini masih terus berkarya mengembangkan kreativitasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan kategori Pengabdi Seni diberikan kepada Sardjono sebagai pengabdi seni pedalangan, Soleman Dito sebagai pengabdi seni lukis, dan Lanang Setiawan sebagai pengabdi seni. Kategori ini diberikan kepada seniman yang telah mengabdi dan setia serta intens di cabang seni atau aktivitasnya dalam menggerakkan kegiatan kesenian pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sambutannya, Adi berharap penghargaan ini bisa memacu kreativitas seniman lainnya, sehingga bisa menghasilkan karya seni yang lebih baik dan berkualitas. Pada kesempatan yang sama, S.N. Ratmana mewakili seniman berprestasi mengaku sangat senang dan bangga dengan anugerah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sastrawan ini berharap tidak ada pihak yang berburuk sangka terkait pemberian penghargaan tersebut. Terbukti, tidak semua seniman berprestasi yang terpilih dekat dengan orang nomor satu di Tegal yang sebentar lagi habis masa jabatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Dinas Perhubungan, Pariwisata, Seni dan Budaya Kota Tegal Sumito menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kreativitas seni budaya daerah. Selain itu, untuk mempererat persaudaraan antara Pemkot Tegal dan organisasi serta masyarakat Tegal di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pentas seni dan pameran produk unggulan ini sekaligus untuk memperkenalkan, menyebarluaskan, dan mempromosikan produk unggulan Kota Tegal. Adapun pentas seni yang ditampilkan kali ini, di antaranya, Chongdut Eska Musik, Tari Jaranan Sanggar Tari KSK, grup lawak, batik dan produk unggulan, serta pameran kuliner atau masakan khas Kota Tegal. Pada akhirnya kebudayaan sebagai kata kerja, demikian menurut filsafat Kebudayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://www.radartegal.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8453728092349622393-5535849470443793562?l=tegal-city.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tegal-city.blogspot.com/feeds/5535849470443793562/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2008/11/enam-seniman-terima-penghargaan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/5535849470443793562'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/5535849470443793562'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2008/11/enam-seniman-terima-penghargaan.html' title='Enam Seniman Terima Penghargaan'/><author><name>Blogqu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SouNmwcGvvI/AAAAAAAACmc/QYcR4kMg-GE/S220/blogqu.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8453728092349622393.post-8478151213397519883</id><published>2008-10-27T10:48:00.000+08:00</published><updated>2008-11-02T11:48:44.876+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><title type='text'>BAHASA JAWA TEGAL</title><content type='html'>Bahasa Jawa Tegal adalah salah satu dialek bahasa Jawa yang dituturkan di Kabupaten Tegal dan sekitarnya.&lt;br /&gt;Tegal termasuk daerah Jawa Tengah di dekat perbatasan bagian barat. Letak Tegal yang ada di pesisir Jawa bagian utara, juga di daerah perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat, menjadikan dialek yang ada di Tegal beda dengan daerah lainnya. Pengucapan kata dan kalimat agak kental. Dialek Tegal merupakan salah satu kekayaan bahasa Jawa, selain Banyumas. Meskipun memiliki kosa kata yang relatif sama dengan bahasa Banyumas, pengguna dialek Tegal tidak serta-merta mau disebut ngapak karena beberapa alasan antara lain: perbedaan intonasi, pengucapan, dan makna kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ciri khas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain pada intonasinya, dialek Tegal memiliki ciri khas pada pengucapan setiap frasanya, yakni apa yang terucap sama dengan yang tertulis. Secara positif -seperti dipaparkan oleh Ki Enthus Susmono dalam Kongres Bahasa Tegal I- hal ini dinilai mempengaruhi perilaku konsisten masyarakat penggunanya. Untuk lebih jelas, mari kita amati beberapa contoh dan tabel berikut ini:&lt;br /&gt;padha, dalam dialek Tegal tetap diucapkan 'pada', seperti pengucapan bahasa Indonesia, tidak seperti bahasa Jawa wetanan (Yogyakarta, Surakarta, dan sekitarnya) yang mengucapkan podho.&lt;br /&gt;saka, (dari) dalam dialek Tegal diucapkan 'saka', tidak seperti bahasa Jawa wetanan (Yogyakarta, Surakarta, dan sekitarnya) yang mengucapkan soko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialek Tegal = padha, saka, sega, apa, tuwa&lt;br /&gt;Bahasa Jawa Standar = podho, soko, sego, opo, tuwo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kasus tersebut, Enthus menilai masyarakat pengguna bahasa Jawa wetanan (Surakarta, Yogyakarta, dan sekitarnya) kurang konsisten ketika mengucapkan gatutkaca ditambahi akhiran ne. Kata itu bukan lagi diucapkan gatutkocone, melainkan katutkacane, seperti yang dituturkan oleh masyarakat Tegal. Lihat berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Dasar = segane+ne, gatutkaca+ne, rupa+ne&lt;br /&gt;Dialek Tegal = segane, gatutkacane, rupane&lt;br /&gt;Bahasa Jawa Standar = segane, bukan segone, gatutkacane, bukan gatutkocone, rupane, bukan rupone&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Wilayah pengguna&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah pemetaan masyarakat pengguna dialek Tegal:&lt;br /&gt;Kabupaten Brebes&lt;br /&gt;Kota Tegal&lt;br /&gt;Kabupaten Tegal&lt;br /&gt;Bagian barat Kabupaten Pemalang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh dialek Tegal&lt;br /&gt;- Ki Enthus Susmono, yang selalu setia memasukkan unsur dialek Tegal dalam setiap pementasan wayangnya&lt;br /&gt;- Lanang Setiawan, yang telaten mengumpulkan kosa kata dialek Tegal kemudian disusun dalam Kamus Bahasa Tegal. Lanang juga produktif menciptakan lagu-lagu Tegalan yang disebarkan melalui jalur indie label.&lt;br /&gt;- Ki Slamet Gundono&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kongres bahasa Tegal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kongres bahasa Tegal pertama digelar oleh pemerintah kota Tegal pada tanggal 4 April 2006, di hotel Bahari Inn kota Tegal. Acara yang digagas oleh Yono Daryono tersebut menghadirkan beberapa tokoh antara lain SN Ratmana (cerpenis), Ki Enthus Susmono (dalang Tegal), Eko Tunas (penyair Tegal). Tujuan digelarnya kongres itu adalah untuk mengangkat status dialek Tegalan menjadi bahasa Tegal. Terjadinya kongres Bahasa Tegal dikarenakan karena saudara Lanang Setiawan yang senantiasa getol mempopulerkannya. Hingga akhirnya Pemerintahan Kota Tegal mengupayakan adanya kongres tersebut. Kiprah Lanang Setiawan akhirnya oleh masyarakat Tegal dipatenkan sebagai Begawan Tegalan karena kesetiaannya melahirkan beberapa buku dan puisi, maupun lagu-lagu Tegalan yang sampai kini terus dia setiai hingga belakangan Lanang Setiawan melahirkan novel bahasa Tegal dengan judul "Oreg Tegal". Dialah satu-satunya seniman Tegal yang terus memberikan bahsa Tegalan itu diangkat menjadi sebuah ikon yang menggembirakan bagi masyarakat Tegal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bahasa gaul&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak kalah dengan daerah lain, Tegal juga memiliki bahasa gaul yang asal muasalnya dari bahasa prokem. Bahasa ini pertama digunakan oleh para gerilyawan saat perang kemerdekaan. Namun perkembangan selanjutnya menunjukkan, bahasa prokem beralih fungsi menjadi bahasa gaul. Pola pembentukan bahasa gaul Tegal menggunakan distribusi fonem. Contoh kata jasak berasal dari kata bapak (bapa). Di sini huruf B digeser (diganti) dengan huruf J, dan huruf P diganti dengan huruf S. Sementara huruf hidup (vokal) tidak mengalami perubahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Jakwir = Teman&lt;br /&gt;- Jakwir cetem =Teman dekat&lt;br /&gt;- Jasak = Bapak &lt;br /&gt;- Jok = Ibu &lt;br /&gt;- Jagin = Pulang &lt;br /&gt;- Tarok = cewek / pacar &lt;br /&gt;- Yanu = Saya&lt;br /&gt;- Remu = Kamu&lt;br /&gt;- Tlembuk = PSK&lt;br /&gt;- Yarik = Adik&lt;br /&gt;- Sahang = Kakak&lt;br /&gt;- Tuli = Nanti&lt;br /&gt;- Nyikung = Minum minuman keras&lt;br /&gt;- Gabrut = ML&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pelajaran bahasa daerah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak masa kepemimpinan H Mardiyanto, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menerapkan aturan agar setiap siswa (dari SD sampai SMA) mendapatkan pelajaran Bahasa Jawa. Namun kebijakan ini menemui kendala yakni permasalahan dialek bahasa. Sebagai contoh, anak yang lahir di Tegal otomatis bahasa ibu-nya adalah Bahasa Tegal, bukan Yogyakarta atau Solo. Jika Pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah hanya mengacu pada bahasa standar saja, tentu para siswa akan susah menyesuaikan dengan kultur yang telah mereka terima sejak lahir. Akhirnya muncul anggapan, pelajaran Bahasa Jawa di sekolah merupakan 'paksaan' agar menggunakan bahasa-nya orang wetanan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8453728092349622393-8478151213397519883?l=tegal-city.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tegal-city.blogspot.com/feeds/8478151213397519883/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2008/10/bahasa-gaul-tegal.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/8478151213397519883'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/8478151213397519883'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2008/10/bahasa-gaul-tegal.html' title='BAHASA JAWA TEGAL'/><author><name>Blogqu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SouNmwcGvvI/AAAAAAAACmc/QYcR4kMg-GE/S220/blogqu.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8453728092349622393.post-1978163882729282387</id><published>2008-10-26T18:41:00.001+08:00</published><updated>2008-11-02T11:25:42.153+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Galery'/><title type='text'>TEGAL SAKA NDUWUR !</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SQRLJpI1LpI/AAAAAAAAA8E/H8-2NkreNtU/s1600-h/ALUN2.jpg"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SQRLJpI1LpI/AAAAAAAAA8E/H8-2NkreNtU/s400/ALUN2.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5261412893709381266" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;Alun-alun, Masjid Agung dan Balaikota Tegal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SQRJkBJXB8I/AAAAAAAAA78/nEiYYNWbLNI/s1600-h/Tegal.jpg"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SQRJkBJXB8I/AAAAAAAAA78/nEiYYNWbLNI/s400/Tegal.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5261411147807393730" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8453728092349622393-1978163882729282387?l=tegal-city.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tegal-city.blogspot.com/feeds/1978163882729282387/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2008/10/tegal-saka-nduwur-google-earth.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/1978163882729282387'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/1978163882729282387'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2008/10/tegal-saka-nduwur-google-earth.html' title='TEGAL SAKA NDUWUR !'/><author><name>Blogqu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SouNmwcGvvI/AAAAAAAACmc/QYcR4kMg-GE/S220/blogqu.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SQRLJpI1LpI/AAAAAAAAA8E/H8-2NkreNtU/s72-c/ALUN2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8453728092349622393.post-3163012506770044909</id><published>2008-10-26T18:31:00.000+08:00</published><updated>2008-10-28T22:28:39.101+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>SEJARAH BERDIRI KOTA TEGAL</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Kota Tegal merupakan penjelmaan dari desa yang bernama TETEGUALL, pada tahun 1530 telah nampak kemajuannya dan termasuk wilayah Kabupaten Pemalang yang mengakui Kerajaan Pajang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ki Gede Sebayu saudara Raden Benowo pergi ke arah Barat dan sampai di tepian Sungai Gung. Melihat kesuburan tanahnya, tergugah dan berniat bersama - sama penduduk meningkatkan hasil pertanian dengan memperluas lahan serta membuat saluran pengairan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Daerah yang sebagian besar merupakan tanah ladang tersebut kemudian dinamakan Tegal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas keberhasilan usahanya memajukan pertanian dan membimbing warga masyarakat dalam menanamkan rasa keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa, ia diangkat menjadi pemimpin dan panutan warga masyarakat. Oleh Bupati Pemalang kemudian dikukuhkan menjadi sesepuh dengan pangkat Juru Demung atau Demang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengangkatan Ki Gede Sebayu menjadi pemimpin dilaksanakan pada perayaan tradisional setelah menikmati panen padi dan hasil pertanian lain, di bulan purnama tanggal 15 Sapar tahun EHE 988 yang bertepatan dengan hari Jum'at Kliwon. Dalam Perayaan juga dikembangkan ajaran agama Islam dan budaya yang berpengaruh pada kehidupan masyarakat pada waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari, tanggal dan tahun Ki Gede Sebayu diangkat menjadi Juru Demung itu ditetapkan sebagai hari Jadi Kota Tegal dengan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 1988 tanggal 28 Juli 1988.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8453728092349622393-3163012506770044909?l=tegal-city.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tegal-city.blogspot.com/feeds/3163012506770044909/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2008/10/sejarah-berdiri-kota-tegal.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/3163012506770044909'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/3163012506770044909'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2008/10/sejarah-berdiri-kota-tegal.html' title='SEJARAH BERDIRI KOTA TEGAL'/><author><name>Blogqu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SouNmwcGvvI/AAAAAAAACmc/QYcR4kMg-GE/S220/blogqu.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8453728092349622393.post-3297089993098506579</id><published>2008-10-26T12:23:00.000+08:00</published><updated>2008-11-02T12:28:54.258+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kondisi Umum'/><title type='text'>GAMBARAN UMUM KOTA TEGAL</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SQRBCGm97oI/AAAAAAAAA7s/RsA6HmrPpzE/s1600-h/Foto088a.jpg"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SQRBCGm97oI/AAAAAAAAA7s/RsA6HmrPpzE/s400/Foto088a.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5261401769065180802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;1. GEOGRAFIS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota Tegal secara wilayah adminstratif berbatasan langsung dengan Kabupaten Brebes dan Kabupaten Tegal. Sedangkan secara geografis kota Tegal terletak pada posisi 109°08’ - 109°10’ Bujur Timur dan 06°50’ - 06°53’ Lintang Selatan dengan luas wilayah yang relatif sempit bila dibandingkan dengan dengan wilayah sekitar yakni sebesar 39,68 Km² atau 0,11% dari luas Provinsi Jawa Tengah, setelah ada penambahan dari sebagian wilayah Kabupaten Brebes. Batas wilayah Kota Tegal secara administratif dapat diuraikan sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Sebelah Utara : Laut Jawa&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sebelah Timur : Kabupaten Tegal&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sebelah Selatan : Kabupaten Tegal&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sebelah Barat : Kabupaten Brebes&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Secara adminstratif Kota Tegal terbagi ke dalam 4 kecamatan dengan 27 Kelurahan. Kecamatan Tegal Barat memiliki wliayah paling luas sekitar 15,13 km² disusul kecamatan Margadana seluas 11,76 km², kecamatan Tegal Selatan seluas 6,34 km² dan kecamatan Tegal Timur seluas 6,36 km².&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;2. KEPENDUDUKAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jumlah penduduk, perkembangan dan kepadatan penduduk di Kota Tegal menyebar hampir merata diseluruh wilayah kecamatan. Berdasarkan data Kota Tegal Dalam Angka tahun 2007 jumlah penduduk kota Tegal sebanyak 245.728 jiwa dengan kepadatan 6.193 jiwa/km². Jumlah penduduk terbanyak di wilayah kecamatan Tegal Timur sejumlah 73.641 jiwa dengan kepadatan 11.579 jiwa/km², sedangkan jumlah penduduk terendah di Kecamatan Margadana dengan jumlah 51.828 jiwa dan kepadatan 4.407 jiwa/km².&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota Tegal, adalah salah satu kota di Provinsi Jawa Tengah. Kota ini berbatasan dengan Kabupaten Brebes di sebelah barat, Laut Jawa di sebelah utara, serta Kabupaten Tegal di sebelah timur dan selatan. Hari jadi kota Tegal adalah 12 April 1580.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota Tegal juga merupakan cikal bakal kelahiran Korps Marinir TNI Angkatan Laut lahir pada 15 November 1945, seperti tercantum dalam Pangkalan IV ALRI Tegal nama Corps Mariniers. Status lembaga TNI AL di Tegal mengalami beberapa perubahan, mulai dari Detasemen AL (Denal), Landasan TNI AL (Lanal), dan Stasion AL (Sional). Untuk pertama kalinya, putra daerah yang menjabat sebagai Dan Sional adalah Letkol (Laut) Nurhidayat, asal Desa Kaligayam, kabupaten Tegal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Pemerintahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota Tegal terdiri 4 kecamatan, yakni Tegal Barat, Tegal Timur, Tegal Selatan, dan Margadana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balai kota Tegal semula menempati gedung yang kini digunakan untuk gedung DPRD Kota Tegal. Namun sejak tahun 1985, pusat pemerintahan dipindahkan ke bekas pendopo Kabupaten Tegal, yakni di kawasan alun-alun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Geografi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tegal terletak 165 km sebelah barat Kota Semarang, atau 329 km sebelah timur Jakarta. Tegal memiliki lokasi yang strategis, karena berada di jalur pantai utara (pantura) Jawa Tengah , serta terdapat persimpangan jalur utama yang menghubungkan pantura dengan kota-kota di bagian selatan Pulau Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota Tegal berbatasan langsung dengan ibukota Kabupaten Brebes. Pertumbuhan kota Tegal juga berkembang ke arah selatan di wilayah Kabupaten Tegal, yakni di kecamatan Dukuhturi, Talang, Adiwerna, dan Slawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stasiun kereta api Tegal menghubungkan kota ini dengan kota-kota lain di Pulau Jawa. Beberapa kereta api yang singgah di stasiun ini adalah: Senja Utama dan Fajar Utama (Jakarta-Semarang), Sembrani dan Argo Dwipangga (Jakarta-Surabaya), Matarmaja (Jakarta-Malang), Bangunkarta (Jakarta-Jombang), Harina (Bandung-Semarang), dan Kaligung (Tegal-Semarang). Pada era 1960-an kota Tegal pernah memiliki landasan udara Martoloyo yang diresmikan oleh Presiden Sukarno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika diukur dengan jarak tempuh antara Jakarta dan Surabaya, kota Tegal kira-kira berada di tengah-tengahnya. Posisi strategis yang didukung dengan infrastruktur yang memadai menjadikan kota Tegal sebagai kota transit. Hal tersebut berdampak pada hidupnya usaha di bidang jasa pariwisata, terutama perhotelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Perekonomian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perdagangan dan jasa merupakan sektor utama perekonomian kota Tegal. Kota ini menjadi tempat pengolahan akhir dan pemasaran berbagai produk dari kawasan Jawa Tengah bagian barat. Usaha kecil dan menengah yang cukup pesat kemajuannya adalah industri logam rumahan di kawasan jalan Cempaka, dan kerajinan batik Tegalan di kelurahan Kalinyamat. Untuk mendukung denyut perekonomian, pemerintah Kota Tegal telah membangun Pusat Promosi dan Informasi Bisnis (PPIB).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iklim investasi yang cukup sejuk mengundang banyak investor luar daerah menanamkan modalnya di kota ini. Maka tak mengherankan, dalam kurun waktu 5 tahun sejak 2001, telah berdiri beberapa pusat perbelanjaan antara lain Pacific Mall, Rita Mall, Dedy Jaya Plaza, Marina Plaza, dan Pusat grosir Moro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Wisata&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa obyek wisata kota Tegal yang dapat dikunjungi antara lain:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pantai Alam Indah (PAI) yang dilengkapi anjungan, gardu pemantau, dan panggung hiburan.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Wisata makanan antara lain: pondok makan jalan teri (pokanjari), lesehan di seputaran Jalan A Yani (pada waktu malam hari), rumah makan masakan laut di kawasan PAI, rumah makan Miraos, rumah makan Sari Laguna, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Hotel berbintang di kota Tegal: Bahari Inn, Karlita International Hotel, Plaza Hotel, Alexander, Susana Baru, Paramesti, Riez Palace. Di samping itu masih ada puluhan hotel berkelas melati.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Pusat perbelanjaan : Pacific Mall, Dedy Jaya Plaza, Rita Super Mall, Marina Plaza, dan pusat grosir Moro.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Wisata hobi : pasar burung di pasar senggol kawasan alun-alun.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Taman Poci : Taman kecil yang terletak di depan Stasiun KA Tegal dilengkapi dengan permainan anak2 dan dihiasi lampu hias, cocok buat keluarga yang ingin "jagongan" karena banyak pedagang kaki lima yang menjajakan makanan khas Tegal + Teh Poci&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Budaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun kota Tegal tidak diakui sebagai pusat budaya Jawa, namun kesenian di sini berkembang cukup pesat. Berbagai macam diskusi budaya digelar dengan menghadirkan budayawan nasional dan lokal. Kesenian asli kota Tegal adalah tari endel dan balo-balo. Ibu Sawitri merupakan generasi pertama penari endel. Selain itu seni sastra juga juga merupakan andalah kota Tegal. Penyair Tegal yang termasuk dalam angkatan 66 adalah Piek Ardijanto Suprijadi. Sementara Widjati digolongkan ke dalam penyair angkatan '00'. Kota Tegal tercatat memiliki dua tokoh perfilman nasional yang cukup produktif yaitu Imam Tantowi (sutradara dan penulis skenario), dan Chaerul Umam (sutradara).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa teater yang kiprahnya menjadi konsumsi berita nasional adalah teater RSPD (Yono Daryono), teater Puber (Nurhidayat Poso), teater Wong (M Enthieh Mudakir), teater Hisbuma (Dwi Eri Santoso), Teater Q (Rudi Itheng) dan lain-lain. Di bidang musik tercatat beberapa nama yang menjadi cikal bakal lahirnya musik Tegalan yaitu Hadi Utomo, Nurngudiono, dan Lanang Setiawan. Keberadaan Gedung kesenian (bekas Gedung Wanita) di jalan Setiabudi cukup menjadi wahana ekspresi para seniman kota Tegal. Kesenian di kota ini cukup menarik perhatian para peneliti dari luar negeri, antara lain Richard Curtis (Australia), dan Anton Lucas (Australia, penulis buku Peristiwa Tiga Daerah). Yang unik dari denyut kesenian di kota Tegal adalah hampir setiap pergelaran seni, entah di gedung kesenian atau sekadar di halaman sebuah sanggar, selalu diliput oleh media massa, baik lokal maupun nasional (cetak dan elektronik), hingga mengundang minat grup kesenian dari luar Tegal yang ingin berpentas di kota itu.&lt;br /&gt;Masyarakat Tegal dikenal memiliki kerakter cenderung terbuka. Maka mampu melahirkan keakraban pergaulan. Salah satu keunikan wong Tegal adalah cara menyapa kepada sesama teman sebaya yang menggunakan panggilan sedap, dan bikin geli: 'Jon' dan 'Jack'. Pendatang baru di kota Tegal tidak perlu heran dengan cara ini. Orang terbiasa saling sapa dengan 'Jon', kepada rekannya. Sebutan 'Jon' selain lebih terkesan manusiawi dapat melahirkan keakraban dalam pergaulan sehari-hari. Bandingkan dengan kota lain. Tak jarang kita jumpai untuk menyapa sesama rekan seseorang cukup menggunakan sebutan Dus (wedhus-kambing), Thek (kethek-monyet) atau Su (asu-anjing). Pemakai sebutan ini pun tidak hanya berlaku bagi masyarakat bawah saja. Kalangan eksekutif, legislatif dan usahawan di Kota Tegal pun terbiasa menggunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Mantu Poci&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mantu Poci adalah salah satu kebudayaan di wilayah Tegal (Jawa Tengah), dengan cara inti melangsungkan 'pesta perkawinan' antara sepasang poci tanah berukuran raksasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mantu poci pada umumnya diselenggarakan oleh pasangan suami istri yang telah lama berumah tangga namun belum juga dikarunai keturunan. Seperti layaknya pesta perkawinan, mantu poci juga dihadiri oleh ratusan bahkan ribuan undangan. Lengkap dengan dekorasi, sajian makanan, dan beraneka pementasan untuk menghibur para undangan yang hadir. Tak lupa pula, di pintu masuk ruang resepsi disediakan kotak sumbangan berbentuk rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain sebagai harapan agar pasangan suami istri segera mendapatkan keturunan, mantu poci juga bertujuan agar penyelenggara merasa seperti menjadi layaknya orang tua yang telah berhasil membesarkan putra putri mereka, kemudian dilepas dengan pesta besar dengan mengundang sanak saudara, dan relasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewasa ini Mantu Poci sudah jarang digelar di Tegal. Salah satu repertoar yang diusung oleh Dewan Kesenian Kota Tegal di Anjungan Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) tahun 2003 adalah mementaskan drama berjudul Kang Daroji Mantu Poci, dikemas secara komedi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budayawan Kota Tegal&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;SN Ratmana&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Piek Ardjianto Soeprijadi&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Eko Tunas&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Atmo Tan Sidik&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Imam Tantowi&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Chaerul Umam&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Maufur&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Yono Daryono&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Abdullah Sungkar&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lutfi AN&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Abidin Abror&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tambari Gustam&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span&gt;Bahasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa tegal memiliki kemiripan dengan bahasa Banyumas (ngapak) yaitu dalam kosa kata. Namun kebanyakan masyarakat Tegal enggan disebut sebagai orang ngapak, sebab nyata-nyata dialeknya berbeda. Masyarakat yang menggunakan bahasa Tegal meliputi: bagian utara kabupaten Tegal, kota Tegal, bagian barat kabupaten Pemalang, dan bagian timur kabupaten Brebes. Kongres bahasa Tegal pertama digelar oleh pemerintah kota Tegal pada tanggal 4 April 2006, di hotel Bahari Inn. Acara yang digagas oleh Yono Daryono tersebut menghadirkan beberapa tokoh antara lain SN Ratmana (cerpenis), Ki Enthus Susmono (dalang Tegal), Eko Tunas (penyair Tegal). Tujuan digelarnya kongres itu adalah untuk mengangkat status dialek Tegalan menjadi bahasa Tegal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Bangunan Bersejarah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangunan besejarah yang ada di kota Tegal kebanyakan berarsitektur Belanda. Berikut data bangunan yang masih dapat kita saksikan:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Stasiun Kereta Api&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gedung DPRD&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Balai Kota dan rumah dinas Walikota&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kantor pos&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Markas TNI AL&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pasar pagi&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menara air di jalan Pancasila&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gedung Universitas Pancasakti&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kelenteng jalan Veteran&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sebagian rumah tinggal di jalan Veteran, A Yani, Sudirman, kelurahan Kauman&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rupa-Rupa&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Rekor MURI yang telah diraih oleh pemerintah kota Tegal adalah:&lt;br /&gt;tahu terpanjang (425 meter) pada tahun 2005, dan minum teh poci bareng (5.000 peserta) pada tahun 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Televisi Tegal&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Televisi Tegal (TVT) adalah stasiun televisi lokal yang berkantor pusat di Tegal, Jawa Tengah, Indonesia dengan wilayah siaran yang meliputi Karesidenan Pekalongan yang meliputi Kota Tegal, Slawi Brebes, Kuningan Cirebon, Pemalang, Comal, dan Pekalongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai beroperasi penuh pada Maret 2006, TVT menitik beratkan isinya pada berita-berita seputar Pantura (50%), pendidikan (30%) dan hiburan (20%). Stasiun televisi ini dikelola oleh PT. Televisi Tegal Mediatama Semesta. Presiden direkturnya saat ini adalah Joko Sumpeno,SE.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program Televisi Tegal&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Usaha Anda - mengupas tentang keberhasilan pengusaha kecil dan menengah, serta cerita/suka duka di balik keberhasilan usahanya&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dokter Kita - seorang dokter sebagai narasumber menjawab keluhan/pertanyaan dari bintang tamu dan pemirsa seputar penyakit, pencegahan maupun pengobatannya&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bregas Bertutur - tayangan talk show yang menghadirkan kepala daerah dari Kota Tegal, Slawi, Brebes, dan Pemalang; dipandu oleh seorang presenter yang akan menyampaikan pertanyaan dan unek-unek dari pemirsa tentang pembangunan, sarana dan prasarana yang ada di daerahnya&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengobatan Alternatif - acara yang menghadirkan seorang tokoh pengobatan alternatif, baik supranatural, maupun tradisional dan membuka pertanyaan dari pemirsa yang bersifat penanganan dan pengobatan penyakit secara dini&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pasar Senggol - mengupas masalah dan isu terkini seputar politik, ekonomi, dan sosial budaya masyarakat Kota Tegal dan sekitarnya&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bregas Undercover - program yang mengupas kehidupan dunia malam Kota Tegal dan sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Seputar Kota - program yang mengupas tentang pariwisata, dan tempat-tempat bersejarah serta tempat yang menjadi perhatian publik, dalam cover area Karesidenan Pekalongan.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kampus Biru - menayangkan profil sekolah&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Liputan Khusus - membahas pro dan kontra sebuah permasalahan di Kota Tegal dan sekitarnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8453728092349622393-3297089993098506579?l=tegal-city.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tegal-city.blogspot.com/feeds/3297089993098506579/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2008/10/gambaran-umum-kota-tegal.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/3297089993098506579'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8453728092349622393/posts/default/3297089993098506579'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tegal-city.blogspot.com/2008/10/gambaran-umum-kota-tegal.html' title='GAMBARAN UMUM KOTA TEGAL'/><author><name>Blogqu</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SouNmwcGvvI/AAAAAAAACmc/QYcR4kMg-GE/S220/blogqu.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_zIwO9CCwIP4/SQRBCGm97oI/AAAAAAAAA7s/RsA6HmrPpzE/s72-c/Foto088a.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
